Ratusan Anak Muda Ikuti Taaruf Golek Garwo, Kemenag Hadirkan Ruang Cari Jodoh yang Islami dan Bermartabat
Oase.id - Mencari pasangan hidup kini tak lagi harus melalui perkenalan yang serba tidak pasti. Di tengah perubahan gaya hidup generasi muda, Kementerian Agama menghadirkan ruang ta'aruf yang aman, terarah, dan sesuai syariat melalui program Ta'aruf Golek Garwo. Antusiasme masyarakat pun terlihat tinggi. Sebanyak 354 peserta telah mendaftar sebelum acara dimulai, belum termasuk mereka yang melakukan registrasi langsung di lokasi.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian Peaceful Muharam 1448 H, sekaligus bagian dari Nikah Fest 2026 dan Islamic Wedding Expo yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama.
Dikutip dari laman Kemenag, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa Ta'aruf Golek Garwo bukan sekadar ajang mempertemukan laki-laki dan perempuan yang ingin menikah. Lebih dari itu, kegiatan ini dirancang untuk membangun kesiapan peserta dalam memasuki kehidupan rumah tangga sesuai tuntunan Islam.
"Hari ini adalah wasilah untuk menghidupkan sunah Rasulullah melalui ikhtiar mencari pasangan hidup. Kalau niatnya karena Allah dan mengikuti sunah nabi, maka kehadiran kita di tempat ini sudah mengandung keberkahan dan pahala," ujar Abu Rokhmad di Jakarta, Minggu (28/6/2026).
Ia menjelaskan, Ta'aruf Golek Garwo melengkapi rangkaian Nikah Fest 2026 yang sebelumnya menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari nikah massal, edukasi keluarga, literasi keuangan, zakat, wakaf, hingga pameran layanan pernikahan.
Menurut Abu Rokhmad, proses pencarian pasangan tidak cukup hanya dengan saling mengenal secara singkat. Pernikahan merupakan amanah besar yang memerlukan kesiapan lahir dan batin. Oleh karena itu, seluruh peserta mengikuti tahapan yang telah disusun secara sistematis, mulai dari sesi perkenalan, pendalaman komunikasi, hingga muhasabah.
"Peserta tidak hanya dipertemukan, tetapi juga dibimbing agar memahami bahwa membangun keluarga sakinah membutuhkan tanggung jawab, kesiapan, dan komitmen," katanya.
Abu Rokhmad juga mengingatkan bahwa konsep ta'aruf merupakan bagian dari ajaran Islam yang menjunjung tinggi adab dan kehormatan. Ia mengutip firman Allah bahwa manusia diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar saling mengenal.
"Ta'aruf bukan sekadar saling berkenalan, tetapi jalan untuk saling memahami dengan cara yang makruf dan menjaga kehormatan masing-masing," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama juga berharap semakin banyak generasi muda yang menempuh pernikahan secara sah dan tercatat. Hal tersebut menjadi bagian dari penguatan Gerakan Sadar Pencatatan Nikah, sejalan dengan arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar untuk menghadirkan layanan keagamaan yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
Sementara itu, Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ahmad Zayadi menilai tingginya jumlah peserta menjadi bukti bahwa generasi muda membutuhkan wadah ta'aruf yang terpercaya dan mendapatkan pendampingan.
"Antusiasme peserta sangat luar biasa. Ini menjadi penanda bahwa masyarakat membutuhkan ruang yang mempertemukan para pihak secara baik. Tugas kita bukan hanya memberikan edukasi, tetapi juga memfasilitasi agar ikhtiar menuju pernikahan berlangsung secara terarah," kata Zayadi.
Ia menjelaskan, seluruh tahapan dalam Golek Garwo dirancang agar peserta dapat saling mengenal secara bertanggung jawab tanpa mengesampingkan nilai kesopanan dan etika. Prosesnya meliputi sesi perkenalan, pendalaman komunikasi, hingga refleksi diri atau muhasabah.
Zayadi pun mengajak seluruh peserta menjadikan momentum tersebut sebagai bagian dari ikhtiar spiritual dalam mencari pasangan hidup. Menurutnya, keberanian hadir mengikuti ta'aruf perlu disertai doa, kesungguhan, dan kemauan memperbaiki diri agar dipertemukan dengan jodoh terbaik yang telah ditetapkan Allah subhanahu wata'ala.
Ia menambahkan, forum seperti Ta'aruf Golek Garwo bukan hanya membuka peluang bertemu calon pasangan, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk membangun keluarga yang kokoh sebagai fondasi ketahanan masyarakat.
"Kalau sudah menemukan pasangan yang sesuai, jangan menunda tanpa alasan yang jelas. Semoga Allah subhanahu wata'ala mempertemukan seluruh peserta dengan jodoh terbaik dan mengantarkan mereka menuju keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah," pungkasnya.
(ACF)