Kemenag Luncurkan Program Joyful Ramadan 1447 H untuk Perkuat Layanan Ibadah dan Harmoni Sosial

N Zaid - Kementerian Agama 10/02/2026
Ilustrasi: Pixabay
Ilustrasi: Pixabay

Oase.id - Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan program Joyful Ramadan Mubarak 1447 H/2026 M sebagai rangkaian inisiatif untuk menyemarakkan bulan suci dengan suasana yang menggembirakan, berdampak sosial, dan memperkuat kekhusyukan ibadah. Program ini diarahkan untuk menghadirkan layanan keagamaan yang lebih dekat dengan masyarakat serta memberi manfaat nyata selama Ramadan.

Staf Khusus Menteri Agama, Ismail Cawidu, mengatakan program tersebut disusun sebagai bagian dari mandat utama Kemenag dalam mempererat hubungan umat dengan ajaran agamanya. Menurut dia, kedekatan terhadap nilai-nilai agama akan berkontribusi pada ketenteraman sosial, sementara menjauhnya masyarakat dari ajaran agama berpotensi melemahkan harmoni.

“Tugas Kementerian Agama adalah mendekatkan umat dengan ajarannya. Semakin dekat umat dengan agama, semakin damai kehidupan ini. Ramadan menjadi momentum paling tepat untuk memastikan kedekatan itu benar-benar terwujud,” ujar Ismail dalam konferensi pers Joyful Ramadan di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Dalam peluncuran program tersebut turut hadir Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad, dengan Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Thobib Al Asyhar bertindak sebagai moderator.

Ismail menjelaskan, Ramadan ditempatkan bukan hanya sebagai momentum ibadah ritual, tetapi juga sebagai ruang perubahan spiritual, sosial, dan kebangsaan. Konsep Joyful Ramadan menekankan tiga unsur utama, yakni ibadah yang membangkitkan optimisme, penguatan solidaritas sosial, serta aktivitas keagamaan yang produktif, edukatif, dan solutif.

Ia menambahkan, seluruh rangkaian program dirancang untuk memperkuat moderasi beragama, mempererat harmoni sosial, dan meningkatkan mutu layanan publik di bidang keagamaan. Pelaksanaannya melibatkan banyak unsur, mulai dari ulama, organisasi kemasyarakatan, akademisi, hingga komunitas.

“Ramadan harus melahirkan umat yang saleh secara spiritual, kuat secara sosial, dan mampu berkontribusi bagi bangsa. Di sinilah negara hadir sebagai pelayan umat, penggerak harmoni, dan penjaga nilai-nilai keagamaan yang damai,” katanya.

Tiga Fokus Program Ramadan

Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad menyebut Joyful Ramadan menjadi agenda strategis dalam mengoptimalkan layanan keagamaan sepanjang bulan puasa. Menurutnya, Ramadan merupakan periode penting untuk menghadirkan program yang langsung menjawab kebutuhan umat.

Fokus pertama adalah penguatan layanan keagamaan dengan memaksimalkan fungsi masjid sebagai pusat ibadah dan pemberdayaan, Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai pusat pembinaan keluarga, serta penyuluh agama sebagai penggerak literasi keagamaan di masyarakat.

“Kami ingin memastikan layanan keagamaan selama Ramadan mudah diakses, responsif, dan memberi manfaat nyata, mulai dari bimbingan ibadah, konsultasi keluarga, hingga edukasi zakat, wakaf, dan filantropi Islam,” ujarnya.

Fokus kedua menyasar penguatan literasi keislaman melalui dakwah yang moderat, ramah, dan menyejukkan. Materi dakwah diarahkan pada isu keluarga, ekonomi umat, dan kebangsaan, dengan pendekatan edukatif dan berorientasi pada kemaslahatan. Seluruh aktivitas dakwah juga berada dalam pengawasan agar selaras dengan nilai Islam yang damai dan inklusif.

Fokus ketiga adalah pemberdayaan sosial ekonomi umat lewat optimalisasi zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Sejumlah program seperti Kolaborasi Indonesia Berdaya, TerasZAWA, bazar Ramadan, serta penguatan UMKM berbasis masjid disiapkan untuk mendorong kesejahteraan spiritual dan material masyarakat.

“Ramadan bukan hanya meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial, ketahanan keluarga, dan distribusi filantropi produktif. Dampaknya diharapkan terasa hingga pada penguatan harmoni dan moderasi kehidupan berbangsa,” kata Abu.

Libatkan Masjid, Generasi Muda, dan Daerah

Program Joyful Ramadan mencakup berbagai agenda nasional, di antaranya Tarhib Ramadan, gerakan Bersih-Bersih Masjid serentak, Indonesia Berdaya Ramadan, Ekspedisi Masjid Indonesia, serta Masjid Ramah Pemudik menjelang Idulfitri.

Kemenag juga memberi perhatian khusus pada generasi muda dan keluarga melalui sejumlah program seperti Future Leaders of Masjid, Qari Goes to Campus, Halal Goes to Campus, Sakinah Fun Walk, dan KUA Move for Sakinah Maslahat. Inisiatif ini ditujukan untuk memperkuat keterlibatan Gen Z dan keluarga muda dengan masjid serta layanan keagamaan.

“Masjid harus menjadi ruang yang ramah dan relevan bagi generasi muda. Melalui berbagai program ini, kami ingin menyiapkan calon pemimpin masjid sekaligus menanamkan nilai keislaman yang moderat dan berdaya,” ujarnya.

Selain itu, terdapat pula agenda edukasi dan kebangsaan seperti pembinaan rukyatul hilal, sidang isbat awal Ramadan, peringatan Nuzulul Quran tingkat kenegaraan, tarawih keliling lintas kementerian, hingga takbir akbar dan salat Idulfitri di Masjid Istiqlal.

Pelaksanaan program dilakukan secara terkoordinasi hingga daerah, termasuk wilayah perbatasan dan kawasan 3T melalui program dai di tapal batas, serta kegiatan Ramadan di Ibu Kota Nusantara.

Abu Rokhmad berharap rangkaian Joyful Ramadan dapat memberi dampak berlapis, mulai dari peningkatan kualitas ibadah dan akhlak hingga penguatan solidaritas sosial dan moderasi beragama.

“Melalui Joyful Ramadan, Kementerian Agama ingin menghadirkan Ramadan yang menggembirakan, bermakna, dan berdampak. Negara hadir untuk melayani, membersamai, dan menguatkan umat dalam menjalani ibadah dengan tenang dan penuh harapan,” pungkasnya.


(ACF)