Masjid Negara di IKN Akan Gelar Salat Idul Fitri Perdana Tahun Ini
Oase.id - Masjid negara di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, akan menggelar salat Idul Fitri perdana tahun ini. Momentum tersebut menjadi bagian dari rangkaian program Ramadan pertama di masjid yang baru dibuka untuk publik tersebut.
Masjid yang dibangun dengan biaya sekitar 62 juta dolar AS itu mulai digunakan sejak awal Ramadan tahun ini. Dengan kapasitas sekitar 60.000 jemaah, masjid tersebut menjadi salah satu fasilitas keagamaan utama di kawasan ibu kota baru Indonesia.
Juru bicara Otorita Ibu Kota Nusantara, Troy Pantouw, mengatakan penyelenggaraan salat Idul Fitri di masjid tersebut diharapkan menjadi momen penting bagi perkembangan IKN.
“Masjid ini melambangkan bahwa pembangunan Ibu Kota Nusantara tidak hanya memperhatikan aspek fisik, tetapi juga spiritual, sosial, dan lingkungan,” kata Pantouw, Sabtu.
Ia menambahkan pemerintah berharap pelaksanaan salat Idul Fitri di masjid tersebut dapat menjadi momentum persatuan bagi masyarakat di kawasan ibu kota baru.
Bagian dari Proyek Pemindahan Ibu Kota
Pembangunan masjid negara merupakan bagian dari proyek besar pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke Pulau Kalimantan.
Proyek senilai sekitar 32 miliar dolar AS tersebut ditargetkan selesai pada 2045. Pemerintah memindahkan pusat pemerintahan dari Jakarta karena berbagai persoalan, termasuk kepadatan penduduk dan penurunan permukaan tanah di kota tersebut.
Masjid yang berlokasi di Kalimantan Timur itu secara lokal dikenal sebagai Masjid Negara. Pembangunannya dimulai pada 2024.
Desain masjid dikerjakan oleh seniman patung asal Bali, Nyoman Nuarta, atas permintaan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Nuarta dikenal sebagai salah satu seniman visual terkemuka di Indonesia dan perancang patung raksasa Garuda Wisnu Kencana di Bali. Ia juga merancang sejumlah bangunan utama di IKN, termasuk istana negara baru.
Ramadan Pertama di Masjid IKN
Ramadan tahun ini menjadi periode pertama berbagai kegiatan ibadah digelar di masjid tersebut. Salat tarawih perdana dilaksanakan pada 18 Februari dan dihadiri ribuan jemaah dari wilayah sekitar Kalimantan Timur.
Pemerintah juga merencanakan pembangunan rumah ibadah agama lain di kompleks yang sama dengan masjid negara.
Saat ini pembangunan gereja Kristen sedang berlangsung, sementara ke depan akan dibangun pula tempat ibadah bagi umat Buddha, Hindu, dan Konghucu.
Pantouw mengatakan kawasan tersebut sejak awal dirancang sebagai simbol kerukunan antarumat beragama.
“Kami ingin Ibu Kota Nusantara menjadi contoh nyata bahwa pembangunan fisik dapat berjalan seiring dengan upaya membangun toleransi dan keharmonisan dalam masyarakat,” ujarnya.
(ACF)