Bulan Rajab: Keutamaan dan Amalan yang Dianjurkan

N Zaid - Bulan Rajab 15/01/2026
Ilustrasi keutamaan bulan Rajab. Foto: Pixabay
Ilustrasi keutamaan bulan Rajab. Foto: Pixabay

Oase.id Bulan Rajab adalah salah satu bulan istimewa dalam kalender Islam (Hijriah) yang memiliki kedudukan mulia dan menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah dan ketakwaan kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Apa yang perlu kita ketahui terkait bulan yang istimewa ini. Berikut penjelasannya:

1. Rajab Termasuk Bulan Haram dan Dimuliakan Allah subhanahu wa ta'ala 

Dalam Islam, bulan Rajab termasuk salah satu dari empat bulan haram (asyhurul hurum) — yaitu bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur’an bahwa keempat bulan ini memiliki kedudukan istimewa dan harus dihormati dengan menjauhi dosa serta memperbanyak amal saleh.

Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah shallallahu laihi wa sallam menjelaskan:

“Setahun itu terdiri dari 12 bulan, di antaranya ada empat bulan haram… dan Rajab berada di antara Jumadil Akhir dan Sya’ban.” (HR Bukhari & Muslim)

Karena statusnya sebagai bulan haram, Rajab menjadi waktu yang tepat bagi seorang Muslim untuk mempertebal keimanan, memperbaiki diri, serta memperbanyak amal ibadah sebelum memasuki bulan Ramadhan.

2. Keutamaan Ibadah di Bulan Rajab

Meskipun tidak ada hadits shahih yang secara khusus mensyaratkan amalan tertentu yang hanya boleh dilakukan di bulan Rajab, umat Islam tetap dianjurkan memperbanyak segala amal kebaikan termasuk puasa sunnah, shalat sunnah, dzikir, membaca Al-Qur’an, beristighfar, dan sedekah.

Beberapa ulama menjelaskan bahwa Ramadan merupakan puncak ibadah, sedangkan Rajab adalah waktu awal untuk mempersiapkan hati dan amal sebelum kedatangan Ramadhan. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengajarkan doa berikut ketika memasuki bulan Rajab:

“Allahumma barik lana fi Rajaba wa Sya'bana wa ballighna Ramadhana.”

(Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan).

Selain itu, karena Rajab adalah bulan yang dimuliakan, amal saleh yang dilakukan akan mendapatkan pahala berlipat ganda apabila dilakukan dengan niat ikhlas karena Allah subhanahu wa ta'ala.

3. Memaksimalkan Keutamaan Bulan Rajab

Umat Islam disunnahkan memanfaatkan bulan Rajab sebagai momentum untuk menaikkan amalan dan menata kembali kehidupan spiritual. Rajab dapat menjadi kesempatan untuk:

  • Berpuasa sunnah selama beberapa hari sebagai bentuk ibadah dan introspeksi diri;
  • Memperbanyak membaca Al-Qur’an dan memperkuat hubungan dengan Allah;
  • Bertaubat dan beristighfar, membersihkan hati dari dosa;
  • Memperbanyak dzikir dan sedekah sebagai bentuk kebaikan sosial dan spiritual.

Dengan memahami keutamaan bulan Rajab, seorang Muslim dapat lebih memaksimalkan waktu ini untuk mendekatkan diri kepada Allah ﷻ, meningkatkan kualitas ibadah, dan memperbaiki diri agar siap menyambut bulan suci Ramadhan dengan semangat yang lebih tinggi.

Bulan Rajab merupakan bulan yang dimuliakan dalam Islam karena termasuk salah satu bulan haram yang dianjurkan untuk meningkatkan amal ibadah. Rasulullah subhanahu wa ta'ala memberikan dorongan untuk memanfaatkan bulan ini dengan beribadah, berdoa, beristighfar, dan memperbaiki diri secara spiritual sebagai persiapan menuju Ramadhan. Dalil-dalil Al-Qur’an dan hadits menunjukkan bahwa bulan Rajab memiliki status khusus dalam kalender Islam dan menjadi momen penting bagi umat Muslim untuk mengevaluasi kembali amalan sehingga mendapatkan keberkahan dari Allah subhanahu wa ta'ala.


(ACF)
TAGs: Bulan Rajab