Masjid Berusia Hampir 1.000 Tahun di Turki Kembali Dibuka Setelah Tutup 112 Tahun

N Zaid - Masjid Turki 28/06/2026
Masjid Berusia Hampir 1.000 Tahun di Turki Kembali. Foto: Iqna
Masjid Berusia Hampir 1.000 Tahun di Turki Kembali. Foto: Iqna

Oase.id - Sebuah masjid bersejarah di Provinsi Gumushane, Turki utara, kembali dibuka untuk umum setelah tidak digunakan selama 112 tahun. Masjid Küçük resmi menggelar kembali shalat Jumat pada 26 Juni 2026 usai menjalani proses restorasi besar yang mempertahankan keaslian bangunan bersejarah tersebut.

Pembukaan kembali masjid ditandai dengan pelaksanaan shalat Jumat yang dipimpin oleh Mufti Provinsi Gumushane, Dr. Hayri Erenay. Peresmian ini menjadi momen bersejarah karena masjid tersebut terakhir kali aktif digunakan sebagai tempat ibadah pada tahun 1914.

Proyek renovasi dan restorasi telah dikelola oleh Direktorat Jenderal Yayasan Turki sejak 2005. Pekerjaan utama rampung pada 2025, sementara penyelesaian berbagai detail akhir memungkinkan masjid kembali difungsikan sebagai tempat ibadah pada tahun ini.

Dalam sambutannya, Dr. Hayri Erenay menjelaskan bahwa berdasarkan catatan sejarah, Masjid Küçük diperkirakan telah berdiri selama hampir seribu tahun. Bangunan tersebut dinilai sebagai salah satu contoh penting arsitektur era Seljuk yang masih mempertahankan bentuk aslinya.

"Masjid ini merupakan salah satu warisan arsitektur Seljuk yang sangat berharga. Selama berabad-abad, bangunan ini mampu mempertahankan karakter aslinya tanpa kehilangan nilai sejarah," ujarnya.

Ia menambahkan, masjid dibangun dengan denah berbentuk persegi yang menjadi ciri khas arsitektur Seljuk. Selama berabad-abad bangunan tersebut menjadi pusat kegiatan ibadah masyarakat sebelum akhirnya ditutup pada 1914 karena berbagai kondisi yang terjadi saat itu.

Menurut Erenay, seluruh proses rekonstruksi dilakukan dengan mengutamakan pelestarian desain asli dan integritas historis bangunan. Tim restorasi berupaya memastikan setiap bagian yang diperbaiki tetap sesuai dengan karakter arsitektur masjid sejak pertama kali dibangun.

Ia juga menegaskan bahwa ibukanya kembali Masjid Küçük bukan sekadar menghidupkan sebuah bangunan tua, tetapi juga mengembalikan fungsi sosial dan spiritualnya bagi masyarakat setempat setelah lebih dari satu abad tidak digunakan.

"Insya Allah, mulai sekarang salat berjamaah dan berbagai kegiatan keagamaan akan kembali dilaksanakan secara rutin di tempat ini. Kami berharap masjid ini kembali menjadi pusat persatuan umat dan membawa keberkahan bagi masyarakat," kata Erenay.

Pembukaan kembali Masjid Küçük menjadi salah satu upaya Turki dalam melestarikan warisan sejarah Islam sekaligus menghidupkan kembali bangunan-bangunan bersejarah yang memiliki nilai budaya dan religius tinggi.(iqna)


(ACF)
TAGs: Masjid Turki