KBRI Bersama UIN Jakarta Adakan Program Konseling untuk Mahasiswa Indonesia di Mesir

Medcom.id - Psikologi Remaja 30/06/2020
Ilustrasi. Dokumentasi UMM.
Ilustrasi. Dokumentasi UMM.

Oase.id- Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Mesir dan Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengadakan Program Layanan Konseling dan Konsultasi Psikologi untuk Masisir (PL2KPM). Masisir adalah akronim dari Mahasiswa Indonesia di Mesir.

Program tersebut diluncurkan pada pukul Senin, 29 Juni 2020, oleh Duta Besar Indonesia untuk Republik Arab Mesir Helmy Fauzy, dan Rektor UIN Jakarta Amany Burhanuddin Lubis. Acara ini terselanggara atas kerjasama KBRI Mesir, Fakultas Psikologi UIN Jakarta, dan Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Kairo.

"Tujuan utama program ini adalah untuk membantu mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Mesir atau Masisir dalam mengatasi persoalan-persoalan belajar dan hidup mereka akibat pandemi covid-19," kata Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Mesir, Usman Syihab, melansir Medcom.id, Senin, 29 Juni 2020.

Usman menambahkan, program ini juga bertujuan membantu mahasiswa menyelesaikan hambatan psikologis yang berdampak negatif terhadap prestasi akademik mereka, pasca masa pandemi covid-19. Program ini diharapkan membuat persentase kesuksesan dan prestasi akademik Masisir lebih meningkat.

Duta Besar KBRI di Mesir Helmy Fauzi mengatakan, saat ini mahasiswa Indonesia di Mesir berjumlah 8.000 orang. Mereka datang dari keluarga stratifikasi ekonomi-sosial bawah di lingkungan santri pedesaan, dan perkotaan. Mayoritas mereka menuntut ilmu agama di Universitas al-Azhar.

'Mereka ini memerlukan kemampuan untuk beradaptasi hidup di luar negeri, kemampuan untuk dapat belajar dengan baik dan kemampuan untuk menghadapi persoalan-persoalan hidup yang berdampak negatif kepada cara belajar dan kesuksesan studi mereka," ucap Helmy.

Menurut Helmy, sejak Kairo lockdown pertengahan Maret lalu, banyak di antara mereka menghadapi berbagai persoalan ekonomi, kesulitan proses belajar, juga ketakutan terhadap pandemi covid-19. KBRI telah berusaha mengamankan mereka dari pandemi dengan memberikan berbagai penyuluhan dan imbauan, dengan memberikan bantuan logistik (sembako), vitamin, dan alat-alat kesehatan berupa masker dan alat pelindung diri (APD).

KBRI juga telah meluncurkan program layanan konsultasi kesehatan online dengan tim medis yang terdiri dari empat orang dokter Masisir yang sehari-hari memberikan konsultasi kesehatan. Para dokter juga memantau kesehatan mereka terutama yang dikhawatirkan mengarah kepada covid-19.

 

Sementara itu, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Amany Burhanuddin Lubis mengatakan program layanan konseling ini merupakan kegiatan kemanusiaan dan merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi,. Khususnya, pengabdian kepada masyarakat.

"UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terus berkomitmen melakukan kegiatan kemanusiaan untuk menangani mereka yang tedampak pandemi covid-19, baik di dalam negeri maupun luar negeri," ucap Amany.

Dekan Fakultas Psikologi Zahrotun Nihayah menambahkan, terdapat dua program yang diberikan kepada Masisir, salah satunya Konsultasi Psikologi dan VOCAL (Vidio for Counseling). Program ini ditangani oleh para konselor dan psikolog di bawah koordinasi Pusat Layanan Psikologi (PLP) UIN Jakarta. Waktu layanan diberikan dua hari dalam seminggu, yaitu Selasa dan Kamis.

"Bagi Masisir yang akan memanfaatkan layanan PL2KPM, dapat mengakses google form untuk layanan Kopi dan Vocal pada link ini https://bit.ly/telekonselingmasisir," ucap Zahrotun Nihayah.


(FER)
Fera Rahmatun Nazilah
Posted by Fera Rahmatun Nazilah