Simak, Ini Tips Mengajarkan Anak di Bawah 10 Tahun Berpuasa

N Zaid - Puasa 15/02/2026
Tips mengajarkan anak berpuasa dan mencintai Ramadan. Foto: Pixabay
Tips mengajarkan anak berpuasa dan mencintai Ramadan. Foto: Pixabay

Oase.id - Mengajarkan anak berpuasa bukan tentang memaksa mereka menahan lapar seharian penuh. Lebih dari itu, ini adalah proses pendidikan iman yang bertahap, lembut, dan penuh hikmah. Dalam Islam, anak yang belum baligh memang belum wajib berpuasa. Namun para sahabat Nabi sudah mencontohkan bagaimana melatih anak sejak dini agar mencintai Ramadan.

1. Mulai dari Latihan, Bukan Kewajiban

Dalam riwayat sahih disebutkan bahwa para sahabat melatih anak-anak mereka berpuasa pada hari Asyura. Riwayat dari Rubayyi’ binti Mu’awwidz radhiyallahu ‘anha menyebutkan bahwa mereka membuatkan mainan dari wol untuk mengalihkan perhatian anak ketika lapar hingga waktu berbuka. Hadis ini terdapat dalam Sahih Bukhari dan Sahih Muslim.

Pelajaran pentingnya: latihan dilakukan dengan pendekatan yang menyenangkan, bukan tekanan.

Untuk anak di bawah 10 tahun, orang tua bisa memulai dengan puasa setengah hari, misalnya sampai waktu zuhur atau asar. Setelah itu baru ditingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan fisik anak.

2. Bangun Antusiasme Ramadan

Anak-anak belajar dari suasana. Hiasi rumah dengan nuansa Ramadan, libatkan mereka saat sahur dan berbuka, dan ceritakan kisah-kisah menarik tentang pahala puasa. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 bahwa puasa diwajibkan agar manusia bertakwa. Jelaskan dengan bahasa sederhana bahwa puasa adalah cara menjadi anak yang lebih baik dan lebih disayang Allah.

Penjelasan di situs IslamQA menyebutkan bahwa melatih anak berpuasa sebelum baligh adalah bagian dari pendidikan agar mereka terbiasa menjalankan kewajiban saat dewasa.

3. Perhatikan Kesehatan Anak

Anak kecil memiliki kondisi fisik yang berbeda dengan orang dewasa. Jika terlihat lemas berlebihan, pusing, atau dehidrasi, jangan ragu untuk membatalkan puasanya. Prinsip dalam Islam jelas: tidak boleh membahayakan diri.

Dalam penjelasan ulama di IslamWeb disebutkan bahwa orang tua tidak boleh memaksakan puasa jika membahayakan kesehatan anak. Tujuan latihan adalah pembiasaan, bukan menyiksa.

4. Beri Apresiasi, Bukan Ancaman

Alih-alih menakut-nakuti anak dengan dosa jika tidak kuat berpuasa, lebih baik beri motivasi dan penghargaan. Pujian sederhana, doa khusus untuk mereka, atau hadiah kecil bisa menjadi penyemangat.

Metode ini sesuai dengan pendekatan tarbiyah Nabi ﷺ yang mengedepankan kasih sayang. Anak akan lebih mencintai ibadah jika suasananya positif.

5. Ajarkan Makna, Bukan Sekadar Lapar

Puasa bukan hanya menahan makan dan minum. Ajarkan juga tentang menjaga lisan, tidak marah, dan berbagi dengan sesama. Ajak anak ikut berbagi takjil atau sedekah kecil agar mereka memahami nilai sosial Ramadan.

Dengan begitu, puasa tidak hanya menjadi rutinitas fisik, tetapi pengalaman spiritual yang membekas.

Mengajari anak di bawah 10 tahun berpuasa adalah proses pendidikan bertahap. Tidak wajib, tetapi sangat dianjurkan sebagai latihan. Kuncinya ada pada kelembutan, kesabaran, dan kreativitas orang tua.

Ramadan adalah madrasah iman. Jika sejak kecil anak sudah merasakan manisnya beribadah, insya Allah saat baligh nanti mereka siap menjalankan puasa dengan penuh kesadaran.


(ACF)
TAGs: Puasa