Puasa Bagi Ibu Menyusui, Lewatkan Atau Tetap Berpuasa?

N Zaid - Puasa 23/03/2024
Ilustrasi. Pixabay
Ilustrasi. Pixabay

Oase.id - Puasa di bulan Ramadhan merupakan kewajiban bagi seluruh umat Islam dewasa yang mampu jasmani dan rohani. Puasa merupakan salah satu rukun Islam setelah shalat.

Dalam Al-Qur'an dan Surat Al-Baqarah (2:183) Allah memerintahkan orang beriman untuk berpuasa karena puasa menjadikan seseorang bertakwa.

Namun Allah subhanahu wa ta'ala telah memberikan kelonggaran puasa bagi wanita yang sedang menyusui bayinya. Selain itu, orang lain yang boleh berbuka puasa adalah orang sakit, musafir, atau ibu hamil.

Bolehkah Ibu Menyusui Melewatkan Puasa?
Ya, ibu menyusui diperbolehkan untuk melewatkan puasa. Jika puasa mengancam kesehatan atau kesejahteraan ibu menyusui atau anaknya, dan dia benar-benar takut akan bahaya, maka dia diperbolehkan untuk tidak berpuasa.

Namun, jika puasanya tidak berdampak pada dirinya atau bayinya, maka ia wajib berpuasa di bulan Ramadhan.

Islam selalu mengajarkan umatnya untuk mengutamakan kehidupan dan kesehatan dalam Islam. Kelonggaran puasa ini merupakan rahmat Tuhan dan menjamin kesejahteraan ibu dan anak.

Dalil

Dikutip dari Rumaysho, jika wanita hamil takut terhadap janin yang berada dalam kandungannya dan wanita menyusui takut terhadap bayi yang dia sapih karena sebab keduanya berpuasa, maka boleh saja dia tidak berpuasa. Hal ini disepakati oleh para ulama. Dalil yang menunjukkan hal ini adalah sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla menghapuskan pada musafir sebagian shalat. Allah pun menghilangkan puasa pada musafir, wanita hamil dan wanita menyusui.” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Kemudian ibu hamil yang tidak berpuasa cukup menggantinya dengan fidyah yaitu memberi makan kepada orang miskin tanpa mengqodho.  Pendapat ini datang dari Imam Malik dan ulama Syafi'iyah.

Intinya
Meskipun puasa Ramadhan merupakan urusan agama yang penting dan kewajiban, namun ibu menyusui boleh melewatkan puasa.

Semoga Allah Subhanahu wa ta'ala memberikan kita kesehatan dan kemampuan menunaikan kewajiban kita kepada-Nya.

Dan Dialah yang mengetahui yang terbaik.(tii,rumaysho)


(ACF)
TAGs: Puasa