Keutamaan Pakaian Berwarna Putih Dalam Islam

N Zaid - Fashion Muslimah 15/01/2024
Ilustrasi. Pixabay
Ilustrasi. Pixabay

Oase.id - Menutup aurat adalah kewajiban dalam syariat Islam. Selain itu, seseorang juga dianjurkan untuk memperhatikan keindahan dalam berpakaian.Namun, tentu dengan kepatutan dan tidak berlebih-lebihan. 

Sejumlah dalil yang menujukkan dorongan berpakaian dan adabnya juga bisa dijumpai dalam Al-Quran dan hadits. Sebagiannya:

Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, namun jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-ebihan.(Al-A'raf:31).

Allah subhanahu wa ta'ala juga menyebutnya sebagai nikmat dalam FirmanNya, 

"Hai Aanak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. (Al-A'raf: 26).

Disurat yang lain:

"Dan Allah jadikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memeliharamu dalam peperangan. Demikianlah Allah menyempurnakan nikmatNya atasmu agar kamu berserah diri (kepadaNya)." (An-Nahl:81).

"Dan telah kami ajarkan kepada Dawud membuat baju besi untukmu, guna memeliharamu dalam peperangan, maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah). (Al-Anbiya:80)

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pun memerintahkannya, sebagaimana sabdanya, 

"Makan, minum dan berpakaianlah serta bersedakhlah dengan tidak berlebih-lebihan dan tidak pula angkuh. (Diriwayatkan oleh Ahmad, no 6656).

Selain sejumlah petunjuk dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tentang adab berpakaian dalam Islam, terdapat juga anjuran bagi Muslimin untuk lebih mengutamakan menggunakan pakaian berwarna putih. 

Dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, 

"Pakailah pakaian berwarna putih, karena pakaian putih itu lebih suci dan lebih baik, dan kafanilah orang yang mati dari kalian dengan kain putih juga. (Diriwayatkan an-Nasa'i)

Dikutip dari tulisan Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal tentang sunnahnya pakaian berwarna putih, beliau menjelaskan bahwa 
Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin, mengatakan bahwa benarlah apa yang dikatakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, pakaian warna putih adalah pakaian yang lebih baik dari yang lain. 

Pakaian putih lebih bercahaya. Kalau pakaian tersebut terkena kotoran, maka begitu nampak, sehingga segera pakaian tersebut dicuci. Adapun pakaian warna lain, kotoran pada permukaannya tidak begitu nampak. Seseorang tidak tahu kalau pakaian tersebut kotor. Jika dicuci pun tidak nampak bersihnya. Makanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya pakaian warna putih adalah pakaian yang terbaik, dan kafanilah pula salah seorang mayit di antara kalian dengan kain warna putih.”

Juga Syaikh rahimahullah menerangkan bahwa yang dimaksud pakaian putih adalah pakaian atas dan bawah (kemeja maupun celana atau sarung). Yang terbaik adalah warna putih. Warna tersebut lebih baik. 

"Akan tetapi jika seseorang memakai warna lain tidaklah mengapa asal tidak menyerupai warna pakaian wanita. Jika itu adalah warna pakaian wanita, maka tidak boleh pria mengenakannya." 

"Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan sebaliknya. Begitu pula dipersyaratkan warnanya bukanlah merah polos. Namun jika ada warna merah, juga putih, maka tidaklah masalah. Demikian penyampaian Syaikh dalam Syarh Riyadhis Sholihin, 4: 270," ungkap Ustaz Abduh Tuasikal.


(ACF)