Ingin Diberikan Nikmat yang Tak Pernah Habis, Amalkan Doa Ini!

N Zaid - Doa Sehari-hari 05/08/2026
Ilustrasi. Foto: Pixabay
Ilustrasi. Foto: Pixabay

Oase.id - Setiap manusia tentu mendambakan kehidupan yang penuh ketenangan, kebahagiaan, dan kenikmatan yang tidak pernah berakhir. Namun, dalam pandangan Islam, kenikmatan terbesar bukanlah sekadar keberhasilan di dunia, melainkan ketika seorang hamba mendapatkan rahmat Allah subhanahu wa ta'ala berupa iman yang kokoh, kehidupan akhirat yang abadi, serta kesempatan untuk berada dekat dengan Rasulullah ﷺ di surga.

Salah satu doa yang mengandung permohonan luar biasa tersebut adalah:


اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيمَانًا لَا يَرْتَدُّ، وَنَعِيمًا لَا يَنْفَدُ، وَمُرَافَقَةَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أَعْلَى جَنَّةِ الْخُلْدِ


Allahumma inni as-aluka imaanan laa yartaddu, wa na’iiman laa yanfadu, wa muraafaqata Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallama fii a’laa jannatil khuld.

Artinya:

"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keimanan yang tidak akan berpaling, kenikmatan yang tidak pernah habis, dan dapat menemani Nabi Muhammad ﷺ di tempat tertinggi dalam surga yang kekal."

Doa ini menggambarkan harapan seorang Muslim terhadap tiga anugerah terbesar yang hanya bisa diberikan oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Permohonan pertama adalah agar diberikan iman yang tidak pernah goyah. Dalam kehidupan, manusia akan selalu menghadapi berbagai ujian, godaan, dan perubahan keadaan yang dapat memengaruhi hati. Karena itu, seorang hamba memohon agar Allah menjaga keyakinannya tetap kuat hingga akhir hayat.


Makna dari kalimat "imaanan laa yartaddu" adalah permintaan agar Allah memberikan keimanan yang tetap teguh, tidak berpaling dari kebenaran, dan tidak mengalami kemunduran setelah mendapatkan petunjuk. Sebab, dalam Islam, istiqamah dalam iman merupakan nikmat besar yang harus terus dijaga dan dimohonkan kepada Allah.

Selanjutnya, doa ini berisi permohonan "na’iiman laa yanfadu", yaitu kenikmatan yang tidak pernah habis. Manusia sering mengejar berbagai kebahagiaan di dunia, seperti harta, kedudukan, kesehatan, dan kenyamanan hidup. Namun semua itu memiliki batas waktu. Kekayaan dapat berkurang, kesehatan dapat menurun, dan kesenangan dunia pada akhirnya akan berakhir.

Berbeda dengan kenikmatan dunia, kenikmatan yang Allah janjikan di surga adalah kenikmatan yang kekal dan tidak akan pernah hilang. Allah SWT berfirman:

"Apa yang ada di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal."

(QS. An-Nahl: 96)

Ayat tersebut mengingatkan bahwa segala sesuatu yang dimiliki manusia di dunia hanyalah sementara, sedangkan rahmat dan balasan dari Allah SWT di akhirat merupakan sesuatu yang abadi.

Bagian yang paling tinggi dalam doa ini adalah permohonan untuk mendapatkan muraafaqah Muhammadin ﷺ, yaitu kesempatan untuk bersama dan dekat dengan Nabi Muhammad ﷺ di surga. Bagi seorang Muslim, berada bersama Rasulullah ﷺ merupakan kemuliaan yang sangat besar, karena beliau adalah manusia pilihan Allah yang menjadi teladan utama dalam kehidupan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Seseorang akan bersama dengan orang yang dicintainya."

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut memberikan harapan besar bagi umat Islam yang mencintai Rasulullah ﷺ, mengikuti ajarannya, dan berusaha menjalankan sunnah beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Doa ini dapat diamalkan kapan saja, terutama ketika seorang Muslim memohon kebaikan akhirat kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Waktu-waktu yang penuh keberkahan seperti setelah salat, saat sujud, sepertiga malam terakhir, atau ketika berdoa dengan penuh ketundukan kepada Allah menjadi kesempatan yang baik untuk membacanya.


(FIT)