Doa Nabi Ayub agar Sembuh dari Sakit

Octri Amelia Suryani - Kisah Nabi dan Rasul Nabi Ayub 04/07/2021
Al Quran (Gambar oleh Afshad Subair dari Pixabay)
Al Quran (Gambar oleh Afshad Subair dari Pixabay)

Oase.id - Nabi Ayub AS merupakan salah satu utusan Allah Swt. Dikenal karena kepribadiannya yang sangat penyabar, bahkan dalam kondisi terpuruk sekali pun. Sehingga kesabarannya patut diteladani. Beliau diberi ujian berupa sakit keras.
 
Berdasar Tafsir Ibnu Katsir, cobaan yang diderita oleh Nabi Ayub membuat orang-orang menjauhinya. Selain istrinya yang bertugas merawat dan mengurusi segala keperluannya. Selama Nabi Ayub menderita penyakit keras, ia memanjatkan sebuah doa untuk kesembuhannya.

Kisah Nabi Ayub yang berdoa demi memohon kesembuhan pada Allah ini terdapat dalam QS. Al Anbiya ayat 83, berbunyi:

 وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Artinya: "Dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika ia menyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang." (QS. Al Anbiya: 83).

Nabi Ayub tak henti mengucapkan doa tersebut. Dia memohon kesembuhan kepada Allah SWT. Nabi Ayub adalah seorang yang kaya-raya, dan mempunyai banyak anak serta binatang tunggangan terbanyak. Hingga kepemilikan tanah terbanyak pula.

Tetapi semua itu hilang dengan sekejap setelah Allah mengujinya dengan sebuah penyakit kulit yang mengerikan semacam penyakit kusta. Lalu semua kenikmatan itu diambil oleh-Nya.

Penyakit ini mengeluarkan bau busuk dan termasuk penyakit yang menular, hingga semua orang menjauhinya. Tapi Nabi Ayub tidak henti untuk terus memanjatkan doa kepada Allah. 

Meski begitu, Nabi Ayub tidak lupa tata krama dalam memanjatkan doa pada Allah. Dia tidak langsung meminta kesembuhan pada Allah. Melainkan meminta untuk diperlihatkan bentuk Maha Penyayangnya Allah SWT.

Dengan kesantunannya yang membuat Allah mengabulkan doanya. Sebagaimana yang tercantum dalam QS. Al Anbiya ayat 84 yang berbunyi:

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَكَشَفْنَا مَا بِهِ مِنْ ضُرٍّ ۖ وَآتَيْنَاهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَذِكْرَىٰ لِلْعَابِدِينَ

Artinya: "Maka Kami kabulkan (doa) nya, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan (Kami lipat gandakan jumlah mereka) sebagai suatu rahmat dari Kami, dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Kami." (QS. Al Anbiya: 84).

Jadi, sebagai makhluk hidup yang diberi akal dan pikiran oleh Allah, baiknya untuk senantiasa bertindak yang akan membuat orang sekitar senang melihatnya. Apalagi saat ingin meminta atau memohon kesembuhan kepada Allah Swt.


(ACF)