Ini Kebiasaan Rasulullah di Hari Lebaran

N Zaid - Idulfitri 18/03/2026
Ini Kebiasaan Rasulullah di Hari Lebaran. Ilustrasi: Pixabay
Ini Kebiasaan Rasulullah di Hari Lebaran. Ilustrasi: Pixabay

Oase.id - Hari Lebaran bukan hanya momen kemenangan setelah sebulan berpuasa, tetapi juga hari yang dipenuhi tuntunan dan adab dalam Islam. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah mencontohkan sejumlah amalan sunah yang membuat suasana Idul Fitri tidak sekadar meriah, tetapi juga penuh nilai ibadah.

Banyak kebiasaan kecil yang sering dianggap sepele, padahal justru menjadi bagian dari ittiba’ kepada Nabi. Mulai dari mandi sebelum salat Id, makan sebelum berangkat, hingga mengumandangkan takbir, semuanya menunjukkan bahwa hari raya dalam Islam memiliki tuntunan yang jelas dan indah.

Berikut beberapa kebiasaan Rasulullah di hari Lebaran yang bisa diamalkan umat Islam:

  • Mandi sebelum salat Id

    Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mencontohkan untuk mandi sebelum berangkat salat Idul Fitri. Amalan ini dipahami para ulama sebagai sunah yang kuat, karena hari raya adalah momen besar berkumpulnya kaum muslimin, sebagaimana salat Jumat.

  • Memakai pakaian terbaik

    Yang dimaksud bukan pakaian paling mahal, melainkan pakaian terbaik yang dimiliki sesuai kemampuan. Hari raya adalah waktu untuk menampakkan nikmat Allah dengan tetap menjaga kesederhanaan dan kepantasan.

  • Makan sebelum salat Idul Fitri

    Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak berangkat salat Idul Fitri sampai beliau makan beberapa butir kurma. Hikmahnya adalah untuk menegaskan bahwa puasa Ramadan telah berakhir. Ini berbeda dengan Idul Adha, yang justru dianjurkan makan setelah salat.

  • Mengumandangkan takbir

    Takbir menjadi syiar besar pada malam dan pagi hari raya. Ucapan takbir merupakan bentuk pengagungan kepada Allah atas petunjuk dan nikmat yang diberikan setelah Ramadan.

  • Pergi dan pulang melalui jalan yang berbeda

    Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menempuh jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang dari salat Id. Hikmahnya antara lain menampakkan syiar Islam, memperbanyak jejak amal, dan memperluas silaturahmi dengan sesama muslim.

  • Melaksanakan salat Id di lapangan

    Salat Id pada masa Nabi biasa dilakukan di tanah lapang. Ini menunjukkan besarnya syiar Islam. Bahkan kaum wanita dianjurkan hadir, termasuk yang sedang haid, meski tidak ikut salat, agar tetap menyaksikan syiar dan kebaikan kaum muslimin.

  • Tidak ada salat sunah sebelum dan sesudah salat Id

    Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melaksanakan salat Id dua rakaat tanpa didahului salat sunah qabliyah maupun diikuti ba’diyah, khususnya bila salat dilakukan di lapangan. Namun bila dilaksanakan di masjid, tetap boleh melaksanakan tahiyatul masjid.

  • Berjalan kaki ke tempat salat bila memungkinkan

    Berjalan kaki menuju tempat salat Id termasuk amalan sunah, terutama bila jaraknya dekat dan memungkinkan. Selain ringan dilakukan, hal ini juga menjadi kesempatan untuk menambah pahala. Namun bila lokasi jauh, menggunakan kendaraan tetap diperbolehkan.

  • Saling mengucapkan selamat hari raya

    Para sahabat Nabi saling mendoakan saat hari raya dengan ucapan seperti, Taqabbalallahu minna wa minkum yang berarti “Semoga Allah menerima amal kami dan amal kalian.” Tradisi ini menunjukkan indahnya saling mendoakan dalam suasana Id.

  • Menampakkan kegembiraan tanpa melanggar syariat

    Hari raya adalah waktu bergembira. Umat Islam boleh menikmati makanan enak, berkumpul dengan keluarga, dan merayakan momen kemenangan. Namun kegembiraan itu tetap harus berada dalam batas syariat, tanpa maksiat dan tanpa melalaikan nilai ibadah.

Kebiasaan Rasulullah di hari Lebaran mengajarkan bahwa Islam mengatur hari raya dengan sangat indah, rinci, dan penuh makna. Bahkan hal-hal yang tampak sederhana, seperti makan sebelum salat atau pulang lewat jalan berbeda, ternyata termasuk bagian dari sunah yang bernilai ibadah.

Dengan meneladani kebiasaan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam di hari raya, Lebaran tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menghidupkan sunah dan memperkuat cinta kepada Nabi.


(ACF)
TAGs: Idulfitri