Kisah Haru Penghuni Kubur Pertama di Pemakaman Muslim Oklahoma
Oase.id - Dai asal Amerika Serikat, Syeikh Waleed Basyouni PhD, membagikan kisah menyentuh tentang pemakaman komunitas Islam pertama di Oklahoma. Yang pertama dikubur di pemakaman itu adalah seorang Muslimah tua yang baru saja tiba dari China. Tetapi bukan hanya itu kisah menariknya. Melainkan, momen tersebut membuat keluarga yang berduka, yang sebelumnya nonmuslim, memilih untuk bersyahadat.
Diceritakan Syeikh Waleed, komunitas Muslim di sebuah kota di Oklahoma tersebut sebelumnya membutuhkan perjuangan panjang selama lima tahun untuk mendapatkan izin pembangunan pemakaman Islam.
“Kami berjuang selama lima tahun melawan pemerintah agar bisa memiliki pemakaman Muslim dan memakamkan orang sesuai syariat,” ujarnya.
Setelah izin itu akhirnya keluar, sang imam pemakaman menerima telepon dari seorang wanita Amerika yang meminta agar ibunya dimakamkan di sana.
“Dia menelepon dan berkata, ‘Ibu saya meninggal dunia dan kami ingin menguburkannya di pemakaman Muslim Anda.’”
Sang imam sempat kebingungan karena area pemakaman itu sebenarnya belum siap digunakan. Dari percakapan tersebut, ia merasa wanita itu bukan seorang Muslimah.
“Saya bertanya kepadanya, ‘Apakah Anda Muslim?’ Dia menjawab, ‘Tidak. Tapi ibu saya seorang Muslimah.’”
Muslimah Tua yang Menjaga Islam dalam Kesendirian
Ketika bertemu langsung, imam tersebut mengetahui bahwa ibu wanita itu adalah seorang keturunan China-Amerika yang baru datang dari China beberapa hari sebelumnya.
Menurut cerita keluarganya, wanita tua itu pernah tinggal di Amerika bersama suaminya. Namun kehidupan rumah tangga mereka berubah ketika sang suami meninggalkan Islam.
Karena ingin mempertahankan imannya, wanita tersebut memilih kembali ke China seorang diri. Anak-anaknya tetap tinggal di Amerika bersama ayah mereka dan tumbuh dalam lingkungan non-Muslim.
Meski hidup jauh dari komunitas Muslim, wanita itu tetap menjaga keislamannya hingga akhir hayat.
Sobekan Buku Telepon di Bandara
Sang putri kemudian menceritakan momen yang ia ingat setelah ibunya wafat.
“Ibu saya mengambil buku telepon kuning di bandara dan mencari alamat Islamic Center,” katanya.
Wanita tua itu bahkan merobek halaman yang berisi alamat masjid tersebut lalu menyimpannya.
Ia kemudian berkata kepada putrinya, “Kalau sesuatu terjadi padaku di sini, mereka adalah saudara-saudaraku.”
Sang putri mengaku saat itu ia tidak terlalu memahami perkataan ibunya dan mengira ibunya hanya kelelahan setelah perjalanan panjang.
Namun dua malam kemudian, Muslimah tersebut meninggal dunia dalam tidurnya.
Penghuni Kubur Pertama di Pemakaman Muslim
Imam setempat akhirnya memutuskan bahwa wanita itu akan menjadi penghuni pertama di pemakaman Muslim baru tersebut.
Kisahnya disampaikan saat khutbah Jumat dan membuat hampir seluruh jamaah ikut menghadiri salat jenazahnya.
Keluarga almarhumah terkejut melihat begitu banyak Muslim datang mengantar pemakaman.
“Mereka bertanya, ‘Siapa semua orang ini?’”
Sang imam menjawab, “Mereka adalah saudara-saudaranya.”
Mendengar jawaban itu, keluarga almarhumah langsung menangis haru.
Doa Sang Ibu yang Menjadi Jalan Hidayah
Usai pemakaman, putri almarhumah menyerahkan secarik kertas kepada imam.
“Dia berkata, ‘Ini doa favorit ibu saya.’”
Syeikh Waleed mengatakan sang imam langsung menangis ketika membaca isi tulisan tersebut.
Dalam tulisan Arab sederhana itu tertulis:
“Ya Allah, berilah hidayah kepada anak-anakku.”
Doa itu ternyata menjadi awal perubahan besar bagi keluarganya.
Menurut Syeikh Waleed, putra almarhumah langsung mengucapkan syahadat sebelum meninggalkan area makam ibunya.
Tak lama kemudian, mantan suami wanita tersebut juga tersentuh.
“Ia berkata, ‘Saya ingin memesan liang kubur di sampingnya. Berapa biayanya?’”
Kemudian sang imam menjawab, “Dengan menyebut Tidak ada Tuhan Selain Allah (syahadat).”
Syeikh Waleed mengatakan mantan suami itu akhirnya juga memutuskan masuk Islam di tempat yang sama.
(ACF)