Menjelajah Travnik, Kota Para Wazir yang Sarat Jejak Islam di Bosnia-Herzegovina

N Zaid - Travel 28/02/2026
Masjid Sarena. Foto: Dailysabah
Masjid Sarena. Foto: Dailysabah

Oase.id - Ketika berbicara tentang Bosnia-Herzegovina, banyak wisatawan langsung teringat pada Sarajevo dan Jembatan Mostar yang ikonik. Namun, di balik dua destinasi populer itu, tersimpan sebuah kota bersejarah yang tak kalah memesona: Travnik, yang dikenal sebagai “Kota Para Wazir”.

Terletak di Lembah Lasva, sekitar 90 kilometer dari Sarajevo, Travnik menawarkan perpaduan arsitektur era Ottoman, tradisi Islam yang kuat, serta lanskap alam yang asri. Kota kecil ini menyimpan peran penting dalam sejarah dan budaya Bosnia-Herzegovina, menjadikannya destinasi menarik bagi wisatawan Muslim yang ingin merasakan nuansa autentik Eropa Timur bernapas Islam.

Kota Para Wazir

Travnik dijuluki “City of Viziers” karena pernah menjadi ibu kota Eyalet Bosnia pada 1699–1850. Tercatat 77 wazir Ottoman pernah memimpin dari kota ini. Jejak kejayaan itu masih terasa hingga kini, terutama melalui bangunan bersejarah yang tersebar di pusat kota.

Dari kejauhan, Benteng Travnik atau Stari Grad berdiri kokoh di atas bukit, menjadi saksi bisu perjalanan panjang kota ini. Dari atas benteng, pengunjung dapat menikmati panorama atap-atap merah, menara masjid, serta aliran sungai yang membelah lembah.

Pesona Masjid Berwarna

Di jantung kota berdiri Šarena Mosque atau Alaca Mosque, masjid abad ke-16 yang dikenal sebagai salah satu masjid terindah di Balkan. Dindingnya dihiasi motif tumbuhan berwarna cerah yang khas, sementara pintu kayunya dipahat dengan detail halus.

Suasana di halaman masjid terasa tenang dengan gemericik air yang mengalir. Dahulu, area di bawah masjid merupakan bagian dari bazar, menandakan peran Travnik sebagai pusat perdagangan dan peradaban Islam di kawasan ini.

Plava Voda, Mata Air Biru yang Menenangkan

Tak jauh dari pusat kota, terdapat Plava Voda atau “Air Biru”, mata air jernih dengan warna kebiruan yang menjadi ikon Travnik. Di sekitar sumber air ini, wisatawan dapat menikmati kopi khas Bosnia yang disajikan secara tradisional. Suasana sejuk dan suara aliran air menghadirkan ketenangan yang cocok untuk melepas penat.

Wisata Kuliner Halal Khas Bosnia

Perjalanan ke Travnik belum lengkap tanpa mencicipi kuliner khasnya. Cevapi, olahan daging cincang panggang yang disajikan dengan roti lepinja dan saus khas, menjadi menu favorit wisatawan. Travnik dikenal memiliki versi cevapi yang paling terkenal di Bosnia-Herzegovina.

Selain itu, ada pula keju Vlasic yang diproduksi di desa-desa pegunungan sekitar. Teksturnya padat dengan cita rasa asin yang khas, mencerminkan alam pegunungan yang masih alami.

Pusat Pendidikan Islam

Warisan Islam di Travnik tak hanya terlihat dari banyaknya masjid. Salah satu institusi penting adalah Elci Ibrahim Pasha Madrassa yang dibangun pada 1705. Hingga kini, madrasah tersebut masih aktif sebagai pusat pendidikan, menjadi simbol kesinambungan tradisi keilmuan Islam di Balkan.

Kompleks madrasah dengan halaman luas dan gerbang megah menghadirkan suasana klasik yang membawa pengunjung seolah kembali ke masa Ottoman.

Kota Sastra dan Sejarah

Travnik juga dikenal sebagai kota kelahiran sastrawan peraih Nobel, Ivo Andric. Rumah masa kecilnya kini menjadi museum yang memamerkan ruang kerja, koleksi buku, dan dokumentasi penghargaan Nobel yang diterimanya.

Melalui karyanya, Travnik digambarkan sebagai tempat pertemuan Timur dan Barat, di mana budaya, politik, dan agama saling bersinggungan.

Panorama Senja di Benteng Travnik

Menjelang senja, mendaki Benteng Travnik menjadi pengalaman yang tak boleh dilewatkan. Meski anak tangganya cukup menantang, pemandangan dari puncak bukit membayar semua lelah. Siluet pegunungan Vlasic, menara masjid, dan atap kota menciptakan panorama yang memukau.

Travnik mungkin tak sebesar Sarajevo atau seterkenal Mostar, namun kota ini menyimpan ruh Bosnia-Herzegovina dalam bentuk yang paling murni. Bagi wisatawan Muslim Indonesia yang ingin merasakan jejak sejarah Islam di Eropa dengan suasana tenang dan alami, Travnik adalah destinasi yang layak masuk daftar perjalanan. (dailysabah)


(ACF)
TAGs: Travel