Arab Saudi Kini Hanya Melakukan Upacara Ghusl Kabaa Setahun Sekali, Bukan Dua Kali

N Zaid - Makkah 28/02/2023
Foto:  Hafiz Kashif Mahmood
Foto: Hafiz Kashif Mahmood

Oase.id - Dalam beberapa tahun terakhir, kita menyaksikan bahwa pemerintah Arab Saudi hanya melakukan upacara Ghusl Kaabah, atau upacara mencuci Ka'bah, hanya sekali dalam setahun.

Pencuciannya menggunakan air Zamzam yang dicampur dengan air mawar, Oud, dan Itar (aroma). Air zamzam yang dicampur bunga mawar akan disiramkan ke lantai kemudian diusap dengan tangan kosong dan daun lontar untuk mengepel lantai.

Sedangkan dinding interior dibersihkan dengan kain putih yang dicelupkan ke dalam parfum rose dan musk. Kemudian handuk tersebut digunakan untuk mengelap dinding Ka’bah.

Upacara pembasuhan Ka’bah, tradisi yang sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, biasanya dilakukan dua kali dalam setahun. Upacara pertama biasanya dilakukan pada awal tahun Islam, di bulan Muharram; yang kedua umumnya dilakukan pada tanggal 1 Syaban, bulan kedelapan dalam penanggalan Islam.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, upacara pembasuhan Ka'bah hanya dilakukan setahun sekali. Otoritas Saudi mengambil keputusan tersebut karena beberapa alasan. Salah satu alasan terbesar adalah alasan logistik dan kepraktisan, di mana pihak berwenang diketahui kesulitan menyelenggarakan acara di tengah ramainya pengunjung Ka'bah dan logistik penyelenggaraan upacara dua kali setahun.

Sedangkan pada tahun 2020, pencucian Ka'bah hanya dilakukan setahun sekali akibat merebaknya pandemi Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Arab Saudi. Upacara Ghusl Ka’bah terakhir kali dilaksanakan dua kali dalam setahun adalah pada tahun 2014.

Meski upacara pembasuhan Ka’bah mengalami perubahan, namun tetap menjadi peristiwa penting bagi umat Islam.

Upacara yang biasanya disiarkan langsung di televisi dan disaksikan oleh jutaan orang di seluruh dunia ini dipandang sebagai simbol persatuan umat Islam dan pengingat akan pentingnya kemurnian spiritual.

Mencuci Ka'bah adalah sunnah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam Saat memasuki Ka'bah saat penaklukan Makkah, Nabi shallallahu alaihi wasallam mencuci strukturnya dan membersihkannya dari berhala. Khalifah kemudian mengikuti kebiasaan tersebut hingga saat ini.

Namun, penetapan tanggal mandi dua kali setahun dimulai pada masa Raja Abdulaziz: raja pertama dan pendiri Arab Saudi modern.(theislamicinformation)


(ACF)
TAGs: Makkah