Malam Jumat memiliki keistimewaan tersendiri bagi umat Islam, sering kali diisi dengan berbagai kegiatan ibadah seperti pengajian, tadarus, dan istighasah sebagai bentuk pujian kepada Allah SWT. Rasulullah ﷺ menganjurkan beberapa amalan khusus bagi umatnya untuk dikerjakan pada malam Jumat.
Ada empat amalan utama yang dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ untuk dilaksanakan pada malam Jumat, yang dapat mendatangkan keberkahan dan pahala:
1. Membaca Surah Yasin
Membaca Surah Yasin pada malam Jumat memiliki keutamaan yang besar, yaitu dapat membersihkan dosa-dosa pembacanya hingga pagi tiba. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:
“Barang siapa membaca Yaasiin di hari dan malam Jumat dengan mengharap ridha Allah, diampuni dosanya.” (HR. Asbahaani)
2. Membaca Surah Al-Kahfi
Amalan lain yang dianjurkan adalah membaca Surah Al-Kahfi. Surat ini berisi kisah umat terdahulu yang berbakti dan dapat dijadikan teladan. Rasulullah ﷺ bersabda mengenai keutamaannya:
“Barang siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada malam Jumat, dia akan disinari cahaya antara dirinya dan Ka’bah.” (HR. ad-Darimi)
3. Membaca Selawat dan Zikir
Selain membaca kedua surah tersebut, malam Jumat juga merupakan waktu yang tepat untuk memperbanyak membaca selawat kepada Nabi Muhammad ﷺ dan berzikir. Hal ini sebagai pengingat kepada Allah dan Rasul-Nya, yang kelak di hari kiamat akan mendatangkan syafaat.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Perbanyaklah untuk membaca selawat kepadaku pada setiap hari Jumat. Karena selawat umatku akan diperlihatkan kepadaku setiap hari Jumat. Barang siapa yang paling banyak berselawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” (HR. Baihaqi)
4. Memperbanyak Doa
Amalan terakhir yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak doa. Malam Jumat adalah momen yang baik untuk memanjatkan permohonan kepada Allah SWT sebagai bentuk kepatuhan seorang hamba kepada Sang Pencipta. Terdapat waktu mustajab pada hari Jumat yang jika seorang hamba berdoa di dalamnya, maka doanya akan dikabulkan oleh Allah.
Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ: “Di hari Jumat terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang hamba muslim yang dia berdiri melaksanakan salat lantas dia memanjatkan suatu doa pada Allah bertepatan dengan waktu tersebut, melainkan Allah akan memberi apa yang dia minta.








