Masjid di Kanada Ditembaki Saat Jamaah Salat, Polisi Selidiki Dugaan Kejahatan Bermotif Islamofobia

N Zaid - Diskriminasi Islam 31/07/2026
Masjid di Kanada Ditembaki Saat Jamaah Salat. Foto: Istimewa
Masjid di Kanada Ditembaki Saat Jamaah Salat. Foto: Istimewa

Oase.id - Komunitas Muslim di Kota Winnipeg, Provinsi Manitoba, Kanada, diliputi ketakutan setelah sebuah masjid menjadi sasaran penembakan saat masih dipenuhi jamaah. Insiden yang diduga bermotif kebencian terhadap umat Islam itu kini tengah diselidiki aparat kepolisian sebagai dugaan kejahatan bermotif Islamofobia.

Peristiwa terjadi pada Rabu malam waktu setempat di Rahma Islamic Center, ketika sejumlah jamaah masih berada di dalam masjid. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam serangan tersebut, meski bangunan masjid mengalami kerusakan akibat tembakan.

Peluru Hantam Jendela Masjid Saat Jamaah Masih Berada di Dalam

Direktur sekaligus imam Rahma Islamic Center, Feisal Adem, mengaku sangat terpukul atas peristiwa yang mengguncang rasa aman komunitas Muslim di Winnipeg.

Dalam konferensi pers yang digelar sehari setelah kejadian, Feisal menahan haru saat menyampaikan bahwa selama ini banyak Muslim di Winnipeg merasa tragedi Islamofobia besar tidak akan pernah terjadi di kota mereka.

Namun, insiden penembakan tersebut mengubah keyakinan itu.

"Kedamaian dan rasa aman yang selama ini dirasakan oleh jamaah kami benar-benar terguncang," ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Kanada sebelumnya pernah mengalami sejumlah serangan mematikan terhadap umat Islam, termasuk penembakan di sebuah masjid di Quebec City pada 2017 serta serangan truk terhadap keluarga Muslim di London, Ontario, pada 2021.

Pelaku Diduga Lepaskan Tembakan dari Kendaraan

Menurut keterangan para pemimpin komunitas Muslim, dua orang diduga melepaskan tembakan ke arah masjid dari dalam kendaraan yang melintas.

Beberapa jam setelah penembakan, dua orang lainnya dilaporkan datang berjalan kaki dan merusak bagian luar bangunan menggunakan benda tumpul hingga memecahkan kaca. Rekaman kamera pengawas disebut telah merekam aksi vandalisme tersebut.

Polisi Winnipeg mengatakan petugas patroli menemukan jendela masjid dalam kondisi pecah sekitar pukul 23.30 waktu setempat. Setelah penyelidikan awal, polisi menyimpulkan bahwa senjata api kemungkinan telah ditembakkan ke arah bangunan sebelum aksi perusakan terjadi.

Selain itu, polisi mengungkap bahwa sebelum serangan berlangsung, dua orang sempat melintas di depan masjid sambil meneriakkan ujaran bernada rasis kepada jamaah.

Polisi Selidiki sebagai Dugaan Kejahatan Kebencian

Hingga kini belum ada tersangka yang ditangkap maupun diidentifikasi. Polisi Winnipeg menyatakan kasus tersebut diperlakukan sebagai dugaan tindak pidana bermotif kebencian (hate crime).

Sebagai langkah antisipasi, kepolisian meningkatkan patroli keamanan di Rahma Islamic Center serta sejumlah masjid lain di wilayah Winnipeg.

Kerusakan bangunan diperkirakan mencapai lebih dari 3.000 dolar Kanada.

Gelombang Islamofobia Dinilai Kian Mengkhawatirkan

Presiden Masjid Bilal atau Winnipeg Islamic Center, Kadar Ahmed, menegaskan bahwa masjid seharusnya menjadi tempat yang aman bagi umat Islam untuk beribadah, berkumpul, dan membawa keluarga mereka.

"Tidak boleh ada kebencian di Manitoba. Kami berdiri bersama melawan intimidasi," tegasnya.

Senada dengan itu, National Council of Canadian Muslims (NCCM) menyebut insiden di Winnipeg merupakan bagian dari pola peningkatan kekerasan terhadap komunitas Muslim di Kanada dalam beberapa waktu terakhir.

Perwakilan NCCM di Manitoba, Sadaf Ahmed, mengatakan terjadi eskalasi yang mengkhawatirkan terhadap aksi-aksi Islamofobia dan mendesak aparat melakukan penyelidikan secara menyeluruh sebagai kejahatan kebencian.

"Ini adalah momen bagi seluruh masyarakat untuk bersatu melawan kebencian dan intimidasi," ujarnya.

Pemerintah Kanada Kecam Serangan

Menteri Kebudayaan dan Warisan Manitoba, Nellie Kennedy, menyatakan serangan tersebut sangat memprihatinkan dan menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi kebencian di Manitoba.

Pemerintah provinsi juga berkomitmen membantu pembiayaan perbaikan masjid yang mengalami kerusakan.

Sementara itu, Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengaku sangat terganggu dengan kabar penembakan tersebut. Wali Kota Winnipeg Scott Gillingham juga menegaskan bahwa tidak seorang pun boleh merasa tidak aman saat berada di rumah ibadah maupun tempat berkumpulnya komunitas.

Komunitas Muslim Masih Trauma

Juru bicara NCCM, Steven Zhou, mengatakan banyak anggota komunitas Muslim Winnipeg masih sulit mempercayai bahwa serangan semacam ini bisa terjadi di kota mereka.

Menurutnya, selama ini aksi Islamofobia sering dianggap sebagai masalah yang terjadi di kota lain. Namun kini, rasa takut itu telah dirasakan langsung oleh masyarakat Muslim Winnipeg.

Insiden penembakan di Rahma Islamic Center kembali memunculkan kekhawatiran mengenai meningkatnya aksi kebencian terhadap umat Islam di Kanada serta pentingnya perlindungan terhadap rumah-rumah ibadah agar tetap menjadi tempat yang aman bagi seluruh warga.


(ACF)