Penyandang Disabilitas Intelektual Berhasil Hafal Al Quran

N Zaid - Alquran Penghafal Al-Quran 28/12/2023
Mahmoud Nasr. Foto: Ist
Mahmoud Nasr. Foto: Ist

Oase.id - Mahmoud Nasr, didiagnosis menderita disabilitas intelektual. Namun, pemuda Mesir ini telah berhasil menghafalkan Al-Qur’an.

Menurut media lokal, Mahmoud berasal dari Desa Atildam di Kegubernuran Minya. Dia menghafal Al-Qur'an dengan mendengarkan pembacaan ayat-ayat Al-Qur'an.

Butuh waktu dua tahun untuk menghafal seluruh Kitab Suci. Dia tahu tetap di mana letak setiap ayat dalam Juz atau Hizb Al-Quran, IQNA melaporkan.

Menurut Islam, cacat fisik dan cacat bukanlah sebuah hukuman melainkan sebuah ujian Ilahi.

Semua orang diuji oleh Tuhan dengan cara yang berbeda-beda. Ada yang diuji melalui kekayaannya, ada yang diuji melalui tragedi, dan ada pula yang diuji melalui kecacatan.

Al-Qur'an memerintahkan masyarakat untuk bersikap baik terhadap penyandang disabilitas dan membantu serta mendukung mereka.

Hal ini juga ditegaskan dalam Sirah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.

Menghafal Al-Qur'an adalah salah satu cara terpenting untuk melestarikan pesan Allah.

Yang lainnya adalah menerbitkan dan mendistribusikan buku, atau teksnya di Internet. Selain itu, orang dapat menceritakan bagian-bagian yang diketahuinya kepada orang lain.

Salah satu tanda kebenaran Al-Quran sebagai wahyu Ilahi adalah, kitab suci umat Islam ini meski memiliki jumah ayat sebanyak 6200, namun dapat dihafalkan seluruhnya. Penghafal Al-Quran berasal dari berbagai kalangan dari yang mudah hingga yang tua. Dari yang memiliki fisik sempurna, hingga mereka yang menyandang disabilitas, seperti Mahmoud Nashr. 

Banyak contoh yang bisa dikemukakan untuk menyebut mereka yang memiliki disabilitas namun dikaruniai kemampuan menghafal ayat-ayat Al-Quran. Salah satu contohnya, di Indonesia kita mendapati bocah yang kini berusia 10 tahun, Fahira Ayun Rachmatika Hajiani asal Kabupaten Malang. Ia mampu menghafal Al-Quran meski menyandang tuna netra. 

Di luar negeri ada juga Mu'adz, yang kisahnya viral di media sosial. Meski buta ia mampu menjadi hafidz Quran. Ia pun merasa kekurangan fisiknya itu justru anugrah karena ia dapat menghafal Al-Quran. 

"Dalam salatku, aku tidak meinta kepada Allah agar Allah mengembalikan penglihatanku," kata Mu'adz.

“Semoga menjadi keselamatan bagiku pada hari pembalasan (kiamat), sehingga Allah meringankan perhitungan (hisab) pada hari tersebut. Nanti saat berdiri di hadapanNya, takut dan gemetar, Allah menanyakan tentang nikmat penglihatan dan Dia akan bertanya "apa yang telah engkau lakukan pada Al-Qur'an ini?"Saya hanya berdoa semoga Allah meringankan perhitungan-Nya untuk saya pada hari kiamat kelak,”  kata Mu'adz menjelaskan alasannya mensyukuri keaadannya.(Iqna)


(ACF)