Demi ke Al-Azhar Mesir, Pemuda Guinea Nekat Bersepeda dari Negaranya

N Zaid - Kisah Inspiratif 19/09/2023
Mamadou Safayou Barry, seorang mahasiswa asal Guinea, yang bersepeda dari negara asalnya ke Mesir untuk belajar di Al-Azhar Al-Sharif, bersama Dr. Nahla Elseidy, penasihat urusan ekspatriat di universitas tersebut. (Dok)
Mamadou Safayou Barry, seorang mahasiswa asal Guinea, yang bersepeda dari negara asalnya ke Mesir untuk belajar di Al-Azhar Al-Sharif, bersama Dr. Nahla Elseidy, penasihat urusan ekspatriat di universitas tersebut. (Dok)

Oase.id - Mamadou Safayou Barry, seorang pelajar asal Guinea, yang bersepeda dari negara asalnya hampir ke Mesir untuk belajar di Al-Azhar Al-Sharif, telah mendapat dukungan penuh dari seminari tertinggi Islam Sunni.

Barry, yang tiba di Mesir pada awal September, bertemu pada hari Selasa dengan Dr. Nahla Elseidy, penasihat urusan ekspatriat di Al-Azhar, yang mengatakan bahwa lembaga tersebut mendukung mahasiswanya.

Elseidy menulis di halaman Facebook-nya bahwa “dukungan ini tidak hanya mencakup pelajar internasional di Mesir tetapi juga meluas ke luar negeri. Al-Azhar menerima siswa dari semua negara, merawat mereka, dan menawarkan mereka hibah.”

Barry mengaku sangat gembira berada di Mesir untuk mewujudkan mimpinya belajar di Al-Azhar, dan mengatakan keinginannya untuk belajar Islam di universitas tersebut membantunya mengatasi kesulitan yang dihadapinya selama perjalanan.

Ia menambahkan bahwa para orang tua di negaranya bangga melihat anak-anak mereka lulus dari Al-Azhar “yang mewakili tujuan keagamaan dan mercusuar Islam di seluruh dunia.”

“Saya mengetahui tentang status Al-Azhar Al-Sharif di negara saya Guinea dan di mana pun di Afrika, dan saya ingin bergabung dengan lembaga bersejarah ini,” kata Barry.

Pelajar asal Guinea ini juga dihadiahi satu set buku untuk belajar bahasa Arab. Dia mengucapkan terima kasih kepada Imam Besar Al-Azhar Syekh Ahmed Al-Tayyeb atas dukungan yang diberikan kepadanya.

Media lokal menyebutkan kurangnya dana Barry untuk penerbangan mendorongnya bersepeda ke Al-Azhar.

Perjalanannya dimulai sekitar empat bulan lalu dan dia melewati Mali, Burkina Faso, Togo, Benin dan Niger. Sesampainya di Chad, ia berhasil mendapatkan dukungan finansial untuk penerbangan ke Mesir.


(ACF)