Influencer Mualaf AS Heena Viral: Epstein Files Membuat Saya Memahami Mengapa Neraka Ada

N Zaid - Mualaf 09/02/2026
Ilustrasi Epstein. Foto Pixabay
Ilustrasi Epstein. Foto Pixabay

Oase.id - Influencer mualaf asal Amerika Serikat, Heena, menjadi sorotan warganet setelah pernyataannya di akun TikTok @heena.1life terkait fenomena Epstein Files viral dan memicu diskusi luas. Dalam salah satu videonya, Heena mengaitkan terungkapnya berbagai dokumen kasus Epstein dengan pemahamannya tentang konsep neraka (Jahanam) dalam ajaran Islam.

Heena dikenal sebagai kreator konten yang aktif membagikan edukasi kesehatan, kisah keseharian, dan dakwah Islam dengan gaya ringan. Sejak memeluk Islam, ia kerap membahas pertanyaan-pertanyaan teologis yang sering muncul di masyarakat Barat, termasuk soal keadilan Tuhan dan keberadaan neraka.

Dalam videonya, Heena mengungkapkan bahwa dulu ia sering mempertanyakan: jika Allah Maha Pengasih dan Maha Pengampun, mengapa masih ada neraka. Menurutnya, pertanyaan itu lama berputar di benaknya hingga ia mengikuti perkembangan pengungkapan dokumen kasus Epstein yang menghebohkan dunia.

“Kasus itu membantu saya memahami konsep neraka atau Jahanam dalam Islam. Allah itu Maha Pengasih dan Maha Pengampun. Saya selalu bertanya, mengapa neraka diciptakan jika Allah begitu mencintai manusia? Jawaban yang saya temukan ada pada kasus-kasus kejahatan besar seperti itu,” ujarnya dalam narasi berbahasa Inggris.

Keadilan Ilahi dan Pertanggungjawaban

Menurut Heena, berbagai laporan tentang kejahatan berat yang melibatkan tokoh berpengaruh membuatnya merenungkan keterbatasan keadilan manusia. Ia menilai, tidak semua pelaku kejahatan besar mendapatkan hukuman setimpal di dunia karena faktor kekuasaan, uang, atau pengaruh.

Dari situlah, kata Heena, ia memahami bahwa dalam perspektif Islam, neraka merupakan bagian dari keadilan ilahi. Tempat tersebut, menurutnya, menjadi simbol pertanggungjawaban akhir bagi pelaku kejahatan yang melampaui batas dan tidak mau bertaubat.

Ia menegaskan bahwa pemahamannya tentang neraka bukan bertentangan dengan kasih sayang Tuhan, justru melengkapinya. Dalam ajaran Islam yang ia pelajari, rahmat Allah sangat luas, namun keadilan tetap ditegakkan.

Neraka Bukan untuk Kesalahan Kecil

Dalam penjelasannya, Heena juga mengingatkan para pengikutnya bahwa konsep neraka dalam Islam tidak ditujukan bagi kesalahan kecil yang tidak disengaja. Ia menekankan bahwa Allah Maha Pengampun dan membuka pintu taubat seluas-luasnya bagi manusia yang menyesali perbuatannya.

“Allah sangat penyayang. Sangat sulit bagi orang yang tulus dan berhati baik untuk berakhir di neraka. Rahmat-Nya lebih besar daripada murka-Nya,” tutur Heena.

Pesan itu ia sampaikan untuk menyeimbangkan pembahasan tentang hukuman dengan harapan dan kasih sayang Tuhan. Ia mengajak audiensnya untuk tidak hanya takut, tetapi juga optimistis terhadap ampunan Allah.

Dakwah Digital dengan Bahasa Sederhana

Sebagai mualaf yang tumbuh di Amerika, Heena melihat dirinya memiliki tanggung jawab menjelaskan Islam dengan cara yang mudah dipahami. Ia berupaya menghubungkan isu-isu global dan peristiwa aktual dengan nilai-nilai keislaman agar terasa relevan bagi generasi muda.

Kontennya banyak mendapat respons karena dinilai lugas, ceria, dan tidak menggurui. Selain membahas akidah dan hikmah keimanan, Heena tetap rutin membagikan tips kesehatan dan gaya hidup, sekaligus menunjukkan bahwa menjadi muslimah tetap bisa aktif dan modern.

Lewat pernyataannya yang mengaitkan Epstein Files dengan konsep keadilan akhirat, Heena kembali memantik diskusi—bukan hanya tentang kasus itu sendiri, tetapi juga tentang bagaimana ajaran agama memandang keadilan, hukuman, dan kasih sayang Tuhan.
 


(ACF)
TAGs: Mualaf