Gus Baha Ingatkan Beramal Saleh Tidak Selalu Rumit, Banyak Jalan yang Mudah dan Sederhana

N Zaid - Amalan 27/04/2026
Gus Baha Ingatkan, Beramal Saleh Tidak Selalu Rumit. Foto: Pixabay
Gus Baha Ingatkan, Beramal Saleh Tidak Selalu Rumit. Foto: Pixabay

Oase.id - Sebagian orang mudah berputus asa untuk mengejar amal saleh, karena anggapan yang  bahwa ibadah adalah aktivitas yang terkesan njlimet. Padahal anggapan itu tidak sepenuhnya tepat.  Ulama kharismatik Gus Baha kembali mengingatkan umat Islam bahwa jalan menuju ridha Allah tidak selalu melalui amalan besar dan rumit.

Dalam sebuah ceramahnya, ia menekankan bahwa ibadah justru banyak tersembunyi dalam aktivitas sederhana sehari-hari. Menurutnya, hal-hal kecil seperti makan dan minum dengan penuh kesadaran kepada Allah bisa menjadi amalan yang sangat bernilai.

“Sungguh Allah sangat ridha ketika seorang hamba itu makan, lalu dia memuji Allah. Ketika minum, dia juga memuji Allah. Itu kalau orang diridhai Allah, itu wali,” ujar Gus Baha dalam sebuah ceramahnya yang diunggah channel YouTube Rintik Gelap Malam.

Ibadah Tak Harus Rumit, Justru Ada di Keseharian

Gus Baha menjelaskan bahwa banyak tuntunan Nabi Muhammad ﷺ yang berkaitan dengan aktivitas harian yang sering dianggap sepele. Namun justru di situlah letak kemudahan Islam.

Ia mengutip ajaran Rasulullah bahwa bahkan kebutuhan biologis manusia pun bisa bernilai ibadah jika dilakukan dengan benar.

“Sampai urusan syahwat saja bisa jadi sedekah. Sahabat sampai heran, ‘Ya Rasulullah, masa seseorang menyalurkan syahwat dapat pahala?’ Nabi menjawab, ‘Kalau disalurkan ke yang haram itu dosa, maka ke yang halal itu pahala.’”

Menurutnya, pemahaman ini penting agar umat tidak merasa bahwa ibadah hanya terbatas pada ritual besar.

Jangan Menunggu Ideal untuk Bersyukur

Dalam ceramahnya, Gus Baha juga menyoroti kebiasaan sebagian orang yang menunda rasa syukur hingga kondisi hidupnya dianggap sempurna.

Padahal, kata dia, nikmat terbesar justru ada pada hal-hal mendasar seperti makan, minum, dan hidup dengan aman.

“Kalau tidak makan, kita mati. Kalau tidak minum, kita mati. Itu yang pasti. Tapi kadang orang menunggu segalanya sempurna baru bersyukur,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa Al-Qur’an justru banyak menyebut nikmat Allah dalam bentuk yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti air, makanan, dan tempat tinggal.

Manusia Tidak Sepenuhnya Mengendalikan Hidup

Gus Baha juga mengingatkan bahwa manusia sering merasa memiliki kendali penuh atas hidupnya, padahal pada hakikatnya semua berada dalam kehendak Allah.

“Kita ini hanya objek kehendak Allah. Kita tidak tahu besok akan terjadi apa. Mau rencana ke mana, bisa saja berubah karena kehendak-Nya,” katanya.

Ia mencontohkan bahwa manusia tidak pernah benar-benar memahami bagaimana tubuhnya bekerja, namun tetap bisa hidup.

Islam Menghargai Semua Bentuk Kebaikan

Lebih lanjut, Gus Baha menekankan bahwa Islam tidak membatasi kebaikan hanya pada satu bentuk tertentu. Setiap orang bisa berkontribusi sesuai kemampuan dan sudut pandangnya.

“Semua kebaikan itu dihargai dalam Islam. Mau membantu fakir miskin, membangun masjid, atau pendidikan, semuanya baik. Karena semua itu atas kehendak Allah,” ujarnya.

Aktivitas Mubah Bisa Bernilai Ibadah

Hal menarik lainnya, Gus Baha menyebut bahwa aktivitas yang bersifat mubah (netral) pun bisa bernilai ibadah jika diniatkan dengan benar, terutama karena menjauhkan seseorang dari perbuatan maksiat.

“Kadang orang nganggur di rumah itu justru baik, karena dia tidak mencuri, tidak korupsi, tidak menyakiti orang lain,” katanya.

Ia bahkan menyinggung bahwa dalam kondisi tertentu, tidur bisa menjadi “lebih aman” dari maksiat dibanding aktivitas di luar yang berpotensi membawa dosa.

Islam Itu Mudah dan Indah

Menutup ceramahnya, Gus Baha mengajak umat Islam untuk memahami bahwa ajaran Islam pada dasarnya sederhana dan mudah dijalani.

“Sudah makan, ya makan. Habis itu minum. Ngantuk ya tidur. Normal saja. Islam itu indah dan tidak mempersulit,” tuturnya.

Pesan ini menjadi pengingat bahwa meraih ridha Allah tidak harus menunggu momen besar. Justru, melalui kesadaran dalam aktivitas sehari-hari, setiap Muslim memiliki peluang besar untuk mendapatkan keberkahan hidup.

 

 


(ACF)
TAGs: Amalan