Apa yang Harus Dilakukan Saat Waktu Salat Tiba Tetapi Ngantuk, Bisa Tidur Dulu?

N Zaid - Tidur 30/04/2024
Ilustrasi. Pixabay
Ilustrasi. Pixabay

Oase.id - Bagi sebagian orang, Islam adalah agama yang kaku. Penuh aturan. Namun, jika ditelusuri lebih dalam, syariat Islam mengandung banyak 'toleransi' yang memudahkan umatnya. 

Dalam setiap ibadah, ada kondisi tertentu yang dapat membuat seorang bisa mendapat keringanan karena memang memiliki kendala. 

Contohnya adalah kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan. Sebagian orang mendapatkan keringanan untuk tidak berpuasa misal dalam keadaan safar atau bepergian. Atau ketika dirinya sakit. 

Untuk salat wajib pun ada keringanan. Misal ketika seseorang merasa kantuk yang sangat, dan kondisi ini bukan karena kemalasan setiap hari, maka ia dapat menunda shalatnya. 

Hal ini berdasarkan hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam:

“Jika salah seorang di antara kalian dalam keadaan mengantuk dalam shalatnya, hendaklah ia tidur terlebih dahulu hingga hilang ngantuknya. Karena jika salah seorang di antara kalian tetap shalat, sedangkan ia dalam keadaan mengantuk, ia tidak akan tahu, mungkin ia bermaksud meminta ampun tetapi ternyata ia malah mencela dirinya sendiri.” (HR. Bukhari).

Ustaz Ammi Nurbaits dalam tanya jawab di sebuah majelis  berpesan bahwa seseorang yang mengantuk juga harus lihat keadaan. Misal bila waktu salat dzuhur akan berakhir, sementara kita belum menunaikan dzuhur, dan jika tidur khawatir kebablasan, maka dalam posisi seperti itu wajib salat didahulukan meski ngantuk.  

"Tapi kalau waktu longgar bisa tidur dulu," jelasnya.

Yang perlu diperhatikan juga ketika di waktu Magrib, sebaiknya meski ngantuk, seseorang harus lebih dulu menunaikan salat, karena waktu yang sempit. 

Selain itu juga terdapat hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam yang memakruhkan tidur setelah Magrib.

Berdasarkan hadits Abu Barzah Al-Aslami radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

“Bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam suka untuk mengakhirkan waktu Isya’, membenci tidur sebelumnya, dan membenci bincang-bincang setelah Isya’.” (HR. Al-Bukhari no. 599 dan Muslim no. 647)

Alasan dibencinya tidur sewaktu Maghrib, yaitu sebelum Isya, adalah karena tidur pada saat itu dapat menyebabkan luputnya melaksanakan shalat Isya.


(ACF)
TAGs: Tidur