Menag Ceritakan Sejarah Masjid Istiqlal saat Terima Delegasi Parlemen Eropa

N Zaid - Kerukunan dan Toleransi 23/08/2025
Menag menerima kunjungan Delegasi Parlemen Eropa, Jumat (21/8/2025). Foto: Kemenag
Menag menerima kunjungan Delegasi Parlemen Eropa, Jumat (21/8/2025). Foto: Kemenag

Oase.id - Menteri Agama Nasaruddin Umar memulai sambutan kunjungan delegasi Parlemen Eropa dengan menyinggung sejarah pembangunan Masjid Istiqlal. Ia menekankan bahwa rumah ibadah terbesar di Asia Tenggara itu sejak awal berdiri sudah menjadi simbol kerukunan lintas iman.

“Arsitek Masjid Istiqlal adalah Friedrich Silaban, seorang Kristen. Ini bukti nyata bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu membangun bangsa,” ujar Menag saat menerima rombongan di Jakarta, Jumat,  (21/8/2025).

Delegasi Eropa Kagum Toleransi di Indonesia

Delegasi Parlemen Eropa yang dipimpin Ketua Komite HAM, Arkadiusz Mularczyk, menyampaikan kekagumannya terhadap cara Indonesia merawat kerukunan dan keberagaman masyarakat. Salah satu hal yang mendapat perhatian khusus adalah Silaturahmi Terowongan yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral Jakarta.

“Kami terkesan dengan warisan budaya luhur Indonesia. Semoga ke depan kita dapat bekerja sama membangun masa depan yang lebih baik bagi masyarakat,” kata Mularczyk.

Kunjungan tersebut dikoordinasikan oleh 5P Europe Foundation dan 5P Global Movement, dengan tujuan memperkuat kerja sama Indonesia–Uni Eropa di bidang kebudayaan, pendidikan, serta program pertukaran pelajar.

Indonesia Junjung Prinsip Hidup Damai

Menag Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pemerintah Indonesia selalu menjunjung tinggi prinsip hidup berdampingan secara damai di tengah keragaman suku, budaya, dan agama.

“Kami terus mendorong upaya menjaga kerukunan, antara lain melalui dialog antaragama secara rutin dan festival kerukunan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat,” jelasnya.

Harapan untuk Kerja Sama Indonesia–Uni Eropa

Menutup pertemuan, Menag berharap kerja sama Indonesia dan Uni Eropa semakin erat. Ia menekankan bahwa semangat kerukunan yang dipegang teguh di Indonesia juga bisa menginspirasi negara lain.

“Semoga pertemuan ini menjadi fondasi memperkuat kolaborasi yang sudah ada. Lebih dari itu, kami berharap semangat kerukunan umat beragama yang dijunjung tinggi di negara masing-masing dapat menular dan memperkuat ikatan antarbangsa,” pungkasnya. (Kemenag)


(ACF)