Melihat Orang Lain Terkena Musibah? Jangan Lupa Baca Doa Ini

N Zaid - Doa Sehari-hari 07/04/2024
Ilustrasi. Pixabay
Ilustrasi. Pixabay

Oase.id - Setiap manusia akan menghadapi persoalan yang tidak menyenangkan dalam hidup, baik sedikit atau banyak. Sebentar atau lama. Demikian keadaan itu biasa disebut sebagai "musibah" atau "bencana".

Sebab dampak yang membuat seseorang menjadi payah dalam kehidupannya, tidak ada yang menginginkan musibah datang menghampiri. 

Ketika kita melihat orang lain mengalami musibah, bisa dipastikan ada perasaan yang campur aduk. Satu sisi merasa kasihan kepada orang yang sedang ditimpa musibah itu, namun di sisi lain ada perasaan lega, bahwa bukan kita yang sedang mengalaminya.

Kita patut bersyukur ketika melihat seseorang ditimpa musibah. Syukur itu tentu bukan ditujukan untuk merasa senang dengan keadaan negatif yang tengah dialami orang lain. Namun, karena kita bukan orang yang sedang mengalaminya. Ada kesadaran bahwa itu lah kenikmatan yang Allah berikan kepada kita saat itu: Tidak termasuk orang yang ditimpa musibah.

Perasaan seperti itu baik. Namun, hendaknya seorang Muslim mengetahui bahwa ada doa yang perlu dipanjatkan ketika melihat orang lain tertimpa musibah. 

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sa sallam mengajarkan satu doa saat melihat orang lain tertimpa musibah. Doa ini penting untuk diamalkan karena fadilahnya, bisa menghindarkan kita dari musibah serupa. 

Dari Ibnu ‘Umar, dari bapaknya ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Siapa saja yang melihat yang lain tertimpa musibah, lalu ia mengucapkan,

‘Alhamdulillahilladzi ‘aafaani mimmab talaaka bihi, wa faddhalanii ‘ala katsiirim mimman khalaqa tafdhilaa’ maka ia akan diselamatkan dari musibah tersebut, musibah apa pun itu semasa ia hidup.” (HR. Tirmidzi, no. 3431; Ibnu Majah, no. 3892. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini dha’if dan penguatnya, syawahidnya juga dha’if. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Ada pun arti doa ‘Alhamdulillahilladzi ‘aafaani mimmab talaaka bihi, wa faddhalanii ‘ala katsiirim mimman khalaqa tafdhilaa’ adalah: Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dari musibah yang menimpamu dan benar-benar memuliakanku dari makhluk lainnya.

Adabnya ketika membaca doa tersebut, seseorang bisa membacanya dengan suara lirih, dan jangan sampai di dengar orang yang tertimpa musibah. Hal itu seperti yang diriwayatkan dari Abu Ja’far bin ‘Ali.

"Hendaklah ia mengucapkan bacaan tadi, namun jangan sampai didengar oleh orang yang tertimpa musibah.”

Penulis Tuhfatul Ahwadzi (9: 375), Syaikh Muhammad ‘Abdurrahman Al-Mubarakfuri berkata bahwa maksud dari melihat yang lain yang tertimpa musibah, yaitu musibah yang menimpa badan seperti lepra, cebol (terlalu pendek), jangkung (terlalu tinggi), buta, pincang, tangan bengkok, dan semacamnya. Juga yang dimaksud adalah musibah yang menimpa agama seseorang, seperti kefasikan, kezaliman, terjerumus dalam bid’ah, kafir dan selainnya.

Diterangkan pula di halaman selanjutnya dalam kitab yang sama, baiknya doa tadi diucapkan lirih di hadapan orang yang tertimpa musibah dunia (seperti tertimpa penyakit), termasuk juga yang tertimpa musibah agama apalagi kalau ada dampak negatif jika diucapkan di hadapannya. Namun bisa jadi doa tadi dikeraskan di hadapan orang yang tertimpa musibah agama (orang fasik, misalnya, pen.) agar melarang dari maksiat yang dilakukan sehingga ia bisa tercegah (sadar).


(ACF)