Arus Balik Lebaran Padat di Merak, Masjid Jadi Tempat Istirahat Favorit Pemudik
Oase.id - Lonjakan arus balik Idulfitri 1447 H/2026 M di kawasan Pelabuhan Merak, Banten, menyebabkan kepadatan di sejumlah titik, termasuk lokasi-lokasi persinggahan pemudik. Masjid menjadi salah satu tempat yang paling banyak dimanfaatkan untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Lubenah, mengatakan tingginya mobilitas pemudik terlihat jelas di jalur penyeberangan Merak–Bakauheni. Jalur ini menjadi penghubung utama antara Pulau Jawa dan Sumatra.
Menurutnya, Masjid Al-Kulliyyah menjadi salah satu titik yang paling ramai disinggahi pemudik. “Banyak pemudik dari Jakarta dan sekitarnya yang menuju Lampung hingga Palembang beristirahat di sini,” ujarnya saat meninjau layanan masjid ramah pemudik, Kamis (26/3/2026).
Ia menjelaskan, tingginya jumlah pemudik yang singgah menunjukkan kebutuhan akan tempat istirahat yang aman dan nyaman selama perjalanan panjang. Masjid di kawasan strategis dinilai memiliki peran penting, tidak hanya sebagai tempat ibadah tetapi juga sebagai lokasi singgah.
Program masjid ramah pemudik, lanjutnya, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pemudik dapat beristirahat, menunaikan ibadah, hingga memulihkan kondisi sebelum melanjutkan perjalanan.
Selain Masjid Al-Kulliyyah, pemantauan juga dilakukan di Masjid Al-Muhajirin yang berada di jalur menuju pelabuhan dan turut dipadati pemudik. Kedua masjid tersebut menjadi pilihan utama karena lokasinya yang mudah diakses.
Pemudik yang singgah umumnya memanfaatkan fasilitas masjid untuk beristirahat sejenak, salat, serta melepas lelah sebelum melanjutkan perjalanan.
Lubenah menilai tingginya antusiasme masyarakat menjadi indikator bahwa program tersebut tepat sasaran. Ia menegaskan layanan serupa perlu terus diperkuat, khususnya di titik dengan mobilitas tinggi seperti kawasan pelabuhan.
Ia juga mengapresiasi peran pengurus masjid, penyuluh agama, dan masyarakat setempat yang turut mendukung layanan bagi pemudik. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi faktor penting dalam keberhasilan program di lapangan.
“Kami berharap masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pelayanan umat yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya. (Kemenag)
(ACF)