Minyak Zaitun Turki Berusia 2.600 Tahun Curi Perhatian London, Warisan Anatolia Siap Mendunia

N Zaid - Makanan Sehat Travel 15/07/2026
Ilustrasi minyak zaitun. Foto: Unsplash
Ilustrasi minyak zaitun. Foto: Unsplash

Oase.id - Warisan minyak zaitun Turki yang telah berusia lebih dari 2.600 tahun untuk pertama kalinya diperkenalkan kepada komunitas gastronomi internasional melalui sebuah acara pencicipan (tasting) eksklusif di London, salah satu pusat kuliner paling berpengaruh di dunia.

Acara tersebut mempertemukan jurnalis Inggris, penulis kuliner, chef, pelaku industri makanan, praktisi hubungan masyarakat, seniman, hingga pebisnis untuk mengenal lebih dekat kualitas extra virgin olive oil asal kawasan Urla dan Milas di pesisir Aegea, sekaligus memahami sejarah panjang tradisi budidaya zaitun di Anatolia.

Kegiatan ini menampilkan minyak zaitun premium produksi Oro di Milas dan Kostem Ciftligi Organic Olive Oils. Fokus utama acara bukan mempromosikan merek tertentu, melainkan memperkenalkan kekayaan budaya, kualitas, dan tradisi produksi minyak zaitun Turki kepada para tokoh berpengaruh di dunia kuliner.

London Jadi Panggung Diplomasi Kuliner Turki

Acara digelar di Zahter Restaurant, restoran yang dikenal sebagai salah satu duta kuliner Turki di London.

Selain menikmati berbagai jenis extra virgin olive oil premium, para tamu diajak memahami hubungan erat minyak zaitun dengan sejarah Anatolia, pola hidup sehat masyarakat Mediterania, serta identitas kuliner Turki yang telah berkembang selama ribuan tahun.

Kegiatan ini dipandang sebagai bentuk gastrodiplomasi, yakni upaya memperkuat citra dan pengaruh suatu negara melalui makanan dan warisan kuliner.

Edukasi Mengenali Minyak Zaitun Berkualitas

Acara dipandu oleh jurnalis sekaligus pendidik internasional minyak zaitun Aynur Tattersall bersama penulis kuliner The Times, Giulia Crouch, yang juga merupakan seorang sommelier minyak zaitun bersertifikat.

Keduanya memberikan panduan profesional mengenai cara mengenali minyak zaitun extra virgin berkualitas melalui karakteristik utama seperti aroma buah, tingkat kepahitan, dan sensasi pedas yang menjadi indikator mutu.

Menurut mereka, pemahaman mengenai minyak zaitun autentik tidak hanya penting bagi dunia kuliner, tetapi juga berkaitan erat dengan gaya hidup sehat.

Tattersall menjelaskan bahwa sejarah minyak zaitun Turki dapat ditelusuri hingga situs produksi minyak zaitun kuno di Klazomenai, Urla, yang telah beroperasi sejak abad ke-6 sebelum Masehi.

"Tantangan saat ini bukan lagi sekadar menghasilkan minyak zaitun berkualitas tinggi, tetapi bagaimana memperkenalkan sejarah, budaya, dan gaya hidup sehat Anatolia kepada dunia," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa gastronomi kini menjadi salah satu instrumen diplomasi budaya yang paling efektif dalam memperkenalkan identitas sebuah bangsa.

Warisan 2.600 Tahun dari Anatolia

Dalam presentasi tersebut, para peserta diperkenalkan dengan situs produksi minyak zaitun kuno di Klazomenai yang diyakini sebagai salah satu fasilitas pengolahan minyak zaitun tertua di dunia.

Sistem pengepresan batu yang digunakan ribuan tahun lalu masih dapat ditemukan hingga kini dan menjadi bukti bahwa Anatolia memiliki peran penting dalam perkembangan industri minyak zaitun dunia.

Para pembicara menegaskan bahwa minyak zaitun selama ribuan tahun bukan sekadar bahan pangan, tetapi juga menjadi bagian dari peradaban, budaya, dan kehidupan masyarakat Mediterania.

Minyak Zaitun Milas Raih Pengakuan Uni Eropa

Sorotan lain dalam acara tersebut adalah minyak zaitun extra virgin dari varietas zaitun Memecik yang dibudidayakan di wilayah Milas, Provinsi Mugla.

Produk ini dikenal memiliki kandungan polifenol tinggi, cita rasa buah yang kuat, serta keseimbangan rasa pahit dan pedas yang khas.

Minyak zaitun Milas juga menjadi produk minyak zaitun pertama dari Turki yang memperoleh status Protected Designation of Origin (PDO) dari Uni Eropa.

Pengakuan tersebut tidak hanya mencerminkan kualitas produk, tetapi juga mengakui karakter geografis dan tradisi produksi yang telah diwariskan selama berabad-abad.

Turki Perkuat Posisi di Pasar Minyak Zaitun Dunia

Para pelaku industri menilai Turki kini semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu produsen zaitun dan minyak zaitun terbesar di dunia.

Dengan proyeksi panen yang kembali melimpah pada musim mendatang, promosi internasional dinilai menjadi faktor penting agar minyak zaitun premium Turki mampu memperoleh nilai tambah yang lebih besar di pasar global.

Minyak Zaitun Jadi Jantung Kuliner Turki

Usai sesi pencicipan, para tamu menikmati hidangan khas Anatolia yang seluruhnya diolah menggunakan extra virgin olive oil.

Manajer Zahter Restaurant, Yasemin Mutlu, mengatakan minyak zaitun merupakan fondasi utama dalam kuliner Turki.

"Kami tidak menggunakan minyak goreng lain di dapur. Semua hidangan kami dimasak dengan extra virgin olive oil. Bagi kami, minyak zaitun bukan sekadar bahan masakan, tetapi bagian dari budaya, gaya hidup sehat, dan identitas kuliner Turki," ujarnya.

Acara di London itu ditutup dengan pesan bahwa masa depan industri minyak zaitun Turki tidak hanya bergantung pada kualitas produksinya, tetapi juga pada kemampuan mengangkat warisan budaya Anatolia selama ribuan tahun menjadi sebuah merek global yang kuat.(DS)


(ACF)