Waspada! 3 Hal Ini Bisa Jadi Penghalang Seseorang Masuk Surga

Phooby Kamaratih - Hukum Islam Utang-Piutang Sombong Surga 09/12/2021
Al Quran (Gambar oleh Fauzan My dari Pixabay)
Al Quran (Gambar oleh Fauzan My dari Pixabay)

Oase.id – Surga merupakan tempat yang dijanjikan oleh Allah SWT bagi seluruh umat-Nya. Kita, sebagai muslim wajib menjalankan semua perintah dan menjauhi larangan-Nya agar bisa jadi penghuni surga. Salah satunya lewat ibadah dan amalan baik.

Namun, tidak semua muslim menyadari hal ini. Mereka kerap lalai menjalankan perintah Allah dan melanggar larangan-Nya sehingga menyebabkan pintu surga tertutup bagi mereka. Nah, kali ini Oase.id akan membahas hal-hal yang bisa menjadi penghalang seorang muslim untuk masuk surga.

Sebagaimana salah satu riwayat hadits Nabi ﷺ:

عَنْ ثَوْبَانَ مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَنْ فَارَقَ الرُّوحُ الْجَسَدَ وَهُوَ بَرِيءٌ مِنْ ثَلَاثٍ دَخَلَ الْجَنَّةَ مِنْ الْكِبْرِ وَالْغُلُولِ وَالدَّيْنِ. رواه أبن ماجه

Dari Tsauban ra, budak Rasulullah ﷺ dari Rasulullah ﷺ bahwa ia bersabda, “Barangsiapa yang mati sedang ia berlepas diri dari tiga hal, ia akan masuk surga; yaitu, dari sombong, ghulul (mengambil harta rampasan sebelum dibagi) dan hutang.” (HR Ibnu Majah)

3 hal yang bisa jadi penghalang seseorang masuk surga:

1. Sombong

Sombong dan takabur merupakan salah satu sifat yang tidak disukai oleh Allah Swt, sebagaimana dalam firman-Nya,

وَلَا تُصَعِّرۡ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمۡشِ فِى الۡاَرۡضِ مَرَحًا ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخۡتَالٍ فَخُوۡرٍۚ

“Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS.Luqman:18)

Sifat sombong dalam diri manusia berpotensi muncul dari perkara kecil dalam kehidupan sehari-hari. Seperti merasa lebih hebat dari temannya, merasa berkuasa karena memiliki jabatan, dan lain-lain. Salah satu hadis yang menjelaskan tentang sombong dapat membuat seseorang tidak dapat melihat surga.

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ رض اَنَّهُ سَمِعَ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: مَا مِنْ رَجُلٍ يَمُوْتُ حِيْنَ يَمُوْتُ وَ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ كِبْرٍ تَحِلُّ لَهُ اْلجَنَّةُ اَنْ يَرِيْحَ رِيْحَهَا وَ لاَ يَرَاهَا. احمد فى الترغيب و الترهيب

"Dari Uqbah bin ‘Amir RA, sesungguhnya ia mendengar Rasulullah ﷺ, bersabda, “Orang yang meninggal dunia, dan ketika ia meninggal itu di dalam hatinya masih ada sebesar biji sawi dari sombong, maka tidaklah halal baginya surga, tidak mencium baunya dan tidak pula melihatnya”. (HR. Ahmad, dalam Targhib wat Tarhib juz 3, hal. 566)

2. Ghulul (mengambil harta rampasan sebelum dibagi)

Ghulul atau Ghanimah adalah harta rampasan yang berasal dari perang di jalan Allah dan dalam keadaan kondisi negara tidak dalam menjalani hukum dan peraturan pemerintahan. Sebuah hadis Rasulullah ﷺ menjelaskan tentang pembagian harta rampasan dan siksaan bagi mereka yang berlaku curang pada harta rampasan tersebut.

عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ قَالَ صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْم حُنَيْنٍ إِلَى جَنْبِ بَعِيرٍ مِنْ الْمَقَاسِمِ ثُمَّ تَنَاوَلَ شَيْئًا مِنْ الْبَعِيرِ فَأَخَذَ مِنْهُ قَرَدَةً يَعْنِي وَبَرَةً فَجَعَلَ بَيْنَ إِصْبَعَيْهِ ثُمَّ قَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ هَذَا مِنْ غَنَائِمِكُمْ أَدُّوا الْخَيْطَ وَالْمِخْيَطَ فَمَا فَوْقَ ذَلِكَ فَمَا دُونَ ذَلِكَ فَإِنَّ الْغُلُولَ عَارٌ عَلَى أَهْلِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَشَنَارٌ وَنَارٌ. رواه ابن ماجه

Dari Ubadah bin Shamit, ia berkata, "Rasulullah ﷺ salat bersama kami pada saat peristiwa perang Hunain, beliau berada di samping unta hasil pembagian harta rampasan perang, kemudian beliau memakan sedikit dari daging unta, mengambilnya sedikit dan meletakkannya di antara dua jari beliau, lalu bersabda, "Wahai manusia! Sesungguhnya ini adalah bagian dari harta rampasan perang kalian, janganlah kalian berlaku curang dalam pembagian harta rampasan perang sekalipun hanya berupa kain, atau yang kurang dari itu, karena sesungguhnya pengkhianatan akan menjadi cela bagi pelakunya pada hari Kiamat kelak, (juga akan menjadi) aib dan api neraka." Hasan Shahih: Al Irwa' (5/74-75), Ash-Shahihah (985)

3. Utang

Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin beberapa dari kita tidak terlepas dari persoalan utang, baik utang uang, barang, dan lainnya. Persoalan utang piutang, Allah Swt sangat memperhatikan setiap hak hamba-Nya agar tidak ada yang terdzalimi, dan Allah menghimbau umat-Nya untuk mencatat setiap mereka berutang.

Sebagaimana firman Allah Swt dalam surah Al-Baqarah ayat 282-283, dalam ayat 282 yang berbunyi;

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا تَدَايَنتُم بِدَيۡنٍ إِلَىٰٓ أَجَلٖ مُّسَمّٗى فَٱكۡتُبُوهُۚ وَلۡيَكۡتُب بَّيۡنَكُمۡ كَاتِبُۢ بِٱلۡعَدۡلِۚ وَلَا يَأۡبَ كَاتِبٌ أَن يَكۡتُبَ كَمَا عَلَّمَهُ ٱللَّهُۚ فَلۡيَكۡتُبۡ وَلۡيُمۡلِلِ ٱلَّذِي عَلَيۡهِ ٱلۡحَقُّ وَلۡيَتَّقِ ٱللَّهَ رَبَّهُۥ وَلَا يَبۡخَسۡ مِنۡهُ شَيۡ‍ٔٗاۚ ….

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu´amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada utangnya….” (Al-Baqarah: 282)

Saking pentingnya perkara hutang, Rasulullah pernah bersabda dalam suatu hadits yang berbunyi:

عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلاَّ الدَّيْنَ  رواه مسلم واحمد

Dari Abdullah bin Amr bin Ash ra, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: Diampuni semua dosa orang yang mati syahid kecuali utang. (HR. Muslim dan Ahmad)

Dan sebuah riwayat Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Ruh orang mati itu tergantung dengan utangnya sampai utang itu dilunasi untuknya.” (HR.Tirmidzi)

Itulah beberapa perkara yang akan menghambat kita sebagai umat Islam untuk menuju Surga, semoga kita selalu dijauhi dari hal-hal tersebut dan dilimpahkan seluruh rahmat dan karunia-Nya. Aamiin.


(ACF)