Ternyata Lampu Kristal Masjid Nabawi Dibuat di Austria, Masih Bersinar Indah Setelah 35 Tahun

N Zaid - Nabawi 12/07/2026
Foto: TII
Foto: TII

Oase.id - Jutaan umat Islam yang berkunjung ke Masjid Nabawi setiap tahun mungkin terpukau oleh kemegahan lampu-lampu kristal yang menggantung di dalam masjid. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa lampu-lampu megah tersebut merupakan hasil karya sebuah perusahaan keluarga dari Wina, Austria, yang telah menekuni seni pembuatan kristal selama beberapa generasi.

Hingga kini, puluhan tahun setelah dipasang, lampu-lampu tersebut masih menerangi Masjid Nabawi, menjadi saksi jutaan jamaah yang datang untuk beribadah dan berselawat kepada Rasulullah SAW.

Berawal dari Bisnis Keluarga di Wina

Kisah ini bermula dari perusahaan J. & L. Lobmeyr, produsen kaca kristal dan lampu gantung yang didirikan di Wina, Austria, pada abad ke-19.

Generasi keempat keluarga Rath, Hans Harald Rath, mulai memimpin perusahaan pada 1938 dan dikenal sebagai sosok yang mengembangkan desain lampu kristal berkelas dunia. Di bawah kepemimpinannya, Lobmeyr menjadi salah satu pemasok utama lampu mewah untuk berbagai negara di Timur Tengah.

Keahlian perusahaan ini dalam memadukan seni, teknik, dan kualitas kristal membuat hasil karyanya dipercaya menghiasi berbagai bangunan penting di dunia.

embed

Dipilih untuk Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Kepercayaan terhadap Lobmeyr semakin besar ketika perusahaan tersebut dipercaya merancang lampu gantung untuk Masjidil Haram di Makkah pada 1975.

Beberapa tahun kemudian, proyek yang jauh lebih besar datang.

Pada 1987, arsitek ternama Mohammad Kamal Ismail mempercayakan perusahaan tersebut untuk memproduksi lebih dari 140 lampu gantung kristal bagi Masjid Nabawi di Madinah.

Proyek itu dipimpin Peter Rath bersama tim desainer dari Dar Al-Handasah dan hingga kini diyakini sebagai salah satu proyek lampu gantung terbesar pada abad ke-20.

Memadukan Seni Islam dan Kristal Eropa

Keistimewaan lampu-lampu di Masjid Nabawi bukan hanya terletak pada ukurannya yang megah, tetapi juga pada desainnya.

Setiap lampu dirancang dengan memadukan motif seni arsitektur Islam dengan keahlian pembuatan kristal khas Wina. Hasilnya adalah pencahayaan yang elegan, hangat, sekaligus memperkuat nuansa spiritual di dalam masjid.

Kilauan kristal tersebut memperindah setiap sudut ruang salat tanpa mengurangi kesan khusyuk yang menjadi ciri khas Masjid Nabawi.

Tetap Bersinar Setelah Lebih dari Tiga Dekade

Salah satu hal yang paling mengagumkan adalah daya tahan lampu-lampu tersebut.

Sekitar 35 tahun sejak dipasang, lampu gantung kristal itu masih digunakan dan tetap menjadi sumber pencahayaan utama di dalam Masjid Nabawi.

Setiap hari, cahaya dari lampu-lampu itu menerangi ribuan jamaah yang datang untuk menunaikan salat, berzikir, membaca Al-Qur'an, hingga mengirimkan salam kepada Rasulullah SAW di kota suci Madinah.

Keindahan sebagai Bentuk Memuliakan Rumah Allah

Dalam tradisi Islam, masjid merupakan rumah Allah yang layak dijaga kebersihan, keindahan, dan kemegahannya selama tidak berlebihan atau mengarah pada kesombongan.

Keindahan interior Masjid Nabawi, termasuk lampu-lampu kristalnya, menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan suasana yang nyaman dan khusyuk bagi umat Islam dari seluruh dunia yang datang beribadah.

Di balik kilau kristal yang memancarkan cahaya itu, tersimpan pesan bahwa karya manusia dari berbagai penjuru dunia dapat bersatu untuk melayani tempat yang paling mulia bagi kaum muslimin.(tii)


(ACF)
TAGs: Nabawi