Taman Nasional dan Kawasan Ekowisata Dibuka Bertahap

Medcom.id - 25/06/2020
Photo by Antara/Budi Candra Setya
Photo by Antara/Budi Candra Setya

Oase.id- Pemerintah membuka taman nasional dan kawasan ekowisata secara bertahap. Pembukaan tetap akan mengikuti protokol kesehatan covid-19.

"Pembukaan dilakukan atas pertimbangan kebutuhan masyarakat untuk dapat menghirup udara segar secara langsung. Butuh alam yang tenang dan nyaman," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, melansir Medcom.id, Kamis, 25 Juni 2020.

Pemerintah membuka secara bertahap taman nasional (TN), taman wisata alam (TWA), dan suaka margasatwa (SM). Pembukaan dilakukan pada Senin 22 Juni 2020 oleh Satgas Covid-19 Pusat.

 

"Tahap pertama meliputi kunjungan wisata alam secara terbatas. Kami akan menerapkan protokol kesehatan covid-19 secara ketat," kata Siti.

Penetapan pembukaan kawasan wisata atau reaktivasi TN/TWA/SM tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri LHK No. SK.261/MENLHK/KSDAE/KSA.0/6/2020 tanggal 23 Juni 2020. Keputusan menteri itu berisi tentang kebijakan reaktivasi secara bertahap kawasan taman nasional (TN), taman wisata alam (TWA), dan suaka margasatwa (SM) dalam kondisi transisi akhir covid-19 atau new normal).

"Kebijakan aktivasi ini merupakan langkah untuk boosting kegiatan pemulihan ekosistem dan ekowisata berkelanjutan (sustainable eco-tourism)," kata Siti Nurbaya.

Total ada 29 TN, TWA, maupun SM yang sudah dibuka secara terbatas. Taman nasional itu berada di zona hijau dan kuning dalam kriteria covid-19.Unit Pelaksana Teknis (UPT) KLHK dan 29 pemerintah daerah telah melakukan berbagai persiapan di tingkat tapak guna memastikan tidak terjadinya penyebaran covid-19.

"Langkah ini harus dan perlu dilakukan karena dibuka atau tidaknya TN,TWA, dan SM untuk kunjungan wisata adalah mendasarkan rekomendasi dari Satgas Covid-19 setempat. Ini juga arahan dari gubernur dan wali kota/bupati," kata Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Eksosistem KLHK, Wiratno.


(FER)
TAGs:
Fera Rahmatun Nazilah
Posted by Fera Rahmatun Nazilah