Perusahaan Saudi Tandatangani Kesepakatan $12 Juta dengan Produsen Indonesia untuk Makanan Haji 2026

N Zaid - Haji 30/08/2025
ilustrasi. Foto: Pixabay
ilustrasi. Foto: Pixabay

Oase.id - Pemasok makanan utama Arab Saudi menandatangani perjanjian senilai 12 juta dolar AS dengan produsen Indonesia untuk menyediakan makanan siap saji bagi jemaah haji tahun 2026. Kesepakatan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan dagang kedua negara sekaligus menjamin kenyamanan jamaah selama menjalankan ibadah haji.

Kerja sama tersebut melibatkan 4J Company Limited dari Arab Saudi dan PT Halalan Thayyiban Indonesia. Nota Kesepahaman (MoU) ditandatangani pada 23 Agustus 2025 di Jeddah, dengan fasilitasi Indonesian Trade Promotion Center (ITPC).

Dukungan Pemerintah Indonesia

Menteri Perdagangan Indonesia, Budi Santoso, menyebut kesepakatan ini sebagai langkah strategis yang bukan hanya memperkuat perdagangan bilateral, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi produk Indonesia menembus pasar Timur Tengah.

Sementara itu, Fajarini Puntodewi, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional, menekankan bahwa kerja sama ini bisa menjadi pintu masuk bagi ekspor nonmigas Indonesia, tidak hanya makanan dan minuman, tetapi juga produk lain seperti farmasi, kosmetik halal, serta kebutuhan logistik.

Standar Halal dan Gizi

Produk makanan yang akan dipasok dirancang sesuai standar halal internasional serta mengikuti ketentuan gizi seimbang. Makanan siap saji ini diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan khusus jemaah haji yang menjalani aktivitas padat di tengah kondisi cuaca ekstrem.

Menurut laporan Republika (2025), permintaan makanan halal siap saji di Arab Saudi terus meningkat, seiring dengan jumlah jemaah haji dan umrah yang mencapai lebih dari 3 juta orang per tahun. Karena itu, kerja sama ini diharapkan dapat menjadi model distribusi pangan halal yang lebih luas, tidak hanya untuk musim haji tetapi juga untuk kegiatan umrah sepanjang tahun.

Strategi Diplomasi Ekonomi

Selain aspek perdagangan, kerja sama ini juga sejalan dengan upaya diplomasi ekonomi halal Indonesia. Pemerintah berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat produsen halal dunia, sesuai visi besar dalam Masterplan Ekonomi Syariah Nasional.

“Kesepakatan ini bukan hanya tentang bisnis, tetapi juga tentang kontribusi Indonesia dalam memperkuat ekosistem halal global,” ujar perwakilan Kementerian Perdagangan.


(ACF)
TAGs: Haji