3 Hikmah Membahagiakan Anak-anak

Phooby Kamaratih - Hukum Islam Anak Orang Tua 11/01/2022
 Photo by Timur Weber from Pexels
Photo by Timur Weber from Pexels

Oase.id - Islam merupakan agama yang sangat menekankan tentang pentingnya menebar kasih sayang kepada siapapun. Cinta kasih orang tua kepada anak merupakan salah satunya.

Nabi Muhammad ﷺ juga telah memberikan teladan tentang kasih sayang kepada anak-anak. Bahkan, Nabi akhir zaman itu dijuluki sebagai bapak para anak yatim.

Banyak hadis yang menjelaskan betapa Rasulullah ﷺ menyayangi dan mengistimewakan anak-anak. Salah satunya adalah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سُوقٍ مِنْ أَسْوَاقِ المَدِينَةِ ، فَانْصَرَفَ فَانْصَرَفْتُ ، فَقَالَ : أَيْنَ لُكَعُ - ثَلاَثًا - ادْعُ الحَسَنَ بْنَ عَلِيٍّ . فَقَامَ الحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ يَمْشِي وَفِي عُنُقِهِ (وهو نوع من الطيب الصلب) ونحوه، وليس فيها من اللؤلؤ والجوهر شيء> السِّخَابُ ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ هَكَذَا ، فَقَالَ الحَسَنُ بِيَدِهِ هَكَذَا ، فَالْتَزَمَهُ فَقَالَ : اللَّهُمَّ إِنِّي أُحِبُّهُ فَأَحِبَّهُ ، وَأَحِبَّ مَنْ يُحِبُّهُ

“Saya pergi bersama Rasulullah ﷺ pada suatu waktu di siang hari tetapi dia tidak berbicara dengan saya dan saya tidak berbicara dengannya sampai dia mencapai Pasar Banu Qainuqa`. Dia kembali ke tenda Fatimah dan berkata, “Apakah orang kecil (artinya Al-Hasan) di sana?” Kami mendapat kesan ibunya telah menahannya untuk memandikan dan mendandaninya dan menghiasinya dengan karangan bunga manis.

Tidak banyak waktu yang telah berlalu sampai dia (Al-Hasan) datang berlari hingga keduanya saling berpelukan, kemudian Rasulullah ﷺ berkata, “Ya Allah, aku mencintainya, cintai dia dan cintai orang yang mencintainya." (HR Muslim)

Melansir dari berbagai sumber, Oase.id merangkum hikmah yang akan didapat seseorang yang membahagiakan anak-anak:

1. Ditempatkan rumah di surga

Bagi para orang tua atau orang dewasa lainnya yang selama hidup selalu membahagiakan anaknya sendiri maupun anak-anak yang kurang beruntung akan ditempatkan di dalam rumah kegembiraan.

Diriwayatkan Imam Abu Ya’la dari Aisyah RA, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ في الجنة دارا يقال لها دار الفرح لا يدخلها إلا من فَرَّحَ الصبيان

“Sesungguhnya di surga ada satu rumah yang bernama Rumah Kegembiraan. Tiada yang memasukinya kecuali orang yang menggembirakan anak-anak kecil.”

2. Dihapuskan dosanya

Dalam kitab Qâm‘uith Tughyân, Syekh Nawawi al-Bantani menjelaskan bahwa Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karamallahu wajhah menceritakan, bahwa ada seorang tamu datang kepada baginda Nabi Muhammad ﷺ untuk melaporkan bahwa ia telah melakukan perbuatan maksiat, dan meminta kepada Nabi agar memohon ampunan kepada Allah atas dosa-dosa tamu tersebut.

Sebelum permintaan itu dipenuhi, Rasulullah ﷺ pun bertanya kepada si tamu tersebut, “maksiat apa yang telah kamu lakukan? “Saya malu mengungkapkan perbuatan maksiat tersebut, Ya Rasulullah ﷺ,” Jawab si Tamu. Kemudian Nabi mendesak, “Kenapa kau harus malu menceritakan di depan saya tentang dosa-dosa yang telah kamu perbuat, sedangkan kepada Allah Swt yang selalu memantaumu tidak malu?" Setelah itu Rasulullah ﷺ meminta kepada si tamu untuk segera pergi. “Pergilah, sebelum api neraka datang ke sini karena ulah dosa-dosamu!” Akhirnya si tamu tersebut pergi sambil menangis dengan perasaan sedih bercampur kecewa.

Tidak lama kemudian, Malaikat Jibril datang dan menegur Nabi, “Ya Muhammad janganlah membuat si tamu yang melakukan maksiat merasa sedih dan putus asa, karena si tamu sudah membayar kafarat (denda) atas dosanya, walaupun dosa tersebut besar”. Nabi Muhammad ﷺ pun bertanya, “Apa kafaratnya?

“Kafaratnya adalah anak kecil. Ketika tamu yang datang tadi tiba di rumahnya, tiba-tiba ada anak kecil mencegatnya dan meminta sesuatu yang bisa dimakan. Akhirnya tamu itu memberikan makanan. Lantas anak itu pergi dengan perasaan senang dan bahagia. Itulah kafarat atas dosa si tamu,” jelas Malaikat Jibril kepada Rasulullah ﷺ.

3. Memperoleh rahmat dari Allah Swt

Dalam suatu majelis, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan kepada seluruh sahabat dengan mengatakan, “Hormatilah anak-anakmu dan didiklah mereka. Allah ‘Azza wa Jalla memberi rahmat kepada seseorang yang membantu anaknya sehingga sang anak dapat berbakti kepadanya.”

Salah seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimana cara membantu anakku sehingga ia dapat berbakti kepadaku?” Nabi ﷺ menjawab, “Menerima usahanya walaupun kecil, memaafkan kekeliruannya, tidak membebaninya dengan beban yang berat, dan tidak pula memakinya dengan makian yang melukai hatinya.” (HR Abu Daud)


(ACF)