Ini Dalil Alquran tentang Wajibnya Setiap Muslim Berpuasa

N Zaid - Alquran Puasa 14/02/2026
Ini Dalil Alquran tentang Wajibnya Setiap Muslim Berpuasa. Foto: Pixabay
Ini Dalil Alquran tentang Wajibnya Setiap Muslim Berpuasa. Foto: Pixabay

Oase.id  - Ramadan bukan sekadar tradisi tahunan. Ia adalah perintah langsung dari Allah Ta’ala yang tertulis jelas di dalam Al-Qur’an. Kewajiban puasa bagi kaum Muslimin memiliki landasan yang tegas, kuat, dan tidak multitafsir. Salah satu dalil paling utama terdapat dalam Surah Al-Baqarah.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 185:

Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.

Ayat ini menjadi dasar utama kewajiban puasa Ramadan bagi setiap Muslim yang baligh, berakal, dan mampu.

Ramadan: Bulan Turunnya Al-Qur’an

Dalam tafsir yang dijelaskan oleh para ulama, ayat ini tidak hanya memerintahkan puasa, tetapi juga mengaitkannya dengan kemuliaan Al-Qur’an. Ramadan disebut secara khusus karena pada bulan inilah wahyu pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ.

Penjelasan di situs fatwa internasional IslamQA menerangkan bahwa penyebutan Ramadan dalam ayat tersebut menunjukkan keutamaan bulan ini dibanding bulan-bulan lainnya. Puasa diwajibkan sebagai bentuk pengagungan terhadap waktu yang dimuliakan Allah.

Penjelasan Ulama tentang Al-Baqarah 185

Dalam kajian yang dimuat di situs Rumaysho, Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal menjelaskan bahwa frasa “barang siapa menyaksikan bulan itu maka hendaklah ia berpuasa” menunjukkan kewajiban yang bersifat tegas. Kata perintah dalam ayat tersebut bermakna wajib, bukan anjuran.

Beliau juga menjelaskan bahwa ayat ini sekaligus menunjukkan kemudahan dalam syariat. Pada bagian akhir ayat, Allah menegaskan bahwa Dia menghendaki kemudahan dan tidak menghendaki kesulitan bagi hamba-Nya. Karena itu, orang yang sakit atau dalam perjalanan diberi keringanan untuk tidak berpuasa dan menggantinya di hari lain.

Artinya, puasa adalah kewajiban, tetapi bukan kewajiban yang memberatkan tanpa solusi.

Dalil Lain tentang Kewajiban Puasa

Sebelum ayat 185, Allah telah lebih dulu menegaskan perintah puasa dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.”

Ayat ini menjelaskan tujuan besar puasa, yaitu membentuk ketakwaan. Jadi, Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi latihan spiritual untuk mengendalikan diri dan meningkatkan kualitas iman.

Puasa sebagai Ibadah yang Penuh Hikmah

Para ulama menegaskan bahwa penggabungan antara perintah, tujuan takwa, dan penegasan kemudahan dalam rangkaian ayat puasa menunjukkan kesempurnaan syariat Islam. Allah mewajibkan, tetapi juga memberi keringanan. Allah memerintahkan, tetapi juga menjelaskan hikmahnya.

Dari Surah Al-Baqarah ayat 185, kita memahami tiga hal penting: Ramadan adalah bulan yang mulia, puasa adalah kewajiban bagi Muslim yang mampu, dan syariat Islam selalu membawa kemudahan.
Itulah dalil Al-Qur’an yang menjadi dasar perintah puasa Ramadan. Maka ketika seorang Muslim berpuasa, ia tidak sekadar menjalankan tradisi, tetapi sedang menunaikan perintah langsung dari Rabb semesta alam.


(ACF)
TAGs: Alquran Puasa