Baca Doa Ini Ketika Kamu Sedih, Agar Hati Jadi Tenang

Siti Mahmudah - Doa Sehari-hari Doa ketika sedih Al-Quran 17/01/2022
Doa ketika Sedih (sweetlouise-Pixabay)
Doa ketika Sedih (sweetlouise-Pixabay)

Oase.id - Perasaan sedih merupakan hal yang wajar dialami oleh setiap orang. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari dari perasaan sedih. Salah satunya dengan memanjatkan doa. Membaca doa saat merasa sedih misalnya.

Al-Quran menyebutkan, “Karena tidak ada keraguan, dengan mengingat Allah hati menjadi tentram.” (QS. Ar-Ra’du: 28)

Senada dengan perkataan hadis Nabi ﷺ agar diberi ketenangan dari rasa sedih, dari Imam Thabrani dari Abu Umamah hendaknya membaca doa ini:

Allaahumma inni as-aluka nafsan bika muthmainnah, tu’minu biliqo-ika wa tardho bi qodho-ika wataqna’u bi ‘atho-ika.”

Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu jiwa yang merasa tenang kepada-Mu, yang yakin akan bertemu dengan-Mu, yang rida akan ketetapan-Mu, dan yang merasa cukup dengan pemberian-Mu.”

Diriwayatkan dalam kitab Ibnu Sunni, dari Abi Musa al-Asy’ary Radiyallahu anhu (RA), bahwa Rasul ﷺ bersabda:

“Siapa yang tertimpa kesedihan dan kegundahan, maka hendaknya berdoa dengan kalimat ini: Ana ‘abdukabnu amatika fii qobdlatika naa shiyatii biyadlika maa dlliing fii hukumuka ‘adlun fii qadlaa-uka, as-aluka bikullismin huwa laka sammayta bihi nafsaka aw anzaltahu fii kitaabika aw ‘allamtahu ahadan min khalqika aw asta’tsarta bihi fii ‘ilmil ghaibi ‘indaka an ta’alal qur’aana nuura shadrii wa rabii’a qalbii wajalaa-a huznii wa dzahaaba hammii.”

Artinya: “Aku adalah hamba-Mu laki-laki dan putra dari hamba-Mu perempuan, nasibku berada dalam kekuasaan-Mu, keputusan-Mu berlaku bagiku, hukum-hukum-Mu adil bagiku. Aku memohon kepada-Mu dengan semua nama yang Engkau miliki, yang Engkau namakan dirimu dengannya. Atau yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau yang Engkau sembunyikan dalam ilmu gaib yang Engkau miliki, agar Engkau jadikan Al-Quran sebagai pelega hatiku, penerang dadaku, pelenyap kesedihanku, dan penglihatan rasa gelisahku.”

Lalu, seketika ada seseorang yang hadir dan bertanya kepada Rasul ﷺ: “Wahai Rasulullah, apakah orang yang sedih dan resah karena tertipu juga termasuk dalam doa ini?  Beliau menjawab, “Benar, bacalah dan ajarkanlah doa itu, karena siapa yang membacanya dengan harapan apa yang terkandung di dalamnya, niscaya Allah Swt akan menghilangkan kesedihan dan melanggengkan kegembiraannya.”

Sumber: Disarikan dari keterangan dalam Al-Adzkar An-Nawawiyah karya al-Imam Abi Zakaria Yahya bin Syaraf an-Nawawi


(ACF)