Dukun Bisa Tampak Saleh: Kisah Nyata Penangkapan Tukang Sihir di Arab Saudi

N Zaid - Setan 14/01/2026
Ilustrasi perdukunan. Foto: Pixabay
Ilustrasi perdukunan. Foto: Pixabay

Oase.id - Perdukunan dan praktik sihir bukanlah perkara sepele dalam Islam. Ia bukan sekadar urusan mistik, apalagi hiburan, tetapi menyentuh langsung persoalan akidah, surga, dan neraka. Hal inilah yang ditekankan Ustadz Ahmad Zainuddin Al-Banjary dalam salah satu ceramahnya yang mengangkat kisah nyata penangkapan dukun di Arab Saudi.

Di Arab Saudi, kata beliau, terdapat lembaga khusus bernama Komisi Pemberantasan Dukun dan Sihir, yang berada di bawah amar makruf nahi mungkar. Jika di Indonesia dikenal KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), maka di sana ada lembaga yang secara serius menangani praktik perdukunan dan sihir karena dianggap merusak akidah umat.

Dukun yang Rajin Salat Berjamaah

Ustadz Ahmad Zainuddin menceritakan, suatu ketika komisi tersebut menerima laporan tentang adanya dukun dan tukang sihir di sebuah daerah. Mereka tidak langsung menangkap, melainkan mengamati dengan cermat. Yang mengejutkan, orang yang dicurigai justru tampak seperti sosok saleh.

Ia rutin salat berjamaah di masjid. Wajahnya tenang, penampilannya seperti orang baik-baik. Namun, justru saat keluar dari masjid, ia ditangkap.

Ketika ditangkap, dukun itu menangis tersedu-sedu. Petugas pun bertanya, “Mengapa engkau menangis?”

Jawabannya sungguh mencengangkan.

“Aku tidak menangis karena takut kepada kalian,” kata si dukun, “tetapi aku punya ribuan jin. Mengapa jin-jin itu tidak memberi tahu bahwa aku akan ditangkap?”

Sihir yang Menghinakan Agama

Salah satu petugas kemudian berkata dengan nada sindiran, “Mungkin sesajenmu kurang.”

Namun jawaban dukun itu justru semakin mengerikan. Ia mengaku memiliki seorang perempuan perawan di rumah. Ketika perempuan tersebut haid, darah haidnya digunakan untuk menuliskan Ayat Kursi—sebuah bentuk penghinaan terhadap ayat suci Al-Qur’an demi mendapatkan “kekuatan” sihir.

Di sinilah Ustadz Ahmad Zainuddin menegaskan bahwa perdukunan bukan sekadar masalah zina atau syahwat, tetapi sudah jauh melampaui itu. Ini adalah bentuk penghambaan kepada jin dengan cara merendahkan dan menghina agama Islam.

“Inilah kenapa saya katakan, tema perdukunan ini bukan urusan perut dan kemaluan semata,” tegas beliau. “Ini urusan akidah, urusan iman, urusan surga dan neraka.”

Amalan Perlindungan yang Membongkar Sihir

Menariknya, para petugas kemudian menjelaskan bagaimana mereka bisa menangkap dukun tersebut. Mereka mengamalkan doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ setiap kali keluar rumah:

Bismillāh, tawakkaltu ‘alallāh, lā haula wa lā quwwata illā billāh.

Rasulullah ﷺ bersabda, siapa yang membaca doa ini ketika keluar rumah, maka ia akan mendapatkan tiga keutamaan:

Dicukupkan kebutuhannya 
Diberi petunjuk 
Dijaga dari keburukan 

Dengan izin Allah, amalan sederhana ini menjadi sebab terbongkarnya praktik sihir yang selama ini tersembunyi rapat, bahkan di balik jubah kesalehan.

Waspada Dukun Berkedok Agama

Kisah ini menjadi peringatan keras bagi kaum muslimin agar tidak mudah tertipu oleh penampilan lahiriah. Tidak semua yang tampak rajin ibadah terbebas dari kesesatan. Dukun dan tukang sihir bisa saja salat, bisa saja berwajah saleh, namun di balik itu menyimpan praktik kekufuran yang sangat berbahaya.

Islam menegaskan bahwa mendatangi, apalagi membenarkan dukun dan tukang sihir, dapat merusak iman. Karena itu, umat Islam dituntut untuk berhati-hati, menjaga akidah, dan membentengi diri dengan doa serta tawakal kepada Allah semata.

Sebagaimana pesan Ustadz Ahmad Zainuddin Al-Banjary, perdukunan adalah urusan akidah, bukan sekadar cerita mistis. Dan satu doa yang diajarkan Nabi ﷺ bisa menjadi benteng yang lebih kuat daripada ribuan jin.

 


(ACF)
TAGs: Setan