Kisah Nabi Ishaq AS, Putra yang Dijanjikan Allah

N Zaid - Nabi Ishaq 13/01/2026
Ilustrasi: Pixabay
Ilustrasi: Pixabay

Oase.id - Nabi Ishaq AS adalah salah satu nabi Allah yang diutus dari garis keturunan Nabi Ibrahim AS. Ia merupakan putra dari Nabi Ibrahim dan Siti Sarah, serta saudara seayah Nabi Ismail AS. Kisah Nabi Ishaq disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai bagian dari janji dan karunia Allah kepada hamba-Nya yang sabar dan taat.

Kabar Gembira Kelahiran Nabi Ishaq

Kelahiran Nabi Ishaq merupakan peristiwa luar biasa. Ia lahir ketika Nabi Ibrahim dan Siti Sarah telah lanjut usia, bahkan Siti Sarah dikenal lama tidak memiliki keturunan. Namun Allah menunjukkan kekuasaan-Nya dengan mengutus para malaikat untuk menyampaikan kabar gembira.

Allah berfirman:

“Lalu Kami sampaikan kepadanya kabar gembira tentang (kelahiran) Ishaq dan dari Ishaq (akan lahir) Ya’qub.”
(QS. Hud: 71)

Ayat ini menegaskan bahwa kelahiran Nabi Ishaq bukan sekadar anugerah, tetapi juga bagian dari rencana besar Allah dalam melahirkan generasi para nabi setelahnya.

Nabi yang Diberi Ilmu dan Kenabian

Setelah lahir dan tumbuh dewasa, Nabi Ishaq diangkat menjadi nabi oleh Allah. Ia melanjutkan dakwah tauhid yang telah dirintis oleh ayahnya, Nabi Ibrahim AS.

Allah berfirman:

“Dan Kami anugerahkan kepadanya Ishaq dan Ya’qub. Masing-masing Kami angkat menjadi nabi.”
(QS. Al-An’am: 84)

Dalam ayat ini, Allah menegaskan bahwa Nabi Ishaq termasuk dalam golongan nabi yang diberi petunjuk dan keistimewaan.

Keturunan Para Nabi Besar

Nabi Ishaq memiliki putra bernama Nabi Ya’qub AS, yang juga dikenal dengan nama Israil. Dari keturunan Nabi Ya’qub inilah lahir banyak nabi besar yang diutus kepada Bani Israil, seperti Nabi Yusuf, Nabi Musa, Nabi Harun, Nabi Dawud, Nabi Sulaiman, hingga Nabi Isa AS.

Allah berfirman:

“Dan Kami limpahkan keberkahan kepadanya dan kepada Ishaq. Dan di antara keturunan keduanya ada yang berbuat baik dan ada pula yang menzalimi dirinya sendiri.”
(QS. Ash-Shaffat: 113)

Ayat ini menunjukkan bahwa keberkahan Nabi Ishaq tidak hanya pada dirinya, tetapi juga pada keturunannya.

Sosok Saleh dan Orang Pilihan

Al-Qur’an menggambarkan Nabi Ishaq sebagai hamba Allah yang saleh dan termasuk orang-orang pilihan. Meski kisah hidupnya tidak diceritakan secara panjang, Allah menegaskan kedudukannya sebagai nabi yang lurus dan diberi keutamaan.

“Dan ceritakanlah kisah Ishaq dan Ya’qub, orang-orang yang mempunyai kekuatan dan penglihatan.”
(QS. Shad: 45)

Para ulama tafsir menjelaskan bahwa “kekuatan dan penglihatan” merujuk pada kekuatan iman, ilmu, dan keteguhan dalam ketaatan kepada Allah.

Wafat dalam Keimanan

Tidak ada riwayat shahih yang merinci secara detail tentang wafatnya Nabi Ishaq AS. Namun para ulama sepakat bahwa beliau wafat dalam keadaan beriman dan membawa risalah tauhid, sebagaimana para nabi lainnya.

Warisan terbesar Nabi Ishaq bukan hanya keturunan para nabi, tetapi juga keteladanan dalam kesabaran, ketaatan, dan keyakinan penuh terhadap janji Allah.


(ACF)
TAGs: Nabi Ishaq