Doa Saat Melihat Tanda yang Dianggap Membawa Kemalangan, Rasulullah Ajarkan Zikir Ini
Oase.id - Islam mengajarkan umatnya untuk menggantungkan harapan dan rasa takut hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Karena itu, seorang Muslim tidak boleh terjebak pada keyakinan bahwa suatu benda, peristiwa, hewan, atau kejadian tertentu dapat mendatangkan sial secara mandiri.
Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang seseorang melihat atau mengalami sesuatu yang membuatnya merasa khawatir akan datangnya musibah. Pada kondisi seperti ini, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengajarkan sebuah doa agar hati kembali tenang dan keyakinan tetap tertuju kepada Allah semata.
Dikutip dari buku Menjemput Rezeki dengan Doa karya Abu Fariduddin Al-Attar, dalam riwayat yang disebutkan oleh Imam Ibnu Sunni, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam pernah memerintahkan seseorang untuk membaca doa tertentu ketika menghadapi sesuatu yang dirasa akan mendatangkan kemalangan atau keburukan.
Doa tersebut berbunyi:
اللَّهُمَّ لَا يَأْتِي بِالْحَسَنَاتِ إِلَّا أَنْتَ، وَلَا يَذْهَبُ بِالسَّيِّئَاتِ إِلَّا أَنْتَ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Allahumma laa ya'tii bil hasanaati illaa anta, wa laa yadzhabu bis sayyi-aati illaa anta, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah.
"Wahai Tuhanku, tidak ada yang mendatangkan kebaikan-kebaikan melainkan Engkau. Tidak ada yang dapat menghilangkan kejahatan-kejahatan selain Engkau. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah."
Menolak Keyakinan Tathayyur atau Anggapan Sial
Dalam ajaran Islam, mempercayai kesialan yang bersumber dari tanda-tanda tertentu dikenal dengan istilah tathayyur. Pada masa jahiliyah, sebagian orang meyakini bahwa suara burung, arah perjalanan, hari tertentu, atau berbagai tanda lainnya dapat menentukan nasib baik dan buruk seseorang.
Islam datang untuk meluruskan keyakinan tersebut. Segala sesuatu yang terjadi di alam semesta berada dalam kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala. Tidak ada satu pun makhluk yang mampu mendatangkan manfaat atau mudarat tanpa izin-Nya.
Doa yang diajarkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ini mengandung pengakuan bahwa seluruh kebaikan hanya berasal dari Allah. Begitu pula segala keburukan dan musibah hanya dapat dihilangkan oleh-Nya.
Makna Mendalam dalam Doa
Kalimat pertama dalam doa tersebut menegaskan bahwa sumber segala kebaikan adalah Allah subhanahu wa ta’ala.
Seorang Muslim diajarkan untuk tidak bergantung pada benda-benda tertentu, ramalan, jimat, ataupun berbagai kepercayaan yang tidak memiliki dasar syariat.
Sementara kalimat berikutnya mengajarkan bahwa hanya Allah yang mampu mengangkat kesulitan, menghilangkan musibah, serta menyelamatkan hamba-Nya dari berbagai keburukan.
Adapun penutup doa, "laa haula wa laa quwwata illaa billaah", merupakan kalimat agung yang mengandung pengakuan bahwa manusia tidak memiliki daya dan kekuatan apa pun kecuali dengan pertolongan Allah.
Menumbuhkan Optimisme dan Tawakal
Membaca doa ini bukan sekadar melafalkan rangkaian kata. Lebih dari itu, doa tersebut mengajarkan sikap optimistis, tawakal, dan husnuzan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Ketika menghadapi sesuatu yang membuat hati gelisah atau khawatir akan datangnya musibah, seorang Muslim dianjurkan untuk memperbanyak zikir dan doa, bukan justru larut dalam prasangka buruk.
Dengan mengamalkan doa ini, seorang hamba diingatkan bahwa segala urusan berada di tangan Allah. Dia-lah yang mendatangkan kebaikan, menghilangkan keburukan, dan memberikan kekuatan kepada hamba-hamba-Nya.
Karena itu, saat muncul rasa takut terhadap suatu pertanda atau kejadian yang dianggap membawa kemalangan, hendaknya seorang Muslim segera mengingat Allah dan membaca doa yang diajarkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tersebut. Dengan demikian, hati akan lebih tenang, keyakinan semakin kuat, dan tawakal kepada Allah semakin sempurna.
(ACF)