Menikmati Salju, Boleh Dimakan atau Sekadar Dinikmati? Ini Kata Ahli

N Zaid - Travel 29/01/2026
Menikmati Salju, Boleh Dimakan atau Sekadar Dinikmati? Ini Kata Ahli. Foto: Pixabay
Menikmati Salju, Boleh Dimakan atau Sekadar Dinikmati? Ini Kata Ahli. Foto: Pixabay

Oase.id - Menangkap kepingan salju dengan lidah atau mencicipi salju segar sering jadi momen kecil yang menyenangkan saat musim dingin tiba. Bagi Dr. Sarah Crockett, dokter spesialis kedaruratan dan medis alam bebas di New Hampshire, menikmati alam dengan cara sederhana seperti itu sah-sah saja—asal dilakukan dengan bijak.

Crockett memang tidak secara khusus menyarankan pasiennya untuk memakan salju. Namun ia kerap “meresepkan” lebih banyak waktu di luar ruangan. Jika itu berarti mencicipi kristal es yang masih bersih atau membuat camilan seperti snow cone dan snow cream, ia tak mempermasalahkannya.

“Berhenti sejenak, hadir di momen itu, menangkap kepingan salju di lidah—itu hal sederhana yang bisa membawa kebahagiaan,” ujarnya. “Selama kita membuat pilihan yang tepat, menikmati alam seperti ini punya ruang di hidup kita.”

Salju, Indah tapi Tak Selalu Bersih

Meski tampak putih dan bersih, salju tidak selalu aman untuk dikonsumsi. Menurut Steven Fassnacht, profesor hidrologi salju dari Colorado State University, salju dan hujan sama-sama menyapu partikel di udara saat turun ke bumi.

Namun, salju justru lebih mudah membawa polutan karena jatuh lebih lambat dan memiliki permukaan lebih luas dibanding hujan. Salju yang turun di dekat kawasan industri, pembangkit listrik, atau lalu lintas padat berpotensi mengandung lebih banyak kotoran.

“Salju sebenarnya bisa dimakan, tapi penting untuk tahu asalnya. Dari mana salju itu datang?” kata Fassnacht.

Waktu juga berpengaruh. Crockett menyarankan agar tidak mengambil salju di awal badai karena fase pertama biasanya membawa partikel paling banyak dari udara. Menunggu hingga salju turun lebih lama bisa menjadi pilihan yang lebih aman.

Selain itu, hindari salju di permukaan tanah, terutama yang terkena lumpur, air seni, atau tercampur garam jalan dan bahan kimia pencair es. Salju hasil dorongan alat pembersih jalan sebaiknya juga dihindari.

Camilan Musim Dingin yang Viral

Di sejumlah daerah Amerika, salju sering diolah menjadi camilan tradisional seperti snow cream—campuran salju, susu, gula, dan vanila—atau sugar on snow, permen mirip karamel dari sirup maple panas yang dituangkan ke atas salju.

Popularitas camilan ini kembali meningkat setelah banyak video resepnya viral di TikTok. Bagi sebagian orang, ini bukan sekadar makanan, tapi juga pengalaman musim dingin yang unik.

Jangan Andalkan Salju untuk Bertahan Hidup

Meski boleh dicicipi, salju bukan sumber air yang baik untuk kondisi darurat. Crockett menegaskan, memakan salju justru bisa berbahaya jika dilakukan untuk bertahan hidup.

Energi tubuh akan terkuras untuk melelehkan salju, suhu tubuh bisa turun, dan risiko hipotermia meningkat. Para petualang alam biasanya melelehkan dan merebus salju terlebih dahulu sebelum diminum.

“Kalau tersesat saat mendaki, prioritas utama bukan memakan salju, tapi mencari bantuan secepat mungkin,” ujar Crockett.

Menikmati Alam Tanpa Rasa Takut Berlebihan

Setelah meneliti salju selama lebih dari 30 tahun, Fassnacht mengaku baru pertama kali mencoba snow cream tahun lalu. Ia menyebut pengalaman itu menyenangkan dan membuatnya lebih fokus pada rasa serta tekstur, bukan pada risiko.

Crockett pun sepakat bahwa menikmati alam bisa membangun koneksi yang sehat, terutama bagi anak-anak. Ia khawatir sikap terlalu protektif justru membuat anak tumbuh dengan rasa cemas berlebihan.

“Kita perlu seimbang. Menghindari bahaya itu penting, tapi jangan sampai menanamkan rasa takut berlebihan terhadap alam,” katanya.

Crockett, yang memiliki empat anak, bercerita salah satu putrinya sangat suka makan salju. Saat ditanya alasannya, sang anak menjawab, “Karena aku merasa terhubung dengan bumi.”

Jawaban sederhana itu, menurut Crockett, mengingatkan bahwa alam bukan hanya untuk ditakuti, tapi juga dinikmati—dengan kesadaran dan rasa hormat.


(ACF)
TAGs: Travel