Keuangan

Tabel KUR 2026: Simulasi Angsuran di BRI, BSI, Bank Mandiri, BNI, BCA, dan BTN

Simulasi lengkap tabel angsuran Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2026 dari bank penyalur seperti BRI, BSI, Mandiri, BNI, BCA, dan BTN. Cek cicilan bunga 3% hingga 9%.

Tabel KUR 2026: Simulasi Angsuran di BRI, BSI, Bank Mandiri, BNI, BCA, dan BTN

Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) kembali menjadi primadona bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada tahun 2026. Berbagai bank nasional terkemuka, termasuk BRI, BSI, Bank Mandiri, BNI, BCA, dan BTN, siap menyalurkan dana untuk modal kerja maupun investasi guna mendorong pengembangan usaha.

Bagi calon debitur, tabel angsuran KUR 2026 merupakan panduan krusial sebelum memutuskan pengajuan pinjaman. Besaran cicilan bulanan sangat dipengaruhi oleh jumlah pinjaman, jangka waktu pengembalian (tenor), serta suku bunga yang berlaku.

Pemerintah memutuskan untuk mempertahankan bunga KUR Super Mikro sebesar 3 persen efektif per tahun untuk tahun 2026. Sementara itu, KUR Mikro dan KUR Kecil untuk sektor tertentu akan dikenakan bunga 6 persen efektif per tahun.

Namun, tidak semua penerima KUR mendapatkan suku bunga yang sama. Ketentuan program menyebutkan bahwa bunga pembiayaan bagi sektor perdagangan yang tidak berorientasi ekspor dapat berjenjang mulai dari 7 persen, 8 persen, hingga 9 persen, tergantung pada kategori dan riwayat penerimaan KUR debitur.

Perbedaan persentase bunga ini berdampak langsung pada jumlah angsuran bulanan. Semakin tinggi suku bunga, semakin besar pula cicilan yang harus dibayarkan, meskipun nominal pinjaman dan tenor sama.

Untuk mempermudah perhitungan, berikut disajikan tabel simulasi angsuran KUR 2026 dengan berbagai pilihan bunga, plafon, dan tenor.

Tabel Angsuran KUR 2026 Bunga 3 Persen

KUR Super Mikro menawarkan suku bunga terendah dalam program KUR reguler, yaitu 3 persen efektif per tahun, dengan plafon maksimal Rp10 juta. Fasilitas ini dirancang untuk pelaku usaha yang memenuhi persyaratan ketat dari pemerintah dan bank penyalur.

Cicilan KUR Super Mikro dengan bunga ini relatif lebih ringan dibandingkan pembiayaan dengan bunga 6 persen atau lebih tinggi. Berikut simulasi angsuran KUR Super Mikro 2026:

Pinjaman12 Bulan24 Bulan36 Bulan
Rp1 jutaRp84.694Rp42.981Rp29.081
Rp2 jutaRp169.387Rp85.962Rp58.162
Rp3 jutaRp254.081Rp128.944Rp87.243
Rp4 jutaRp338.774Rp171.925Rp116.325
Rp5 jutaRp423.468Rp214.906Rp145.406
Rp6 jutaRp508.162Rp257.887Rp174.487
Rp7 jutaRp592.855Rp300.868Rp203.568
Rp8 jutaRp677.549Rp343.850Rp232.649
Rp9 jutaRp762.243Rp386.831Rp261.730
Rp10 jutaRp846.937Rp429.812Rp290.812

Sebagai ilustrasi, pinjaman KUR Super Mikro sebesar Rp10 juta dengan tenor 36 bulan diperkirakan memiliki cicilan bulanan sekitar Rp290.812. Untuk tenor 24 bulan, angsurannya berkisar Rp429.812 per bulan. Fasilitas ini cocok bagi pelaku usaha yang membutuhkan modal relatif kecil, dengan persetujuan yang tetap bergantung pada kelayakan usaha dan ketentuan bank.

Tabel Angsuran KUR 2026 Bunga 6 Persen

Suku bunga 6 persen efektif per tahun merupakan tingkat utama untuk KUR Mikro (plafon di atas Rp10 juta hingga Rp100 juta) dan KUR Kecil (di atas Rp100 juta hingga Rp500 juta) pada tahun 2026. Ketentuan ini berlaku bagi pembiayaan sektor produksi, perdagangan berorientasi ekspor, serta pengajuan pertama pada kategori perdagangan non-ekspor tertentu.

Berikut tabel simulasi angsuran KUR 2026 dengan bunga efektif 6 persen per tahun:

Pinjaman12 Bulan24 Bulan36 Bulan48 Bulan60 Bulan
Rp15 jutaRp1.290.996Rp664.809Rp456.329Rp352.275Rp289.992
Rp20 jutaRp1.721.329Rp886.412Rp608.439Rp469.701Rp386.656
Rp25 jutaRp2.151.661Rp1.108.015Rp760.548Rp587.126Rp483.320
Rp30 jutaRp2.581.993Rp1.329.618Rp912.658Rp704.551Rp579.984
Rp40 jutaRp3.442.657Rp1.772.824Rp1.216.877Rp939.401Rp773.312
Rp50 jutaRp4.303.321Rp2.216.031Rp1.521.097Rp1.174.251Rp966.640
Rp75 jutaRp6.454.982Rp3.324.046Rp2.281.645Rp1.761.377Rp1.449.960
Rp100 jutaRp8.606.643Rp4.432.061Rp3.042.194Rp2.348.503Rp1.933.280
Rp150 jutaRp12.909.964Rp6.648.092Rp4.563.291Rp3.522.754Rp2.899.920
Rp200 jutaRp17.213.286Rp8.864.122Rp6.084.387Rp4.697.006Rp3.866.560
Rp300 jutaRp25.819.929Rp13.296.183Rp9.126.581Rp7.045.509Rp5.799.840
Rp500 jutaRp43.033.215Rp22.160.305Rp15.210.969Rp11.742.515Rp9.666.401

Contohnya, pinjaman Rp50 juta dengan tenor 36 bulan menghasilkan estimasi angsuran bulanan Rp1.521.097. Jika menggunakan tenor 60 bulan untuk pembiayaan investasi yang memenuhi syarat, cicilan turun menjadi sekitar Rp966.640 per bulan. Untuk pinjaman Rp100 juta dengan tenor 36 bulan, cicilan bulanan diperkirakan Rp3.042.194. Perlu dicatat bahwa tenor lima tahun umumnya berlaku untuk pembiayaan investasi, sementara modal kerja memiliki batas tenor lebih pendek.

Tabel Angsuran KUR 2026 Bunga 7 Persen

Selain bunga 6 persen, pemerintah menerapkan skema bunga berjenjang untuk kategori penerima KUR tertentu. Bunga 7 persen efektif per tahun berlaku pada pengajuan berikutnya bagi debitur sektor perdagangan non-ekspor yang memenuhi ketentuan pembiayaan berulang. Penerapan bunga ini membuat besaran angsuran sedikit lebih tinggi dibandingkan pinjaman dengan bunga 6 persen.

Berikut simulasi angsuran KUR 2026 dengan bunga efektif 7 persen per tahun:

Pinjaman12 Bulan24 Bulan36 Bulan48 Bulan60 Bulan
Rp15 jutaRp1.297.904Rp671.589Rp463.156Rp359.193Rp297.018
Rp20 jutaRp1.730.538Rp895.452Rp617.542Rp478.924Rp396.024
Rp25 jutaRp2.163.173Rp1.119.315Rp771.927Rp598.655Rp495.030
Rp30 jutaRp2.595.807Rp1.343.178Rp926.313Rp718.386Rp594.036
Rp40 jutaRp3.461.076Rp1.790.904Rp1.235.084Rp957.848Rp792.048
Rp50 jutaRp4.326.345Rp2.238.630Rp1.543.855Rp1.197.579Rp990.060
Rp75 jutaRp6.489.518Rp3.357.945Rp2.315.782Rp1.796.386Rp1.485.090
Rp100 jutaRp8.653.036Rp4.476.260Rp3.087.710Rp2.395.159Rp1.980.120
Rp150 jutaRp12.979.554Rp6.714.890Rp4.631.565Rp3.592.738Rp2.970.180
Rp200 jutaRp17.306.072Rp8.953.520Rp6.175.419Rp4.790.317Rp3.960.240
Rp300 jutaRp25.959.108Rp13.430.280Rp9.263.129Rp7.185.476Rp5.940.360
Rp500 jutaRp43.265.180Rp22.383.800Rp15.438.548Rp11.975.793Rp9.900.600

Sebagai gambaran, pinjaman Rp50 juta dengan tenor 36 bulan menghasilkan cicilan bulanan sekitar Rp1.543.855, yang lebih tinggi dibandingkan simulasi bunga 6 persen untuk plafon dan tenor yang sama. Pelaku usaha yang kembali mengajukan KUR perlu memastikan tingkat bunga yang berlaku berdasarkan riwayat pembiayaan sebelumnya.

Tabel Angsuran KUR 2026 Bunga 8 Persen

Bunga 8 persen efektif per tahun merupakan salah satu tingkatan dalam skema bunga berjenjang KUR bagi kategori perdagangan non-ekspor, yang dapat berlaku pada pengajuan ketiga KUR Kecil sesuai ketentuan program. Dengan bunga yang lebih tinggi, beban angsuran bulanan juga meningkat, sehingga calon debitur perlu cermat memperhitungkan kemampuan pembayaran sebelum menentukan plafon pinjaman.

Berikut simulasi angsuran KUR 2026 dengan bunga efektif 8 persen per tahun:

Pinjaman12 Bulan24 Bulan36 Bulan48 Bulan60 Bulan
Rp150 jutaRp13.047.645Rp6.784.094Rp4.700.455Rp3.661.938Rp3.041.458
Rp200 jutaRp17.396.860Rp9.045.458Rp6.267.273Rp4.882.584Rp4.055.277
Rp250 jutaRp21.746.075Rp11.306.823Rp7.834.091Rp6.103.230Rp5.069.096
Rp300 jutaRp26.095.290Rp13.568.187Rp9.400.910Rp7.323.876Rp6.082.915
Rp400 jutaRp34.793.720Rp18.090.916Rp12.534.546Rp9.765.168Rp8.110.553
Rp500 jutaRp43.492.150Rp22.613.645Rp15.668.183Rp12.206.460Rp10.138.192

Sebagai contoh, pinjaman Rp200 juta dengan tenor 36 bulan menghasilkan estimasi angsuran Rp6.267.273 per bulan. Sementara itu, pinjaman Rp300 juta dengan tenor 60 bulan memiliki estimasi cicilan sekitar Rp6,08 juta per bulan. Besaran angsuran ini menegaskan pentingnya mempertimbangkan tenor dan tingkat bunga, terutama untuk pembiayaan dengan plafon besar.

Tabel Angsuran KUR 2026 Bunga 9 Persen

Bunga 9 persen efektif per tahun merupakan tingkat bunga tertinggi dalam skema berjenjang KUR Kecil untuk kategori perdagangan non-ekspor yang dibahas dalam ketentuan program. Tingkat bunga ini dapat berlaku pada pengajuan keempat sesuai persyaratan yang ditetapkan pemerintah. Meskipun lebih tinggi dari bunga dasar 6 persen, fasilitas pembiayaan ini tetap bertujuan mendukung kegiatan usaha produktif yang memenuhi kriteria.

Berikut simulasi angsuran KUR 2026 dengan bunga efektif 9 persen per tahun:

Pinjaman12 Bulan24 Bulan36 Bulan48 Bulan60 Bulan
Rp150 jutaRp13.117.723Rp6.852.712Rp4.769.960Rp3.732.758Rp3.113.753
Rp200 jutaRp17.490.298Rp9.136.949Rp6.359.947Rp4.977.011Rp4.151.671
Rp250 jutaRp21.862.872Rp11.421.187Rp7.949.933Rp6.221.264Rp5.189.588
Rp300 jutaRp26.235.447Rp13.705.424Rp9.539.920Rp7.465.517Rp6.227.506
Rp400 jutaRp34.980.596Rp18.273.898Rp12.719.893Rp9.954.022Rp8.303.342
Rp500 jutaRp43.725.745Rp22.842.373Rp15.899.866Rp12.442.528Rp10.379.177

Berdasarkan simulasi, pinjaman KUR sebesar Rp200 juta dengan tenor 36 bulan menghasilkan cicilan sekitar Rp6.359.947 per bulan. Sementara untuk plafon Rp500 juta dengan tenor 60 bulan, angsurannya diperkirakan mencapai Rp10,38 juta per bulan. Tingkat bunga 9 persen tidak berlaku otomatis untuk semua peminjam, melainkan mengikuti kategori KUR, sektor usaha, dan frekuensi penerimaan pembiayaan.

Bank Penyalur KUR 2026

Program KUR disalurkan melalui berbagai lembaga keuangan yang bekerja sama dengan pemerintah. Beberapa bank nasional utama sebagai penyalur KUR antara lain BRI, BSI, Bank Mandiri, BNI, dan BCA. BTN juga perlu diperiksa ketersediaan produk serta ketentuan penyalurannya.

Selain bank nasional, terdapat pula Bank Pembangunan Daerah (BPD) seperti Bank Jatim, Bank Jateng, dan Bank BJB yang menjadi penyalur KUR. Meskipun menggunakan kerangka program pemerintah, setiap bank memiliki prosedur pengajuan, analisis kelayakan, dan ketentuan administrasi yang berbeda.

Untuk pembiayaan melalui bank syariah, besaran pembayaran mengikuti akad yang disepakati. Oleh karena itu, simulasi bunga efektif dalam artikel ini tidak secara otomatis mencerminkan nilai angsuran akad syariah.

Syarat Pengajuan KUR 2026

Pelaku UMKM yang ingin memperoleh fasilitas KUR harus memenuhi persyaratan administrasi dan kelayakan usaha sesuai ketentuan pemerintah serta bank penyalur. Secara umum, dokumen yang perlu disiapkan meliputi:

  1. Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP).
  2. Kartu Keluarga (KK).
  3. Nomor Induk Berusaha (NIB) atau surat keterangan usaha sesuai ketentuan bank.
  4. NPWP apabila diwajibkan berdasarkan kategori dan plafon pembiayaan.
  5. Dokumen pendukung usaha atau agunan tambahan apabila dipersyaratkan.

Selain kelengkapan administrasi, calon debitur harus memiliki usaha produktif yang dinilai layak. Bank akan melakukan verifikasi identitas, pemeriksaan riwayat kredit, dan penilaian kemampuan pembayaran sebelum memberikan persetujuan. Penting bagi calon peminjam untuk memastikan jumlah kredit sesuai kebutuhan usaha agar beban cicilan tidak memberatkan arus kas bisnis.

Cara Menghitung Angsuran KUR 2026

Perhitungan angsuran KUR dapat menggunakan metode anuitas, di mana pembayaran bulanan relatif tetap sepanjang periode kredit jika suku bunga tidak berubah. Besaran angsuran ditentukan oleh tiga komponen utama: pokok pinjaman, tingkat bunga efektif per bulan, dan jumlah bulan pembayaran.

Sebagai contoh, pinjaman Rp50 juta dengan bunga 6 persen efektif per tahun dan tenor 36 bulan menghasilkan estimasi cicilan Rp1.521.097 per bulan. Jika bunga meningkat menjadi 7 persen dengan plafon dan tenor yang sama, angsurannya naik menjadi sekitar Rp1.543.855 per bulan. Perbedaan ini menunjukkan bahwa perubahan satu poin persentase bunga dapat memengaruhi jumlah pembayaran bulanan dan total bunga selama masa kredit.

Catatan: Seluruh tabel angsuran KUR 2026 dalam artikel ini merupakan simulasi matematis menggunakan metode anuitas dengan bunga efektif 3 persen, 6 persen, 7 persen, 8 persen, dan 9 persen per tahun. Angka dibulatkan ke rupiah terdekat dan bukan tabel penawaran resmi bank. Tenor 48 hingga 60 bulan hanya berlaku untuk kategori dan tujuan pembiayaan yang memenuhi ketentuan. Besaran cicilan aktual, termasuk pembiayaan syariah, mengikuti persetujuan dan perjanjian dengan bank penyalur.

Dengan memahami tabel angsuran berdasarkan persentase bunga, pelaku UMKM dapat memperkirakan kewajiban pembayaran sebelum mengajukan KUR 2026. Pemilihan plafon dan tenor yang sesuai kemampuan usaha menjadi langkah penting agar fasilitas pembiayaan dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa membebani kondisi keuangan.