Ini Sekilas Kronologi Tentang Perang Khandaq yang Menarik Disimak

N Zaid - Sirah Nabawiyah 14/05/2024
Foto: alif.id
Foto: alif.id

Oase.id - Perang Khandaq, juga dikenal sebagai Perang Parit, terjadi pada tahun 627 M (tahun ke-5 Hijriyah) dan merupakan salah satu pertempuran penting dalam sejarah awal Islam. Pada saat itu, kaum Muslimin di Madinah berada dalam situasi yang sangat sulit. 

Beberapa kondisi dan tantangan yang dihadapi kaum Muslimin selama Perang Khandaq yakni kaum Quraisy dari Mekah dan sekutu-sekutunya, termasuk beberapa suku Yahudi dan kabilah Arab lainnya, membentuk aliansi besar yang disebut "Sekutu" (Ahzab). Mereka berencana untuk menyerang dan menghancurkan kaum Muslimin di Madinah.

Untuk menghadapi ancaman besar ini, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, atas saran dari Salman Al-Farisi, memerintahkan penggalian parit (khandaq) di sekitar kota Madinah sebagai benteng pertahanan. Ini adalah strategi yang belum pernah digunakan oleh orang Arab sebelumnya dan terbukti efektif dalam menahan serangan musuh.

Saat itu, kaum Muslimin menghadapi kesulitan ekonomi yang berat selama pengepungan. Pasokan makanan terbatas, dan mereka harus bertahan dalam kondisi kelaparan dan cuaca yang dingin. Keadaan ini sangat menguji kesabaran dan ketahanan kaum Muslimin.

Selain menghadapi ancaman dari luar, kaum Muslimin juga harus berurusan dengan pengkhianatan dari Bani Quraizah, salah satu suku Yahudi di Madinah yang sebelumnya memiliki perjanjian damai dengan kaum Muslimin. Bani Quraizah bersekongkol dengan pasukan Sekutu, yang semakin memperumit situasi.

Meskipun menghadapi tekanan yang luar biasa, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam terus memotivasi dan menguatkan semangat para sahabatnya. Keimanan dan keteguhan kaum Muslimin diuji, dan mereka tetap berpegang teguh pada ajaran Islam dan kepemimpinan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Di tengah kesulitan tersebut, kaum Muslimin percaya bahwa pertolongan Allah SWT akan datang. Pada akhirnya, angin kencang dan badai pasir yang dikirimkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala mengacaukan pasukan Sekutu, menyebabkan mereka mundur dan meninggalkan pengepungan.

Perang Khandaq berakhir dengan kemenangan strategis bagi kaum Muslimin, meskipun mereka tidak memenangkan pertempuran secara militer. Keberhasilan mempertahankan Madinah dan menggagalkan serangan Sekutu mengokohkan posisi kaum Muslimin dan memperkuat kekuatan mereka di Jazirah Arab.


(ACF)