Apakah Berkata Kotor Membatalkan Wudhu? Ini Penjelasannya

N Zaid - Wudhu 10/01/2026
 Apakah Berkata Kotor Membatalkan Wudhu? Ini Penjelasannya. Ilustrasi: Pixabay
Apakah Berkata Kotor Membatalkan Wudhu? Ini Penjelasannya. Ilustrasi: Pixabay

Oase.id - Berkata kotor adalah perbuatan yang tidak disukai dan tercela. Sehingga seseorang kerap mengasosiasikannya dengan kotoran atau najis. Namun, Islam tentu memiliki syariat yang tidak bisa hanya ditimbang dengan perasaan, namun apa yang dikabarkan melalui hadits dan Alquran, sebagai dasar hukumnya. 

Persoalannya, berkata-kata kotor, yang diasosiasikan dengan perbuatan tercela itu kerap dianggap membatalkan wudhu.  Sehingga, pertanyaan umum di kalangan umat Muslim adalah: Apakah berkata kotor, kasar, atau menggunakan kata-kata hina membatalkan wudhu?

Menurut para ulama dan sumber fiqh yang kredibel, berkata kotor atau menggunakan bahasa yang tidak baik tidak termasuk pembatal wudhu. Ucapan atau kata-kata tersebut tidak mempengaruhi status fisik wudhu seseorang secara hukum syariat Islam.

Lebih jelasnya, para ulama menegaskan bahwa pembatal wudhu hanya terjadi karena sebab-sebab tertentu yang bersifat fisik, seperti:

Keluar sesuatu dari kemaluan atau dubur (air seni, kotoran, angin)

Tidur yang menyebabkan hilangnya kesadaran

Hilang kesadaran (pingsan, mabuk, dll.)

Sentuhan langsung dengan kemaluan tanpa penghalang

Beberapa ulama menambahkan darah atau muntah dalam kondisi tertentu sebagai pembatal wudhu

Namun perkataan, termasuk kata-kata kotor atau sumpah serapah, bukanlah pembatal wudhu menurut mayoritas ulama dari empat madzhab utama.

"Itu tidak berdasar, dan tidak ada dalam Islam mendukung (anggapan itu)," kata Syeikh Assim al Hakeem.

Mengapa Berkata Kotor Tidak Membatalkan Wudhu?

Alasan utamanya adalah bahwa wudhu dalam Islam adalah ritual penyucian fisik (taharah) yang ditetapkan untuk menyiapkan tubuh secara lahiriah sebelum ibadah seperti shalat. Pembatal wudhu berkaitan dengan perubahan kondisi fisik tubuh, bukan perilaku lisan atau moral.

Dengan kata lain:

Wudhu fokus pada taharah lahir

Berkata kotor termasuk pelanggaran moral atau akhlak, tetapi tidak mengubah status fisik wudhu

Ucapan buruk tidak termasuk daftar nullifier wudu dalam al-Qur’an atau hadits

Apa Hukumnya Berkata Kotor dalam Islam?

Walaupun berkata kotor tidak membatalkan wudhu, Islam sangat melarang penggunaan bahasa yang tidak baik atau menghina. Rasulullah SAW mengajarkan agar seorang Muslim mengendalikan lisannya dan berkata baik atau diam.

Perbuatan berkata kotor atau kasar termasuk dosa yang mempengaruhi akhlak dan pahala seorang Muslim. Umat Islam dianjurkan untuk bertaubat, memperbaiki ucapan, dan meningkatkan adab lisan.

Apakah Wudhu Perlu Diulang Setelah Berkata Kotor?

Para ulama menyebut bahwa meskipun tidak wajib, disunnahkan untuk mengganti wudhu setelah melakukan dosa, termasuk berkata kotor, karena wudhu juga berfungsi menghapus dosa secara spiritual. Ini didasarkan pada hadits bahwa wudhu dapat menghapus dosa-dosa kecil.(Islamweb, Mizanul Muslimin)


(ACF)
TAGs: Wudhu