Daripada Hanya Mengeluh, Doakan Negara agar Diberi Keamanan dan Kemakmuran

N Zaid - Doa ketika takut 17/07/2026
Doa agar negara aman dan makmur. Foto: Pixabay
Doa agar negara aman dan makmur. Foto: Pixabay

Oase.id  - Di tengah dinamika ekonomi yang masih dirasakan masyarakat, mulai dari kenaikan harga kebutuhan pokok, daya beli yang lemah, hingga tantangan menjaga stabilitas ekonomi nasional, umat Islam memiliki sebuah doa agung agar Allah berikan keamanan dan kemakmuran terhadap sebuah negeri.

Doa ini yang ada dalam Alquran (Al-Baqarah:126) pernah dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim untuk kota Makkah. 

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَاِذْ قَالَ اِبْرٰهٖمُ رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا بَلَدًا اٰمِنًا وَّارْزُقْ اَهْلَهٗ مِنَ الثَّمَرٰتِ مَنْ اٰمَنَ مِنْهُمْ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ

Wa idz qāla Ibrāhīmu rabbij'al hādzā baladan āminaw warzuq ahlahū minats-tsamarāti man āmana minhum billāhi wal-yaumil ākhir.

"(Ingatlah) ketika Ibrahim berdoa, 'Ya Tuhanku, jadikanlah (negeri Makkah) ini negeri yang aman dan berilah rezeki berupa buah-buahan kepada penduduknya, yaitu orang yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari Akhir.'"

Keamanan Didahulukan Sebelum Kemakmuran

Menarik untuk diperhatikan bahwa dalam doa ini Nabi Ibrahim alaihissalam terlebih dahulu memohon agar negerinya menjadi negeri yang aman, baru kemudian memohon rezeki berupa buah-buahan dan hasil bumi.

Urutan ini mengandung hikmah yang sangat dalam. Keamanan adalah fondasi bagi kemakmuran. Ketika suatu negeri dilanda konflik, kerusuhan, atau ketidakstabilan, aktivitas ekonomi akan terganggu. Distribusi pangan tersendat, investasi menurun, lapangan kerja berkurang, dan pada akhirnya masyarakatlah yang paling merasakan dampaknya.

Sebaliknya, ketika keamanan terjaga, petani dapat bercocok tanam dengan tenang, pedagang dapat berjualan, industri dapat berkembang, dan roda ekonomi berputar lebih baik.

Pangan yang Murah adalah Nikmat Besar

Nabi Ibrahim alaihissalam tidak meminta emas, perak, atau kekayaan melimpah. Beliau memohon agar penduduk diberikan buah-buahan, yang oleh para ulama dipahami sebagai simbol rezeki berupa hasil bumi dan kebutuhan pangan.

Hal ini mengajarkan bahwa salah satu ukuran kesejahteraan sebuah negeri adalah mudahnya masyarakat memperoleh makanan yang cukup, bergizi, dan terjangkau.

Dalam konteks Indonesia, stabilitas harga beras, minyak goreng, telur, cabai, daging, dan bahan pokok lainnya merupakan bagian dari nikmat yang patut disyukuri sekaligus terus diupayakan bersama. Ketika harga pangan melonjak tajam, kelompok masyarakat berpenghasilan rendah biasanya menjadi pihak yang paling terdampak.

Karena itu, doa Nabi Ibrahim alaihissalam relevan sepanjang zaman. Kita berharap Indonesia menjadi negeri yang tidak hanya aman, tetapi juga memiliki pasokan pangan yang cukup sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan hidup dengan lebih tenang.

Ikhtiar Harus Berjalan Bersama Doa

Islam mengajarkan keseimbangan antara tawakal dan ikhtiar. Berdoa agar harga pangan stabil tidak berarti mengabaikan usaha.

Pemerintah berkewajiban menjaga ketahanan pangan, memperkuat sektor pertanian, memperbaiki distribusi logistik, mengendalikan inflasi, dan memastikan kebutuhan pokok tersedia dengan harga yang wajar. Pelaku usaha diharapkan menjalankan bisnis secara jujur dan tidak melakukan penimbunan ataupun praktik yang merugikan masyarakat. Sementara itu, masyarakat dapat mendukung dengan tidak melakukan pembelian berlebihan, menghindari pemborosan, serta menghargai hasil kerja para petani dan pelaku usaha pangan.

Semua ikhtiar tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kemaslahatan bersama.

Keimanan dan Keberkahan Rezeki

Dalam doa tersebut, Nabi Ibrahim alaihissalam juga mengaitkan rezeki dengan keimanan kepada Allah subhanahu wa ta'ala dan hari Akhir. Hal ini menunjukkan bahwa kesejahteraan sejati tidak hanya diukur dari banyaknya harta, tetapi juga keberkahannya.

Boleh jadi seseorang memiliki penghasilan besar, tetapi selalu merasa kurang. Sebaliknya, ada yang hidup sederhana namun merasa cukup karena Allah subhanahu wa ta'ala memberikan keberkahan dalam rezekinya.

Keberkahan itulah yang semestinya menjadi tujuan setiap Muslim, baik sebagai individu maupun sebagai bangsa.

Berikut juga doa dalam Bahasa Indonesia yang bisa dipanjatkan untuk memohon kepada Allah agar memberikan kebaikan rasa aman dan pangan yang mudah bagi penduduk negeri:

"Ya Allah, jadikanlah Indonesia negeri yang aman, damai, dan penuh keberkahan. Limpahkanlah rezeki yang halal dan baik kepada seluruh penduduknya. Mudahkan para petani, nelayan, pedagang, dan seluruh pencari nafkah. Anugerahkanlah harga pangan yang stabil, jauhkan negeri kami dari kelaparan, bencana, dan perpecahan. Karuniakan kepada para pemimpin kami hikmah, keadilan, dan amanah dalam mengurus rakyat. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan doa."


(ACF)