Hutan Mangrove Al-Qandal Jadi Magnet Wisatawan saat Libur Idul Adha, Farasan Kian Bersinar sebagai Surga Ekowisata Arab Saudi
Oase.id - Hutan Mangrove Al-Qandal di Kepulauan Farasan semakin menarik perhatian wisatawan selama libur Idul Adha 2026. Destinasi alam yang berada di Laut Merah tersebut kini menjadi salah satu ikon ekowisata Arab Saudi yang paling diminati berkat keindahan alamnya yang masih terjaga.
Terletak sekitar 16 kilometer dari Pelabuhan Farasan, Al-Qandal menawarkan pengalaman unik menyusuri jalur perairan sempit yang diapit tebing batu sebelum bermuara ke jaringan sungai kecil yang dikelilingi hutan mangrove lebat.
Pemandangan akar-akar mangrove yang menjulang dari permukaan air menciptakan lanskap eksotis sekaligus berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Kawasan ini juga menjadi habitat bagi berbagai spesies ikan, burung migran, dan satwa laut lainnya.
Popularitas Al-Qandal terus meningkat, terutama di kalangan pecinta alam, fotografer, dan pengamat burung yang mencari destinasi alami jauh dari keramaian perkotaan.
Salah satu daya tarik utama kawasan ini adalah kesempatan melihat lumba-lumba liar yang kerap muncul di perairan sekitar saat wisatawan menjelajahi kawasan menggunakan perahu kecil. Fenomena tersebut menjadi pengalaman yang banyak diburu wisatawan dan semakin memperkuat daya tarik Kepulauan Farasan sebagai tujuan wisata bahari.
Operator wisata setempat melaporkan lonjakan jumlah pengunjung selama musim liburan, seiring meningkatnya minat terhadap wisata alam dan eksplorasi laut di kawasan Laut Merah.
Seluruh aktivitas wisata di wilayah ini diawasi oleh Otoritas Laut Merah Arab Saudi yang bertugas menjaga keseimbangan antara pengembangan pariwisata dan pelestarian lingkungan. Upaya konservasi terus dilakukan untuk melindungi ekosistem mangrove, terumbu karang, serta keanekaragaman hayati yang menjadi aset utama Kepulauan Farasan.
Selain Al-Qandal, kepulauan yang berada di lepas pantai wilayah Jazan ini juga menawarkan berbagai destinasi menarik lainnya. Wisatawan dapat menikmati pasir putih dan air laut jernih di Pulau Abu Shourayah, menjelajahi kekayaan bawah laut di sekitar Pulau Gummah, atau menikmati wisata bahari yang memungkinkan mereka bertemu lumba-lumba di habitat aslinya.
Terumbu karang yang masih alami, kehidupan laut yang berlimpah, serta keberadaan jalur migrasi burung menjadikan Farasan sebagai salah satu kawasan ekowisata terpenting di Arab Saudi.
Meningkatnya popularitas Kepulauan Farasan juga sejalan dengan program Visi 2030 yang digagas oleh Raja Salman bin Abdulaziz dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Melalui program tersebut, Arab Saudi berupaya mengembangkan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi baru di luar industri minyak.
Transformasi sektor pariwisata ini turut mengubah pola perjalanan para pengunjung yang datang ke Arab Saudi. Jika sebelumnya sebagian besar wisatawan hanya berfokus pada Makkah dan Madinah untuk tujuan ibadah, kini semakin banyak pelancong yang melanjutkan perjalanan mereka ke berbagai destinasi alam dan budaya di seluruh Kerajaan.
Kepulauan Farasan sendiri memiliki hubungan historis yang erat dengan perjalanan haji. Penduduk setempat masih mengenang masa ketika para calon jamaah haji berlayar menggunakan kapal tradisional menuju Jeddah sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah. Perjalanan tersebut bahkan dapat memakan waktu hingga dua pekan melintasi Laut Merah.
Kini, kawasan yang dahulu menjadi jalur perjalanan spiritual itu bertransformasi menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Arab Saudi yang memadukan keindahan alam, sejarah, budaya, dan petualangan laut dalam satu pengalaman yang unik.
Dengan terus berdatangannya wisatawan selama musim liburan Idul Adha, Hutan Mangrove Al-Qandal semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata alam terbaik di Arab Saudi dan simbol kebangkitan sektor pariwisata negara tersebut.(Arabnews)
(ACF)