Manfaatkan Kulit Pisang Jadi Pupuk Organik Cair 

Siti Mahmudah - Komunitas Anak Muda Sampah 13/09/2022
Foto: Ist
Foto: Ist

Oase.id - Patriot Desa Sukareja dan penggerak lokal bidang sosial mengadakan kegiatan pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) bersama Taman Baca Masyarakat (TBM) Sukareja, TPS 3R Sukareja, Bank Sampah Semoga Bahagia, Karang Taruna, Kelompok Swadaya Masyarakat, dan kader PKK yang dilaksanakan pada Rabu, 17 Agustus 2022.

Bertempat di halaman musala RT 07 Desa Sukareja, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Subang, Jawa Barat, acara ini berlangsung mulai Pukul 09.00 sampai dengan 11.00 WIB. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan Indeks Desa Membangun (IDM) bidang sosial bagian permukiman.

POC yaitu jenis pupuk berbentuk cair hasil fermentasi dari limbah organik dengan bantuan mikroorganisme.

POC mengandung berbagai unsur hara  yang lebih lengkap dibandingkan pupuk kimia. Karena, kandungan alami pada POC sesuai dengan karakteristik tanah, sehingga tanah dan tanaman  dapat lebih mudah untuk menyerap nutrisi. 

Selain itu, berfungsi untuk mempertahankan jumlah udara yag terkandung di dalam tanah, sehingga tidak mudah memadat atau mengalami pengerasan. Juga, berperan dalam proses penyerapan air dan sinar matahari dalam meningkatkan kesuburan tanah.

Biasanya sampah yang digunakan untuk membuat POC adalah sampah yang tergolong sampah organik seperti sisa sayuran, buah-buahan, kotoran hewan, mengkudu, dan lain-lain yang memiliki unsur kandungan kalium, fosfor, serta magnesium yang sangat tinggi.

Namun, bahan yang kami piilih dalam pembuatannya yakni menggunakan kulit pisang. Karena, mudah didapatkan di lingkungan sekitar dan memiliki unsur lengkap kandungan kalium, fosfor, dan magnesium yang dapat menyuburkan tanah. 

Adapun cara pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) adalah sebagai berikut.

Alat dan Bahan:

1. Alat
- Toples 
- Botol bekas
- Lilin malam
- Selang kecil

2. Bahan
- Air cucian beras
- Kulit pisang
- Gula merah sebagai makanan bakteri
- Terasi sebagai starter

3. Prosedur Kerja
a. Siapkan alat dan bahan
b. Potonglah kulit pisang menggunakan pisau atau blender
c. Larutkan gula merah dan terasi
d. Masukkan potongan kulit pisang ke dalam botol/jerigen yang telah disiapkan
e. Masukkan air cucian beras, gula merah dan terasi yang telah dilarutkan
f. Kocoklah botol tersebut agar bahan tercampur merata
g. Letakkan pada tempat yang gelap (tidak terpapar sinar matahari) dan memiliki suhu yang relatif hangat (Misalnya dapur).
h. Diamkan selama 2 minggu. Setelah itu POC siap digunakan.

Catatan:
Usahakan diletakkan pada suhu yang hangat agar mempercepat proses fermentasi, namun jika suhunya naik turun pupuk organik cair akan memerlukan waktu yang lebih lama untuk dapat dikatakan jadi. Indikator yang digunakan jadi atau belumnya POC adalah ketika sudah jadi, POC akan berbau seperti bau tapai.

Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat, khususnya pengelola TPS 3R Sukareja, Bank Sampah Semoga Bahagia, Taman Baca Masyarakat (TBM) Sukareja, Karang Taruna, Kelompok Swadaya Masyarakat, dan kader PKK. 

Selain itu, masyarakat diharapkan mampu mengelola sampah rumah tangganya selesai di rumah masing-masing tanpa dibuang secara langsung. Karena, sampah organik yang dibuang bersamaan dengan sampah anorganik ke Tempat Pembuangan Sampah (TPA) dapat mencemari dan berbahaya.bagi lingkungan sekitar.
 


(ACF)