Siapa Nabi Luth? Ini Ayat-Ayat Al-Quran yang Mengisahkannya
Oase.id - Nabi Luth AS adalah salah satu nabi yang diutus Allah subhanahu wa ta'ala untuk memperbaiki akhlak kaumnya yang telah terjerumus dalam kemungkaran besar. Kisah beliau banyak disebut dalam Al-Qur’an, di antaranya dalam Surah Al-A’raf, Hud, Al-Hijr, Al-Anbiya, dan Asy-Syu’ara.
Diutus kepada Kaum yang Melampaui Batas
Allah subhanahu wa ta'ala mengutus Nabi Luth kepada suatu kaum yang melakukan perbuatan keji secara terang-terangan. Dalam Al-Qur’an disebutkan:
“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) ketika dia berkata kepada mereka, ‘Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun sebelum kamu (di dunia ini)?’”
(QS. Al-Qur'an, Al-A’raf: 80)
Dalam ayat berikutnya ditegaskan bahwa kaumnya lebih memilih mendatangi sesama laki-laki untuk melampiaskan syahwat, bukan kepada perempuan sebagaimana fitrah yang Allah tetapkan (QS. Al-A’raf: 81).
Dakwah yang Ditolak dan Diolok-olok
Alih-alih menerima nasihat, kaum Nabi Luth justru menentangnya. Allah subhanahu wa ta'ala mengabadikan respons mereka:
“Dan jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan, ‘Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari negerimu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang menganggap dirinya suci.’”
(QS. Al-Qur'an, Al-A’raf: 82)
Penolakan itu menunjukkan betapa kerasnya hati mereka terhadap kebenaran. Bahkan, mereka menantang agar azab segera didatangkan jika ancaman itu benar adanya.
Kedatangan Para Malaikat
Dalam Surah Hud dikisahkan, Allah mengutus malaikat yang menyamar sebagai tamu untuk menemui Nabi Luth. Saat kaum tersebut mengetahui kedatangan para tamu, mereka mendatangi rumah Nabi Luth dengan niat buruk.
“Dan datanglah kaumnya kepadanya dengan bergegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji...”
(QS. Al-Qur'an, Hud: 78)
Dalam keadaan terdesak, Nabi Luth merasa sedih dan khawatir. Namun para malaikat kemudian menenangkan beliau dan menyampaikan bahwa azab Allah akan segera turun kepada kaumnya.
Azab yang Membinasakan
Allah memerintahkan Nabi Luth agar keluar pada malam hari bersama orang-orang beriman dan tidak menoleh ke belakang. Ketika waktu subuh tiba, azab pun diturunkan.
“Maka ketika datang keputusan Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi.”
(QS. Al-Qur'an, Hud: 82)
Istri Nabi Luth termasuk yang tertimpa azab karena tidak beriman dan membela kaumnya yang durhaka (QS. At-Tahrim: 10).
“Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang kufur, yaitu istri Nuh dan istri Lut. Keduanya berada di bawah (tanggung jawab) dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami, lalu keduanya berkhianat kepada (suami-suami)-nya. Mereka (kedua suami itu) tidak dapat membantunya sedikit pun dari (siksaan) Allah, dan dikatakan (kepada kedua istri itu), “Masuklah kamu berdua ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka).”
(ACF)