Masjid Jami Hidayatullah Subang Buka 24 Jam Layani Pemudik Jalur Pantura
Oase.id - Di jalur Pantura yang padat kendaraan selama libur Natal dan Tahun Baru, Masjid Jami Hidayatullah di Kecamatan Patokbeusi, Subang, Jawa Barat, menjadi salah satu titik singgah aman bagi para pemudik. Masjid yang berdiri di Jalan Pantura Ciwaringin ini dibuka selama 24 jam penuh untuk melayani musafir yang melintas.
Selama masa libur akhir tahun, ratusan pemudik tercatat singgah di masjid tersebut. Mereka memanfaatkan fasilitas yang disediakan, mulai dari ruang ibadah, tempat wudu, toilet, hingga area istirahat yang bersih dan aman sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Jami Hidayatullah, Ustaz Abdul Ghofur, menjelaskan bahwa kebijakan membuka masjid tanpa dikunci sengaja diterapkan untuk memudahkan masyarakat dan para musafir. Menurutnya, kelelahan di perjalanan kerap menjadi faktor risiko kecelakaan, sehingga pemudik membutuhkan tempat singgah yang layak.
Masjid ini, kata Abdul Ghofur, menyediakan ruang khusus bagi pemudik untuk beristirahat sejenak, berbaring, maupun menunaikan ibadah. Lokasi ruang istirahat berada di bagian depan masjid, berdekatan dengan kantin serta fasilitas toilet yang terpisah antara jemaah dan pengguna umum agar tidak mengganggu aktivitas ibadah.
“Kami ingin masjid hadir sebagai tempat yang memberi ketenangan dan kemudahan bagi siapa pun yang singgah. Meski tidak selalu tersedia makanan dan minuman, pada momen tertentu seperti Jumat Berkah, pengurus menyiapkan hidangan ringan untuk jamaah dan musafir,” ujarnya saat ditemui Selasa (30/12/2025).
Ia menambahkan, pembukaan masjid selama libur Nataru dilandasi kepedulian sosial. Meski bukan perayaan keagamaan Islam, mobilitas masyarakat yang meningkat di akhir tahun tetap membutuhkan dukungan fasilitas publik yang aman dan nyaman.
Masjid Jami Hidayatullah sendiri merupakan bangunan baru yang mulai digunakan sejak 2024 dan diresmikan pada Ramadan tahun yang sama. Masjid ini dibangun dari dana pribadi Syarif Hidayat dengan niat sejak awal sebagai masjid terbuka yang dekat dengan kebutuhan masyarakat sekitar dan para musafir.
Dari sisi keamanan, pengurus masjid juga menyiagakan petugas secara bergiliran. Pengurus DKM Bidang Keamanan, Soma, mengatakan pihaknya melibatkan penyuluh agama Islam setempat serta menyiapkan pengamanan selama 24 jam.
“Petugas selalu siaga, dan area masjid telah dilengkapi CCTV. Kami ingin memastikan masjid tetap aman, bersih, dan tertib meskipun dibuka tanpa henti. Petugas juga membantu pemudik yang membutuhkan informasi atau bantuan ringan,” kata Soma.
Ia menyebutkan, sejauh ini keterbukaan masjid tidak menimbulkan kendala berarti karena didukung kesadaran jamaah dan partisipasi warga sekitar dalam menjaga lingkungan masjid.
Program Masjid Ramah Pemudik yang dijalankan Masjid Jami Hidayatullah juga mendapat dukungan dari Kementerian Agama. Kasubdit Kemasjidan Ditjen Bimas Islam Kemenag, Nurul Badruttamam, mengatakan inisiatif tersebut sejalan dengan kebijakan nasional.
Menurutnya, pada momentum libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Kemenag menyiapkan sebanyak 6.919 masjid ramah pemudik di berbagai daerah untuk melayani masyarakat yang melakukan perjalanan.
“Ini bagian dari penguatan fungsi sosial masjid sebagai ruang publik yang aman, bersih, dan nyaman. Masjid ramah pemudik juga melengkapi konsep masjid ramah lainnya, seperti ramah lansia, ramah anak, ramah perbedaan, dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Kehadiran masjid sebagai tempat singgah, lanjut Nurul, memiliki peran penting dalam mendukung keselamatan perjalanan masyarakat selama masa libur panjang. (kemenag)
(ACF)