Kenapa Babi Haram dalam Islam, Apa Dalilnya?

N Zaid - Haram 11/04/2026
Kenapa babi haram. Foto: Pixabay
Kenapa babi haram. Foto: Pixabay

Oase.id - Larangan mengonsumsi daging babi merupakan salah satu ketentuan yang paling tegas dalam ajaran Islam. Hukum ini tidak hanya dikenal luas oleh umat Muslim, tetapi juga ditegaskan berulang kali dalam sumber utama syariat, yakni Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.

Kenapa Babi Haram dalam Islam, Apa Dalilnya?

Larangan mengonsumsi babi dalam Islam ditegaskan secara jelas dalam Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW. Berikut dalil-dalil sahih yang menjadi dasar hukum tersebut:

1. Dalil Al-Qur’an

a. QS. Al-Baqarah: 173

Arab:
إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ

Latin:
Innamā ḥarrama ‘alaikumul-maitata wad-dama wa laḥmal-khinzīri wa mā uhilla bihī li ghairillāh

Terjemahan:
“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan (hewan) yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah.”

b. QS. Al-Ma’idah: 3

Arab:
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنزِيرِ

Latin:
Ḥurrimat ‘alaikumul-maitatu wad-damu wa laḥmul-khinzīr

Terjemahan:
“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, dan daging babi.”

c. QS. Al-An’am: 145

Arab:
قُل لَّا أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَىٰ طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلَّا أَن يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَّسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ

Latin:
Qul lā ajidu fī mā ūḥiya ilayya muḥarraman ‘alā ṭā‘imin yaṭ‘amuhu illā an yakūna maitatan aw daman masfūḥan aw laḥma khinzīr, fa innahū rijs

Terjemahan:
“Katakanlah: Tidak aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali jika itu bangkai, darah yang mengalir, atau daging babi—karena sesungguhnya itu adalah kotor (rijs).”

d. QS. An-Nahl: 115

Arab:
إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنزِيرِ

Latin:
Innamā ḥarrama ‘alaikumul-maitata wad-dama wa laḥmal-khinzīr

Terjemahan:
“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, dan daging babi.”

2. Dalil Hadis

a. Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim

Arab:
إِنَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ حَرَّمَ بَيْعَ الْخَمْرِ وَالْمَيْتَةِ وَالْخِنْزِيرِ وَالْأَصْنَامِ

Latin:
Inna Allāha wa Rasūlahu ḥarrama bai‘al-khamri wal-maitah wal-khinzīr wal-aṣnām

Terjemahan:
“Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkan jual beli khamr, bangkai, babi, dan berhala.” (HR. Bukhari dan Muslim)

b. Hadis Riwayat Muslim

Arab:
إِنَّ اللَّهَ إِذَا حَرَّمَ شَيْئًا حَرَّمَ ثَمَنَهُ

Latin:
Inna Allāha idzā ḥarrama shay’an ḥarrama ṡamanah

Terjemahan:
“Sesungguhnya apabila Allah mengharamkan sesuatu, maka Dia juga mengharamkan hasil (jual beli) dari sesuatu tersebut.” (HR. Muslim)


(ACF)
TAGs: Haram