Pakistan Siapkan Rencana Darurat Evakuasi Jamaah Haji Jika Perang Iran-AS Kembali Pecah
Oase.id - Pemerintah Pakistan menyiapkan rencana darurat untuk memulangkan jamaah hajinya apabila konflik antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas dan mengganggu penerbangan di kawasan Timur Tengah.
Menteri Urusan Agama Pakistan Sardar Muhammad Yousaf mengatakan pemerintah telah menyusun skenario evakuasi bersama otoritas Arab Saudi guna memastikan keselamatan puluhan ribu jamaah Pakistan yang sedang berada di Tanah Suci.
“Pertama-tama kami berdoa agar kawasan tetap damai. Namun jika situasi memburuk, kami sudah memiliki rencana kontingensi,” ujar Yousaf dalam wawancara pada Selasa (12/5/2026).
Konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang dimulai sejak 28 Februari lalu memang masih berada dalam fase gencatan senjata sejak 8 April. Meski demikian, ketegangan di kawasan masih memicu kekhawatiran besar terhadap jalur penerbangan dan distribusi energi global, terutama di Selat Hormuz.
Pakistan merupakan salah satu negara pengirim jamaah haji terbesar di dunia. Tahun ini lebih dari 179 ribu warga Pakistan dijadwalkan menunaikan ibadah haji, dengan sekitar 60 ribu jamaah sudah berada di Arab Saudi.
Yousaf mengatakan Kementerian Luar Negeri Pakistan dan Kedutaan Besar Pakistan di Riyadh terus berkoordinasi dengan otoritas penerbangan sipil, kementerian dalam negeri, dan kementerian luar negeri Arab Saudi terkait langkah antisipasi jika situasi keamanan memburuk.
“Jika diperlukan, kami akan menerapkan rencana darurat untuk memastikan perlindungan dan kepulangan aman jamaah Pakistan,” katanya.
Pakistan mulai menjalankan operasional penerbangan haji sejak 29 April dan dijadwalkan berlangsung hingga 21 Mei.
Sebagian besar jamaah Pakistan tahun ini menggunakan program Route to Makkah Initiative yang memungkinkan proses imigrasi dan bea cukai dilakukan langsung di Pakistan sebelum keberangkatan.
Melalui program tersebut, jamaah dapat langsung menuju hotel di Makkah atau Madinah tanpa pemeriksaan tambahan saat tiba di Arab Saudi.
Program yang sebelumnya hanya tersedia di Islamabad dan Karachi itu kini diperluas ke Lahore. Pemerintah Pakistan juga sedang berdiskusi dengan Arab Saudi untuk memperluas layanan ke kota Peshawar dan Quetta.
Selain itu, Pakistan juga mengusulkan peningkatan kuota haji menjadi 230 ribu jamaah di masa mendatang. Menurut Yousaf, jumlah penduduk Muslim Pakistan yang mencapai sekitar 230 juta orang menjadi dasar permintaan tersebut.
“Kami sudah membahas masalah ini dengan otoritas Saudi. Jika ada penambahan kuota global, kami berharap kuota Pakistan juga meningkat,” ujarnya. (arabnews)
(ACF)