Doa Akhir Tahun Hijriah Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahannya

Fera Rahmatun Nazilah - Tahun Baru Islam Doa Sehari-hari 19/08/2020
Photo by Serif Fejzic / EyeEm from Gettyimage
Photo by Serif Fejzic / EyeEm from Gettyimage

Oase.id- Tahun 1441 hijriah segera berlalu. Umat Muslim kembali menyambut tahun baru.

Sebagai penutup segala amal perbuatan selama setahun, di hari terakhir bulan Zulhijah kita dianjuran membaca doa berikut setelah salat Asar;

اللّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِي هذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ، وَلَمْ تَرْضَهُ وَلَمْ تَنْسَهُ، وحَلُمْتَ عَنِّي بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِي، وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جُرْأَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ، فَإِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ مِنْهُ، فَاغْفِرْ لِي، وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَاهُ، وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ، فَأَسْأَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّي، وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِي مِنْكَ يَا كَرِيْمُ.

Allahumma maa ‘alimtu fii hadzihis sanati mimmaa nahaitani ‘anhu wa lam tardhahu wa lam tansahu wa halumta ‘anni ba’da qudratika ‘ala ‘uquubati, wa da’autani ilat taubati min ba’di jur-ati ‘ala ma’shiyatik. Fainni astaghfiruka minhu, faghfirlii wa maa ‘amiltu fiiha mimmaa tardhaahu, wa wa’adtani ‘alaihi tsawaab, fa as-aluka an tataqabbalahu minnii, wa laa taqtha’ rajaa-i minka Yaa Kariim.

“Ya Allah, apa yang kulakukan di tahun berupa yang Engkau larang dan Engkau (tentu) tidak meridhai perbuatan itu dan tidak (akan) melupakannya. (Namun) Engkau begitu lembut meski Engkau mampu menghukumku. Engkau mengajak aku untuk bertobat setelah aku larut dalam perbuat maksiat kepada-Mu. Maka, sungguh, aku memohon ampunan-Mu, ampunilah Aku. Dan, apa yang aku lakukan di tahun ini yang Engkau ridhai dan janjikan ganjaran padanya, maka aku bermohon pada-Mu untuk menerima amalku, dan tidak memupuskan harapanku pada-Mu.”

Baca juga: Songsong Tahun Baru, Ini 3 Pesan Penting Surat Al-Ashr

 

Rasulullah Muhammad Saw bersabda, “Sungguh amalan itu tergantung pada penutupnya/akhirnya” (HR. Bukhari)

Dengan membaca doa tersebut, kita berupaya menutup tahun yang telah berlalu dengan akhiran yang baik, yakni memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah diperbuat serta niat melakukan amalan yang baik di tahun selanjutnya.

Dalam Mir-aatuz Zamaan fii Tawaarikhil A’yaan disebutkan, apabila membaca doa tersebut, setan akan berkata, “Kami telah lelah (menggoda)-nya sepanjang tahun, kemudian ia merusak perbuatan kami hanya dalam sekejap.”

 

Sumber: Disarikan dari keterangan dalam Mir-aatuz Zamaan fii Tawaarikhil A’yaan karya Syamsuddin Abul Mudzhafar Yusuf bin Qizughli bin Abdullah atau yang dikenal dengan cucu Imam Ibnul Jauzi.


(SBH)