Arab Saudi Tanggung Biaya Visa Pekerja Musiman Haji 1447 H, Perkuat Digitalisasi Layanan
Oase.id - Pemerintah Arab Saudi memutuskan akan menanggung penuh biaya visa kerja sementara bagi tenaga kerja musiman yang terlibat dalam proyek Hady dan Adahi selama musim haji 1447 Hijriah.
Dikutip dari Theislamicinformation, keputusan tersebut diambil oleh Dewan Menteri Arab Saudi untuk mendukung operasional proyek Hady dan Adahi, yakni program pengelolaan penyembelihan hewan kurban selama ibadah haji—salah satu kegiatan paling kompleks dalam rangkaian tahunan tersebut. Dengan kebijakan ini, pekerja musiman tidak lagi dibebani biaya visa.
Visa yang dimaksud merupakan izin kerja sementara khusus untuk layanan haji dan umrah, yang diperuntukkan bagi tenaga kerja jangka pendek selama periode penyelenggaraan ibadah.
Di sisi lain, Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq Al-Rabiah memperkenalkan sistem elektronik baru untuk penyelenggaraan haji 2026. Sistem ini dirancang untuk memantau pergerakan jemaah serta mengatur arus masuk dan keluar dari tenda-tenda di Mina.
Papan informasi juga dipasang di pintu masuk dan keluar tenda, menampilkan jadwal keberangkatan dan kepulangan serta instruksi lain bagi jemaah. Ini menjadi pertama kalinya sistem semacam ini diterapkan untuk mengatur pergerakan jemaah di tingkat perkemahan.
Sementara itu, Presiden Urusan Keagamaan Dua Masjid Suci Abdulrahman Al Sudais menyatakan rencana operasional haji 1447 H akan menjangkau jemaah dalam 60 bahasa melalui sistem digital canggih. Layanan ini mencakup Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.
Menurut Al Sudais, rencana tersebut menitikberatkan pada transformasi digital dan teknologi pintar, termasuk penggunaan platform interaktif multibahasa untuk memudahkan jemaah memahami layanan.
Ia menyebut pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam penyelenggaraan haji tahun ini sebagai lompatan signifikan dalam pengembangan layanan keagamaan, sekaligus sejalan dengan agenda nasional Arab Saudi dalam pengembangan teknologi AI.
“Teknologi ini dirancang untuk mempermudah pelaksanaan ibadah, mengurangi kepadatan, dan menciptakan pengalaman yang lebih tenang bagi jemaah,” ujarnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Arab Saudi terus memperluas penggunaan teknologi AI dalam penyelenggaraan haji. Namun, otoritas setempat menyebut rencana operasional 1447 H sebagai implementasi paling komprehensif sejauh ini.
(ACF)